
Pantau - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa gagasan ekoteologi dan diplomasi keagamaan Indonesia mendapat perhatian dalam forum internasional tokoh lintas agama di Assisi, Italia, bahkan berpeluang menjadi tema utama pertemuan berikutnya.
Nasaruddin mengatakan penyelenggara forum mengapresiasi materi pidato yang disampaikan delegasi Indonesia dan berencana menindaklanjuti sejumlah gagasan tersebut dalam agenda mendatang.
“Jadi, statemen kita tentang ekoteologi dan tentang religious diplomacy itu nanti juga akan dijadikan tema besar yang akan datang,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menag kembali ke Indonesia pada Kamis (29/10/2026) seusai menghadiri pertemuan internasional untuk perdamaian yang diselenggarakan Sant'Egidio di Assisi.
Pancasila Menarik Perhatian Tokoh Lintas Agama Dunia
Nasaruddin menjelaskan bahwa perhatian peserta forum tidak hanya tertuju pada gagasan ekoteologi dan diplomasi keagamaan, tetapi juga pada Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa di Indonesia.
Menurutnya, para peserta ingin mengetahui bagaimana Indonesia menjaga kehidupan masyarakat yang memiliki latar belakang agama dan budaya berbeda.
Ketertarikan tersebut membuat waktu penyampaian materi yang semula dialokasikan selama tujuh menit berkembang menjadi sekitar 30 menit.
“Karena mereka itu tertarik, minta dijelaskan tentang Pancasila. Pancasila itu bisa menjadi bukan hanya nilai-nilai Indonesia, tetapi juga bisa menjadi nilai-nilai universal,” kata dia.
Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut menilai pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman menjadi salah satu hal yang menarik perhatian peserta pertemuan internasional.
Gagasan Diplomasi Keagamaan Berpeluang Dibahas Kembali pada 2027
Selain membahas Pancasila, forum tersebut turut memberikan perhatian terhadap sejumlah gagasan kerja sama antarumat beragama yang sebelumnya dikembangkan melalui Masjid Istiqlal.
Nasaruddin menyebut April 2027 sebagai salah satu momentum yang memungkinkan kelanjutan pembahasan kerja sama tersebut.
Ia berharap perhatian dari penyelenggara dan peserta forum dapat berkembang menjadi langkah nyata dalam memperkuat dialog antaragama.
Gagasan ekoteologi dan diplomasi keagamaan yang disampaikan Indonesia juga diharapkan dapat menjadi bagian dari pembahasan internasional mengenai perdamaian dan kemanusiaan.
Menag Bertemu Menteri Luar Negeri Vatikan
Dalam rangkaian kunjungannya ke Italia, Nasaruddin juga diterima oleh Menteri Luar Negeri Vatikan.
Pertemuan tersebut membahas hubungan Indonesia dan Vatikan, terutama peluang memperkuat kerja sama serta menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan universal.
Menurut Nasaruddin, otoritas Vatikan memandang Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim yang besar dan memiliki pengalaman penting dalam menjaga kehidupan beragama yang moderat.
Kedua pihak juga memiliki perhatian terhadap perlindungan masyarakat yang mengalami penindasan tanpa memandang latar belakang agama.
“Bahwa siapapun yang tertindas itu harus dibela, dari kelompok agama mana pun,” kata dia.
Menag Dorong Kerja Sama Nyata di Bidang Pendidikan dan Dialog Antaragama
Nasaruddin berharap tanggapan positif yang diperoleh selama menghadiri forum di Assisi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang konkret.
Bidang yang berpeluang dikembangkan meliputi dialog antaragama, pendidikan, dan penguatan diplomasi keagamaan.
Menurutnya, hubungan Indonesia dengan berbagai lembaga dan tokoh agama internasional dapat menjadi sarana untuk memperluas pertukaran pengalaman dalam menjaga kerukunan.
Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkenalkan Pancasila dan pengalaman kehidupan beragama yang moderat kepada masyarakat internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan




