
Pantau - PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) memperkuat kesiapan kerja generasi muda melalui program BUMA School tahun ajaran 2025/2026 yang berhasil meluluskan 200 siswa dari 10 sekolah menengah kejuruan (SMK) di enam provinsi dengan sertifikasi keterampilan mekanik.
Dari total peserta tersebut, sebanyak 170 siswa juga berhasil memperoleh sertifikasi kompetensi mekanik dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Direktur Utama BUMA, Dian Sofia Andyasuri, mengatakan program tersebut dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan teknis sekaligus kemampuan yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja profesional.
"Pendekatan tersebut bertujuan memperkecil kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh siswa di sekolah dengan kebutuhan nyata di dunia kerja," kata Dian dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Program BUMA School menggabungkan pembelajaran teknis, pengembangan keterampilan nonteknis, pembinaan mental dan fisik, praktik industri, serta sertifikasi kompetensi.
Sebanyak 200 Siswa SMK Selesaikan Program BUMA School
Pada tahun ajaran 2025/2026, BUMA School diikuti 200 siswa dari 10 SMK yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
Seluruh peserta berhasil menyelesaikan rangkaian pembelajaran dan memperoleh sertifikasi Basic Mechanic Course.
Sebanyak 170 peserta juga mendapatkan sertifikasi kompetensi mekanik dari BNSP sebagai pengakuan terhadap keterampilan yang telah dikuasai.
Selain itu, sebanyak 20 siswa memperoleh kesempatan mengikuti praktik kerja industri atau PRAKERIN di BUMA Rebuild Center, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dian menjelaskan bahwa pelaksanaan program dimulai dari proses seleksi peserta, pembelajaran kurikulum teknis, pengembangan soft skills, hingga pembinaan mental dan fisik atau Bintalsik.
Program tersebut juga memanfaatkan Learning Management System (LMS) untuk mendukung proses pembelajaran sebelum peserta menjalani praktik industri dan sertifikasi.
Menurutnya, pengalaman BUMA selama lebih dari dua dekade di industri pertambangan menunjukkan bahwa kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis.
Disiplin, kemampuan beradaptasi, kerja sama, serta pemahaman terhadap standar profesional juga menjadi bagian penting dalam pembentukan tenaga kerja.
BUMA Gandeng Empat SMK untuk Program Tahun Ajaran 2026/2027
Setelah menyelesaikan program tahun ajaran 2025/2026, BUMA melanjutkan kerja sama pendidikan vokasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan empat SMK.
Keempat sekolah tersebut adalah SMK Negeri 1 Balikpapan, SMK Negeri 1 Singosari, SMK Swasta Warga Solo, dan SMK Swasta Tabalong.
Penandatanganan kerja sama dilakukan di Jakarta pada Rabu (28/10/2026) untuk mendukung penyelenggaraan BUMA School tahun ajaran 2026/2027.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja industri.
Dian mengatakan program BUMA School juga ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sekolah dan tenaga pendidik.
"Program ini juga memperkuat kapasitas sekolah dan tenaga pendidik sehingga transfer pengetahuan dan praktik industri dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan," ujar Dian.
Sekolah Nilai BUMA School Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi
Kepala Jurusan Program Studi Otomotif Teknik Kendaraan Ringan sekaligus Koordinator BUMA School dari SMKN 5 Sidrap, Mardin Umar, menilai program tersebut membantu sekolah menghadirkan pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami standar kerja yang diterapkan di lingkungan profesional.
“BUMA School memberikan dampak yang sangat positif bagi sekolah. Melalui program tersebut, siswa memperoleh akses terhadap pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri, sementara sekolah mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan vokasi yang diberikan," katanya.
Kolaborasi tersebut juga membuka peluang bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan pengetahuan dan praktik industri.
Lebih dari 400 Alumni BUMA School Telah Terserap Dunia Kerja
Sejak pertama kali dijalankan pada 2018, BUMA School telah menjangkau 2.236 siswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Program tersebut juga melibatkan dan meningkatkan kapasitas 32 guru serta menjalin kerja sama dengan 16 SMK di tujuh provinsi.
Hingga Oktober 2026, lebih dari 400 alumni BUMA School tercatat telah terserap di BUMA maupun perusahaan lainnya.
BUMA menilai capaian tersebut menunjukkan kontribusi kerja sama antara perusahaan dan lembaga pendidikan dalam meningkatkan kesiapan lulusan SMK memasuki dunia kerja.
Melalui kelanjutan program tahun ajaran 2026/2027, perusahaan berkomitmen memperkuat keterampilan dan kompetensi siswa agar semakin sesuai dengan kebutuhan industri.
- Penulis :
- Aditya Yohan




