
Pantau - Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Jawa Tengah, menerapkan sistem First In First Out (FIFO) dalam pendistribusian Cadangan Beras Pemerintah (CBP) guna menjaga kualitas beras, dengan total stok mencapai sekitar 81.600 ton hingga akhir Oktober 2026.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Yudha Ajipribawa, mengatakan penerapan sistem tersebut dilakukan agar beras yang lebih dahulu masuk ke gudang menjadi prioritas untuk didistribusikan kepada masyarakat.
"Secara umum pasti akan seperti itu, sistem FIFO karena kita mengutamakan untuk komposisi terhadap rasa," kata Yudha saat ditemui di Semarang, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, penerapan FIFO merupakan bagian dari pengelolaan stok agar beras tidak tersimpan terlalu lama dan tetap memenuhi standar kelayakan konsumsi.
Stok Beras Bulog Semarang Aman hingga Panen Pertama 2027
Bulog Semarang mencatat total ketersediaan CBP hingga akhir Oktober 2026 mencapai sekitar 81.600 ton.
Jumlah tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan pangan masyarakat selama empat hingga lima bulan ke depan.
Yudha menyatakan stok yang tersedia juga diproyeksikan mampu mendukung kebutuhan masyarakat hingga memasuki masa panen pertama pada 2027.
Dari keseluruhan persediaan tersebut, Gudang Tambakaji di Semarang menyimpan sekitar 6.300 ton beras CBP.
Stok di Gudang Tambakaji mencakup beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang telah dikemas untuk pendistribusian.
Bulog terus mengatur perputaran stok agar cadangan pangan tetap tersedia dan terdapat ruang penyimpanan bagi pasokan baru.
Sistem FIFO Prioritaskan Beras yang Lebih Dahulu Masuk Gudang
Yudha menjelaskan bahwa prinsip FIFO mengutamakan pengeluaran beras berdasarkan urutan waktu penerimaan di gudang.
Dengan sistem tersebut, beras yang masuk lebih awal akan didistribusikan terlebih dahulu dibandingkan stok yang baru diterima.
Langkah itu bertujuan menjaga kesegaran, kualitas, dan keamanan beras selama proses penyimpanan.
Bulog Semarang juga menerapkan mekanisme perputaran stok atau revolving untuk mencegah penumpukan beras dengan usia simpan panjang.
Yudha menyebut seluruh stok beras yang tersedia saat ini merupakan hasil produksi tahun 2026.
Perputaran persediaan secara berkelanjutan dilakukan untuk menjaga mutu sekaligus mendukung kelancaran penerimaan beras baru.
Bulog Periksa Kadar Air hingga Lakukan Fumigasi Berkala
Selain mengatur urutan distribusi, Bulog Semarang melakukan pemeriksaan kualitas sejak tahap penerimaan beras.
Pemeriksaan dilakukan berdasarkan sejumlah parameter yang telah ditetapkan dalam ketentuan penyerapan beras pemerintah.
Parameter tersebut meliputi kadar air, jumlah butir patah, persentase menir, serta derajat sosoh beras.
Pemeriksaan bertujuan memastikan beras yang diterima memenuhi standar mutu Cadangan Beras Pemerintah.
Setelah masuk gudang, persediaan beras menjalani perawatan secara berkala untuk mempertahankan kondisinya.
Perawatan tersebut mencakup penyemprotan, fumigasi, serta pemantauan harian terhadap kondisi beras di fasilitas penyimpanan.
Bulog juga menerapkan pengendalian hama terpadu secara rutin untuk mengurangi risiko kerusakan selama penyimpanan.
Bantuan Pangan Jadi Penyaluran Beras Terbesar dalam Tiga Bulan
Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog Semarang digunakan untuk sejumlah program pemerintah.
Pemanfaatannya meliputi bantuan pangan, stabilisasi pasokan dan harga beras, serta penanganan kebutuhan dalam kondisi tertentu.
Yudha mengungkapkan program bantuan pangan pemerintah menjadi penyumbang volume pengeluaran beras terbesar selama tiga bulan terakhir.
"Dalam tiga bulan terakhir ini, pengeluaran beras terbesar Bulog Semarang berasal dari program bantuan pangan pemerintah dengan volume mencapai sekitar 20.000 hingga 22.000 ton," ujarnya pula.
Penyaluran tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan stok CBP untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Bulog Semarang menyatakan pengelolaan persediaan akan terus dilakukan melalui pemeriksaan mutu, perawatan gudang, dan pengaturan distribusi.
Dengan penerapan sistem FIFO dan pengawasan kualitas secara berkala, Bulog berupaya memastikan cadangan beras tetap tersedia serta layak dikonsumsi hingga memasuki musim panen berikutnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




