HOME  ⁄  Ekonomi

Pemprov Jawa Tengah Latih 5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih, Target Rampung November 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemprov Jawa Tengah Latih 5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih, Target Rampung November 2026
Foto: (Sumber :Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno. ANTARA/HO-Pemprov Jateng.)

Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi 5.040 bendahara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) selesai pada akhir November 2026 guna memperkuat tata kelola keuangan dan kesiapan operasional koperasi.

Program peningkatan kompetensi tersebut dilaksanakan dalam 168 angkatan, dengan 48 angkatan telah mengikuti pelatihan hingga akhir Oktober 2026.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan koperasi dapat dikelola secara profesional dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan Koperasi Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan modal dan infrastruktur, tetapi juga kemampuan pengurus dalam mengelola lembaga secara transparan dan bertanggung jawab.

Pemprov Jateng Perkuat Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sumarno menjelaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi salah satu instrumen penggerak ekonomi yang melibatkan masyarakat secara luas.

Karena itu, sumber daya yang telah dialokasikan pemerintah pusat perlu dimanfaatkan secara optimal agar program koperasi berjalan sesuai tujuan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan penguatan kelembagaan melalui pelatihan dan sertifikasi bendahara untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan.

"Kita harus sama-sama mendukung dan berkontribusi agar koperasi desa maupun kelurahan Merah Putih di Jawa Tengah berhasil. Koperasi yang kuat diharapkan bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat," katanya di Semarang, Jumat (30/10/2026).

Sumarno berharap peningkatan kemampuan bendahara dapat mendorong terciptanya pengelolaan koperasi yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menilai pemahaman terhadap prinsip perkoperasian dan akuntabilitas menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Sebanyak 5.040 Bendahara Ikuti Program Pelatihan dan Sertifikasi

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Linda Widiastuti Ariningrum, mengatakan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi bendahara menyasar sekitar 5.040 peserta.

Seluruh peserta dibagi ke dalam 168 angkatan pelatihan yang dilaksanakan secara bertahap.

Hingga saat ini, sebanyak 48 angkatan telah mengikuti kegiatan tersebut.

Pemprov Jawa Tengah menargetkan seluruh rangkaian pelatihan dan sertifikasi dapat diselesaikan pada akhir November 2026.

Program ini difokuskan pada peningkatan kemampuan bendahara dalam menjalankan tugas pengelolaan keuangan koperasi.

Bendahara Dibekali Kemampuan Pencatatan dan Pelaporan Keuangan

Linda menjelaskan bahwa kompetensi bendahara memiliki peran penting dalam memastikan pengelolaan dana koperasi berjalan secara profesional.

Kemampuan yang diperlukan meliputi pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta pertanggungjawaban penggunaan dana.

Pengelolaan keuangan yang tertib diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan anggota terhadap koperasi.

Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan kegiatan usaha Koperasi Merah Putih.

Melalui pelatihan dan sertifikasi, bendahara diharapkan memiliki pemahaman yang memadai untuk menjalankan fungsi pengelolaan keuangan sesuai kebutuhan lembaga.

Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Mitra Pemasaran UMKM

Selain memperkuat tata kelola, Pemprov Jawa Tengah juga mendorong Koperasi Merah Putih menjalankan peran ekonomi yang lebih luas.

Koperasi diharapkan dapat membantu distribusi barang kebutuhan masyarakat sekaligus membuka akses pasar bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Linda menilai pengelolaan koperasi yang baik dapat mendukung penguatan rantai distribusi barang di tingkat desa dan kelurahan.

Keberadaan koperasi juga diharapkan dapat menjadi mitra pemasaran bagi pelaku UMKM sehingga produk lokal memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.

Dengan peningkatan kompetensi pengurus, Pemprov Jawa Tengah menargetkan Koperasi Merah Putih mampu beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026