HOME  ⁄  Ekonomi

Produksi Kakao Afrika Barat Meningkat, Kemendag Turunkan Harga Patokan Ekspor Biji Kakao 7,81 Persen pada November 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Produksi Kakao Afrika Barat Meningkat, Kemendag Turunkan Harga Patokan Ekspor Biji Kakao 7,81 Persen pada November 2026
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Aktivitas Terminal Petikemas New Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (5/5/2025). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira.)

Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga patokan ekspor (HPE) biji kakao periode November 2026 sebesar 5.242 dolar Amerika Serikat (AS) per metrik ton, turun 7,81 persen akibat meningkatnya produksi dan stok kakao di negara-negara produsen utama Afrika Barat.

Penurunan tersebut mencapai 444 dolar AS per metrik ton dibandingkan periode Oktober 2026 yang tercatat sebesar 5.686 dolar AS per metrik ton.

Selain HPE, harga referensi (HR) biji kakao juga turun 7,33 persen menjadi 5.613,60 dolar AS per metrik ton.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan peningkatan pasokan biji kakao selama musim panen menjadi faktor utama penurunan harga tersebut.

"Terjadi peningkatan stok biji kakao akibat masa panen di negara produksi utama biji kakao, yaitu Afrika Barat, memicu penurunan HR dan HPE biji kakao periode November 2026," kata Tommy dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Harga Referensi Biji Kakao Turun 7,33 Persen

Kemendag mencatat harga referensi biji kakao untuk November 2026 sebesar 5.613,60 dolar AS per metrik ton.

Angka tersebut turun 444,27 dolar AS atau 7,33 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Berdasarkan selisih tersebut, harga referensi biji kakao pada Oktober 2026 berada di level 6.057,87 dolar AS per metrik ton.

Penurunan harga referensi turut memengaruhi besaran harga patokan ekspor yang ditetapkan pemerintah.

HPE biji kakao November 2026 tercatat sebesar 5.242 dolar AS per metrik ton, lebih rendah dibandingkan Oktober yang mencapai 5.686 dolar AS per metrik ton.

Tommy menjelaskan bahwa penetapan harga referensi dan harga patokan ekspor dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar internasional.

Selain perkembangan harga komoditas, pemerintah turut memperhatikan perubahan biaya logistik internasional serta dinamika perdagangan dunia.

Panen Kakao Afrika Barat Picu Peningkatan Stok

Menurut Kemendag, peningkatan produksi biji kakao di Afrika Barat menjadi penyebab utama bertambahnya persediaan komoditas tersebut.

Wilayah Afrika Barat merupakan salah satu kawasan produksi utama biji kakao dunia.

Memasuki masa panen, pasokan dari negara-negara produsen di kawasan tersebut mengalami peningkatan.

Bertambahnya stok biji kakao memengaruhi perkembangan harga komoditas di pasar internasional.

Kondisi tersebut menjadi dasar penyesuaian harga referensi dan harga patokan ekspor biji kakao untuk periode November 2026.

Harga Patokan Ekspor Sejumlah Produk Kayu Berubah

Selain biji kakao, Kemendag mencatat perubahan HPE pada sejumlah komoditas hasil kehutanan untuk November 2026.

Beberapa produk mengalami kenaikan harga patokan ekspor, sedangkan produk lainnya mengalami penurunan atau tetap berada pada tingkat sebelumnya.

HPE kayu lapis untuk kotak kemasan atau wooden sheet for packing box tercatat mengalami kenaikan.

Kenaikan juga terjadi pada HPE kayu veneer yang berasal dari hutan alam.

Produk kayu olahan dengan luas penampang 1.000–4.000 milimeter persegi dari jenis meranti serta sortimen lainnya dari hutan tanaman jenis akasia dan sengon turut mengalami peningkatan HPE.

Sementara itu, HPE keping kayu atau chipwood tidak mengalami perubahan.

Harga patokan ekspor kayu olahan dengan luas penampang 1.000–4.000 milimeter persegi dari hutan tanaman jenis sungkai juga tetap.

Ketentuan serupa berlaku untuk kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000–10.000 milimeter persegi.

HPE Getah Pinus Naik Menjadi 1.023 Dolar AS per Ton

Kemendag juga menetapkan kenaikan HPE getah pinus untuk November 2026.

Harga patokan ekspor komoditas tersebut naik menjadi 1.023 dolar AS per metrik ton.

Kenaikan tercatat sebesar 3 dolar AS atau 0,29 persen dibandingkan Oktober 2026 yang berada pada level 1.020 dolar AS per metrik ton.

Di sisi lain, sejumlah produk kayu mengalami penurunan harga patokan ekspor.

Penurunan tersebut terjadi pada kayu veneer dari hutan tanaman serta kayu kering atau pecahan yang dikenal sebagai wood in chips or particle.

HPE kayu olahan jenis merbau dengan luas penampang 1.000–4.000 milimeter persegi juga mengalami penurunan.

Selain itu, harga patokan ekspor untuk sortimen lainnya dari jenis kayu eboni dan jati turut mengalami penyesuaian ke bawah.

Perubahan HPE berbagai komoditas tersebut merupakan bagian dari penetapan harga ekspor pemerintah untuk periode November 2026 berdasarkan perkembangan pasar dan perdagangan internasional.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026