HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Medan Datangkan 22.000 Ton Beras dari Tiga Provinsi untuk Amankan Stok Pangan hingga Akhir 2026

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bulog Medan Datangkan 22.000 Ton Beras dari Tiga Provinsi untuk Amankan Stok Pangan hingga Akhir 2026
Foto: Pemimpin Cabang Perum Bulog Medan Lutfillah Barus (sumber: ANTARA/M.Sahbainy Nasution)

Pantau - Perum Bulog Kantor Cabang Medan, Sumatera Utara, mendatangkan tambahan pasokan beras sebanyak 22.000 ton dari tiga provinsi untuk memperkuat cadangan pangan dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga akhir tahun 2026.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Medan, Lutfillah Barus, mengatakan tambahan pasokan tersebut berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan DKI Jakarta untuk mendukung pelaksanaan program bantuan pangan pemerintah serta penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Total beras yang akan masuk ke gudang dari tiga provinsi tersebut sebanyak 22.000 ton untuk memperkuat stok pangan di wilayah kerja kami," ujar Lutfillah di Medan, Jumat (30/10/2026).

Lutfillah menjelaskan bahwa pengiriman beras dari ketiga provinsi dilakukan secara bertahap dengan target seluruh pasokan sudah tiba di gudang Bulog Medan paling lambat akhir November 2026.

Dari total rencana pengiriman sebanyak 22.000 ton, Bulog Medan telah menerima 7.500 ton beras, sementara sekitar 14.500 ton lainnya masih dijadwalkan masuk secara bertahap.

Saat ini, stok beras yang tersedia di gudang Bulog Medan tercatat mencapai 13.800 ton untuk mendukung berbagai kebutuhan penyaluran pangan di wilayah kerjanya.

Tambahan pasokan dari luar daerah tersebut diharapkan mampu memperkuat persediaan beras sekaligus menjaga kelancaran distribusi pangan kepada masyarakat.

"Jadi, adanya tambahan dari provinsi lain, dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan serta penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat," katanya.

Bulog Medan Siapkan Beras untuk Bantuan Pangan di Enam Wilayah

Lutfillah mengungkapkan bahwa berdasarkan pengalaman penyaluran pada periode sebelumnya, kebutuhan beras untuk program bantuan pangan pemerintah di wilayah kerja Bulog Medan mencapai sekitar 21.000 ton.

Kebutuhan tersebut mencakup enam wilayah administratif, yakni Kota Medan, Kota Binjai, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kabupaten Langkat.

Selain memenuhi kebutuhan bantuan pangan, Bulog Medan juga memperkirakan kebutuhan beras untuk program SPHP mencapai sekitar 6.000 ton.

Dengan demikian, total kebutuhan beras untuk kedua program tersebut diperkirakan mencapai 27.000 ton berdasarkan realisasi kebutuhan bantuan pangan sebelumnya dan perkiraan penyaluran SPHP.

Bulog Medan terus mengelola persediaan beras dengan mempertimbangkan kebutuhan distribusi serta penugasan yang diberikan pemerintah.

Pengelolaan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program bantuan pangan dan SPHP dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah kerja Bulog Medan.

Tambahan pasokan beras dari Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan DKI Jakarta menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kesiapan cadangan pangan menjelang akhir tahun.

Penyaluran Beras SPHP Dilakukan Melalui Berbagai Jaringan Distribusi

Bulog Medan menyalurkan beras SPHP melalui sejumlah jaringan distribusi yang telah ditentukan pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Salah satu jalur distribusi tersebut adalah mitra penyalur yang terpantau melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Selain melalui mitra penyalur, distribusi beras SPHP juga dilaksanakan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan jaringan Rumah Pangan Kita.

Pemanfaatan berbagai saluran distribusi tersebut bertujuan mempermudah masyarakat memperoleh beras sekaligus mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan di pasaran.

Bulog Medan juga melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap aktivitas penjualan beras SPHP melalui seluruh jaringan distribusi.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan penyaluran berlangsung sesuai ketentuan pemerintah, tepat sasaran, serta menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Selain memastikan ketersediaan beras, pengawasan distribusi menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban penjualan dan mencegah pelanggaran ketentuan harga.

Bulog Medan Awasi Harga Beras SPHP Maksimal Rp13.100 per Kilogram

Bulog Medan menegaskan pentingnya kepatuhan seluruh mitra penyalur terhadap ketentuan harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP yang telah ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan ketentuan tersebut, harga jual beras SPHP kepada masyarakat tidak boleh melebihi Rp13.100 per kilogram.

Pengawasan terhadap HET dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh beras sesuai harga yang ditetapkan tanpa adanya penjualan di atas batas maksimal.

Bulog Medan terus memantau aktivitas penjualan melalui berbagai jaringan distribusi untuk memastikan seluruh mitra menjalankan ketentuan harga secara konsisten.

Selain pengawasan harga, evaluasi terhadap kelancaran distribusi juga dilakukan guna memastikan pasokan beras tersedia sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog Medan menjaga stabilitas pangan sekaligus mendukung pelaksanaan program pemerintah dalam menyediakan beras dengan harga terjangkau.

Dengan tambahan pasokan sebanyak 22.000 ton yang ditargetkan masuk seluruhnya pada akhir November 2026, Bulog Medan berharap ketersediaan beras tetap terjaga hingga penghujung tahun.

Penguatan cadangan pangan, pengawasan distribusi, serta penerapan HET beras SPHP diharapkan mampu mendukung kelancaran program bantuan pangan dan menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026