HOME  ⁄  Ekonomi

BEI Apresiasi Chapman Taylor, Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market Di Atas 50 Persen

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

BEI Apresiasi Chapman Taylor, Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market Di Atas 50 Persen
Foto: Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik (dua kanan) bersama jajaran direksi Self-Regulatory Organization (SRO) dalam Media Gathering di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (31/10/2026).

Pantau - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengapresiasi dukungan investor senior asal Amerika Serikat, Chapman Taylor, yang memperkirakan peluang pasar modal Indonesia tetap berada dalam klasifikasi emerging market pada indeks MSCI mencapai lebih dari 50 persen.

Jeffrey menyampaikan apresiasi tersebut dalam kegiatan Media Gathering di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (1/11/2026).

Menurut Jeffrey, pandangan Chapman menunjukkan adanya penilaian positif dari investor global terhadap agenda reformasi yang sedang dijalankan regulator pasar modal Indonesia.

“Kita berharap secara objektif maupun secara subjektif apa yang kita lakukan akan diapresiasi oleh investor, sehingga apa yang disampaikan oleh Chapman Taylor bahwa peluang Indonesia tetap di emerging market itu ada di atas 50 persen,” ujar Jeffrey.

Ia berharap berbagai langkah pembenahan pasar modal dapat terus memperoleh dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kepercayaan investor.

BEI Harapkan Kepercayaan Investor Global Terus Meningkat

Jeffrey menilai dukungan investor internasional menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kepercayaan terhadap reformasi pasar modal Indonesia.

Menurut dia, berbagai upaya yang dilakukan regulator diharapkan mendapatkan apresiasi secara objektif maupun subjektif dari pelaku pasar global.

Jeffrey juga berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan peluang Indonesia mempertahankan status emerging market dalam indeks MSCI.

“Dengan dukungan Bapak dan Ibu, mudah-mudahan persentase itu bisa lebih tinggi, tidak hanya di atas 50 persen, tetapi di atas angka yang lebih besar lagi,” ujar Jeffrey.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap penilaian Chapman Taylor mengenai prospek klasifikasi pasar modal Indonesia.

Chapman Taylor Soroti Reformasi Pasar Modal Indonesia

Sebelumnya, Chapman Taylor memperkirakan peluang Indonesia tetap mempertahankan klasifikasi emerging market dalam indeks MSCI berada di atas 50 persen.

Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah perkembangan positif dalam upaya pembenahan pasar modal nasional.

Chapman menyoroti koordinasi yang semakin solid antara regulator dan pemerintah sebagai salah satu faktor pendukung.

Ia juga memberikan perhatian terhadap komunikasi dengan MSCI yang kembali aktif serta keseriusan otoritas dalam menangani praktik manipulasi pasar.

Menurut Chapman, langkah-langkah tersebut menunjukkan adanya perkembangan dalam upaya memperkuat integritas pasar modal Indonesia.

Pembentukan Komite HSC Jadi Faktor Positif

Chapman menilai pembentukan Komite High Shareholding Concentration (HSC) merupakan salah satu langkah positif dalam reformasi pasar modal Indonesia.

Selain pembentukan komite tersebut, penguatan sistem pengawasan Nasdaq dan peningkatan pengawasan pasar juga menjadi faktor yang mendapat perhatian.

Ia menilai reformasi yang dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah berada pada jalur yang tepat.

Berbagai langkah pembenahan tersebut menjadi dasar penilaian Chapman mengenai peluang Indonesia mempertahankan klasifikasi pasar berkembang dalam indeks MSCI.

Chapman Taylor Miliki Pengalaman Investasi Lebih dari 30 Tahun

Chapman Taylor merupakan investor senior yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam industri investasi global.

Pengalamannya terutama berkaitan dengan investasi di pasar negara berkembang kawasan Asia.

Dalam perjalanan kariernya, Chapman pernah menjabat sebagai Portfolio Manager dan Research Director di Capital Group.

Saat ini, Chapman juga menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara Indonesia.

Selain itu, ia ditunjuk sebagai perwakilan investor asing dalam Komite HSC BEI.

Dukungan Chapman terhadap agenda reformasi pasar modal Indonesia mendapat apresiasi BEI di tengah upaya regulator memperkuat pengawasan dan meningkatkan kepercayaan investor global.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026