HOME  ⁄  Nasional

Mendiktisaintek Brian Yuliarto Ajak Generasi Muda Buktikan Patriotisme Lewat Karya Mendunia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mendiktisaintek Brian Yuliarto Ajak Generasi Muda Buktikan Patriotisme Lewat Karya Mendunia
Foto: (Sumber :Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto (kedua kanan) dalam kegiatan Indonesia Youth Summit di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (29/10/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek.)

Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong generasi muda Indonesia membuktikan semangat patriotisme melalui karya yang mampu bersaing di tingkat dunia serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Brian menegaskan bahwa generasi muda perlu memiliki tiga karakter utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati, untuk menghadapi tantangan pembangunan Indonesia.

"Jadi nasionalis ke depan itu adalah patriotik ke depan. Itu adalah bagaimana kita bisa membawa karya-karya anak bangsa di tingkat dunia," kata Brian dalam keterangan di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan berkaitan dengan kegiatan Indonesia Youth Summit di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 29 Oktober 2026.

Brian Yuliarto Tekankan Patriotisme Harus Dibuktikan Melalui Karya

Brian menjelaskan bahwa patriotisme tidak cukup diwujudkan melalui rasa cinta terhadap tanah air, tetapi juga harus tercermin dalam pencapaian yang membanggakan Indonesia.

Menurutnya, karya generasi muda yang mampu memperoleh pengakuan internasional dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi terhadap kemajuan bangsa.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia membutuhkan generasi yang memiliki ambisi besar, target jelas, dan semangat meningkatkan daya saing.

"Saya selalu bilang bahwa tidak ada bangsa di dunia yang menjadi bangsa yang maju, dengan sekadarnya saja," ujar dia.

Brian menilai kemajuan bangsa membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh serta keberanian untuk menetapkan sasaran pembangunan yang lebih tinggi.

Ia juga mendorong anak muda agar tidak merasa rendah diri ketika melihat kemajuan negara lain.

Menurutnya, Indonesia perlu membangun kepercayaan diri sebagai bangsa besar yang mampu menghasilkan karya dan pencapaian di tingkat global.

Mendiktisaintek Soroti Kesenjangan Pendapatan Per Kapita Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Brian menggunakan perbandingan pendapatan per kapita untuk menggambarkan tantangan Indonesia menuju negara maju.

Ia menyebut angka sekitar 15.000 dolar AS per kapita sebagai ilustrasi tingkat pendapatan negara maju, sementara Indonesia masih berada di kisaran 5.000 dolar AS per kapita.

Berdasarkan perbandingan tersebut, Indonesia perlu meningkatkan pendapatan per kapitanya hingga tiga kali lipat untuk mencapai angka yang dijadikan ilustrasi.

"Kalau kita sekarang masih 5 ribu, jadi langsung naik 3 kali lipat dari sekarang. Gampangnya begitu. Kalau kita naik 3 kali lipat, kalau kita lihat seluruh bangsa itu berhasil keluar dari kondisi itu tidak lain, tidak bukan harus ambisius," ujarnya.

Brian menekankan pentingnya ambisi dan kerja keras untuk meningkatkan kemampuan Indonesia bersaing dengan negara lain.

Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung upaya tersebut melalui pengembangan kemampuan dan penciptaan karya yang bermanfaat.

Tiga Karakter Dinilai Penting untuk Kemajuan Generasi Muda

Selain patriotisme, Brian menekankan pentingnya kegigihan dan empati sebagai karakter yang harus dikembangkan generasi muda.

Menurutnya, ketiga karakter tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata.

Sikap gigih diperlukan agar generasi muda mampu menghadapi tantangan dalam mencapai tujuan, sedangkan empati menjadi landasan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Brian berharap generasi muda Indonesia dapat menerjemahkan nilai-nilai tersebut menjadi pencapaian yang memperoleh pengakuan luas.

"Saya yakin, apa pun yang terjadi, kalau kita punya tiga karakter ini, maka anak-anak muda akan mencapai titik berhasil," ucap Brian Yuliarto.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026