HOME  ⁄  Ekonomi

Harga Kedelai Impor di Kudus Naik Jadi Rp11.500 per Kilogram, Stok Hanya Cukup Dua Hari

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Harga Kedelai Impor di Kudus Naik Jadi Rp11.500 per Kilogram, Stok Hanya Cukup Dua Hari
Foto: (Sumber :Kedelai impor yang siap diproses menjadi tahu oleh salah satu pengusaha tahu di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif..)

Pantau - Harga kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, naik 15 persen dari Rp10.000 menjadi Rp11.500 per kilogram dalam dua bulan terakhir, sementara persediaan di gudang koperasi hanya sekitar 40 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan perajin tahu dan tempe selama dua hari.

Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap seiring berkurangnya pasokan kedelai impor di pasaran.

"Kenaikan harga jual terpantau sejak dua bulan terakhir, dengan kenaikan secara bertahap dari sebelumnya Rp10.000/kg naik bertahap hingga pekan ini menjadi Rp11.500/kg," kata Amar di Kudus, Sabtu (31/10/2026).

Menurutnya, kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah serta peningkatan indeks harga menjadi faktor yang diduga memengaruhi harga kedelai impor.

Stok Kedelai di Kudus Tersisa 40 Ton

Amar menjelaskan persediaan kedelai yang tersedia di gudang Primkopti Kudus saat ini hanya sekitar 40 ton.

Sementara itu, kebutuhan kedelai para perajin tahu dan tempe mencapai rata-rata 20 ton setiap hari.

Dengan jumlah tersebut, persediaan yang tersedia diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan selama dua hari apabila tidak ada tambahan pasokan.

"Rata-rata permintaan sekitar 20 ton per hari. Sehingga jika melewati dua hari belum ada pasokan tambahan, tentu pengrajin juga membutuhkan alternatif pasokan," ujarnya.

Amar mengaku telah menerima informasi dari pemasok besar di Semarang bahwa stok kedelai mulai berkurang dan belum ada tambahan pasokan.

Kondisi tersebut membuatnya memperkirakan harga kedelai impor masih berpotensi mengalami kenaikan.

"Dimungkinkan di negara asal juga terjadi penurunan produksi, sehingga berlaku hukum pasar stok kedelai yang terbatas mengakibatkan harga melonjak," ujarnya.

Primkopti Kudus Cari Alternatif Kedelai Lokal

Untuk mengantisipasi kekurangan bahan baku, Primkopti Kudus berencana mencari alternatif pasokan kedelai lokal.

Salah satu sumber pasokan yang dipertimbangkan berasal dari wilayah Purwodadi, yang dalam waktu dekat diperkirakan memasuki masa panen kedelai.

Langkah tersebut disiapkan agar kebutuhan bahan baku perajin tahu dan tempe tetap dapat dipenuhi apabila pasokan kedelai impor belum kembali normal.

Meski demikian, harga kedelai lokal saat ini masih lebih tinggi dibandingkan kedelai impor.

Dinas Perdagangan Akan Periksa Ketersediaan Pasokan

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sonhaji membenarkan bahwa harga kedelai impor kerap mengalami perubahan.

Berdasarkan hasil pemantauan di pasar tradisional pada Jumat (30/10/2026), harga kedelai impor tercatat mencapai Rp11.500 per kilogram.

Sementara itu, harga kedelai lokal berada pada kisaran Rp15.000 per kilogram.

Sonhaji mengatakan pihaknya juga menerima informasi mengenai berkurangnya persediaan kedelai impor di pasaran.

Namun, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus masih akan melakukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan kondisi stok dan ketersediaan pasokan kedelai.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026