
Pantau - Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Distankankp) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menargetkan tambahan luas tanam padi sekitar 3.000 hektare pada musim tanam pertama 2026/2027 seiring mulai turunnya hujan yang mendukung percepatan aktivitas pertanian.
Kepala Distankankp Banjarnegara Firman Sapta Ady mengatakan tambahan luas tanam tersebut diperkirakan meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan musim sebelumnya.
Pemerintah daerah berupaya mempercepat penanaman dengan memanfaatkan lahan yang telah dipanen serta mengoptimalkan ketersediaan air irigasi.
Musim Hujan Dorong Percepatan Tanam Padi di Banjarnegara
Firman mengatakan hujan mulai turun di sejumlah wilayah Banjarnegara selama tiga hari terakhir meskipun sempat berhenti selama satu hari.
Kondisi tersebut mendorong petani mempersiapkan lahan untuk memasuki musim tanam pertama 2026/2027.
"Kalau musim tanam, kita sesuai yang diprogramkan harus mengejar musim tanam dan luas tambah tanam (LTT). Kebetulan ada lahan yang sebelumnya masih ditanami karena sumber air irigasinya tersedia, sehingga setelah panen bisa segera ditanami padi kembali," kata Firman saat dihubungi dari Purwokerto, Jumat (30/10/2026).
Ia menyampaikan keterangan tersebut setelah mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.
Menurutnya, luas lahan sawah di Kabupaten Banjarnegara mencapai sekitar 11.000 hektare.
Dengan dukungan curah hujan dan jaringan irigasi, tambahan luas tanam pada musim ini diperkirakan mencapai sekitar 3.000 hektare.
Petani di Banjarmangu dan Kalibening Sudah Mulai Menanam
Firman menjelaskan sejumlah wilayah di Banjarnegara telah melakukan penanaman padi meskipun hujan belum turun secara merata.
Kegiatan tersebut dapat berlangsung karena sebagian lahan masih mendapatkan pasokan air dari jaringan irigasi.
“Bahkan, sejumlah wilayah sudah melakukan penanaman padi meskipun hujan belum turun secara merata karena didukung ketersediaan air irigasi,” katanya.
Di Kecamatan Banjarmangu, terdapat sekitar 40 hektare tanaman padi yang hampir memasuki masa panen.
Sementara itu, di Kecamatan Kalibening, penanaman padi telah dilakukan pada lahan seluas sekitar 200 hektare sejak awal Oktober 2026.
Firman berharap petani segera mengolah kembali lahan setelah panen agar dapat melanjutkan penanaman tanpa jeda yang terlalu panjang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat realisasi luas tambah tanam.
Target Tanam Padi dan Jagung Meningkat hingga Desember 2026
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara telah menetapkan target luas tambah tanam untuk komoditas padi dan jagung selama tiga bulan terakhir 2026.
Pada Oktober 2026, pemerintah daerah menargetkan penanaman padi seluas 208 hektare dan jagung seluas 238 hektare.
Target tersebut meningkat pada November 2026 menjadi 1.025 hektare untuk padi dan 445 hektare untuk jagung.
“Sementara pada Desember 2026, kesanggupan penanaman mencapai 3.126 hektare untuk padi dan 2.091 hektare untuk jagung,” katanya.
Target luas tambah tanam Banjarnegara, Oktober–Desember 2026

■ Padi
■ Jagung
Sumber: Distankankp Kabupaten Banjarnegara
Peningkatan target pada November dan Desember dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan lahan serta dukungan musim hujan.
Stok Pupuk Urea Masih Cukup, Banjarnegara Usulkan Tambahan NPK
Selain mempercepat penanaman, Distankankp Banjarnegara memastikan ketersediaan pupuk untuk tanaman padi masih mencukupi hingga akhir 2026.
Firman mengatakan alokasi pupuk urea untuk Banjarnegara pada tahun ini mencapai sekitar 15.000 ton.
Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, tingkat penyerapan pupuk urea telah mencapai sekitar 90 persen.
"Untuk padi masih mencukupi karena masih ada sekitar 10 persen yang belum terserap. Yang masih kekurangan justru pupuk NPK untuk kebutuhan tanaman sayuran," katanya.
Menurutnya, kebutuhan pupuk NPK untuk komoditas sayuran masih belum sepenuhnya terpenuhi meskipun alokasi yang tersedia mencapai sekitar 15.000 ton.
Pemerintah daerah telah mengusulkan tambahan pupuk NPK sebanyak sekitar 1.000 ton untuk memenuhi kebutuhan petani sayuran.
Usulan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan pertanian, terutama pada masa peningkatan aktivitas tanam.
Pemerintah Daerah Berupaya Menjaga Produktivitas Pertanian
Firman berharap kondisi cuaca yang mulai mendukung dapat dimanfaatkan petani untuk mempercepat penanaman padi dan jagung.
Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan pupuk serta pemanfaatan jaringan irigasi agar kegiatan pertanian berjalan sesuai target.
Dengan luas sawah sekitar 11.000 hektare, Banjarnegara berupaya mengoptimalkan lahan produktif untuk mendukung peningkatan luas tanam.
Pemerintah daerah berharap percepatan tanam pada musim pertama 2026/2027 dapat membantu menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketersediaan pangan di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan




