
Pantau - Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto mengajak siswa SMAN 82 Jakarta untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, bijak menggunakan media sosial, serta memanfaatkan masa sekolah sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Dadang saat mengunjungi SMAN 82 Jakarta di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026), melalui kegiatan bertajuk "Polisi Peduli Pendidikan".
Dadang menekankan pentingnya membangun karakter, memperluas pengetahuan, dan mengembangkan keterampilan sejak duduk di bangku sekolah menengah atas.
Menurutnya, masa SMA merupakan periode penting bagi pelajar untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.
"Ketika kita SMA, itu manfaatkan dengan baik. Masa SMA itu masa yang paling enak, paling indah. Nanti, kalau sudah lulus SMA, kuliah lebih berat lagi bebannya," kata Dadang.
Kapolda Metro Jaya Ingatkan Siswa Pentingnya Berpikir Kritis
Dalam dialog interaktif bersama para pelajar, Dadang Hartanto menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis ketika menerima berbagai informasi.
Menurutnya, siswa perlu mencermati dan menganalisis informasi sebelum mengambil kesimpulan.
Kemampuan tersebut diperlukan agar pelajar tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap suatu persoalan.
Dadang juga menyoroti pentingnya komunikasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan bahwa komunikasi yang tidak terjalin dengan baik berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Karena itu, para siswa didorong untuk membiasakan diri memahami informasi secara menyeluruh sebelum memberikan tanggapan.
Pelajar Diminta Bijak Mengunggah Konten dan Berkomentar di Media Sosial
Selain kemampuan berpikir kritis, Dadang mengingatkan para siswa agar lebih berhati-hati ketika menggunakan media sosial.
Ia meminta pelajar berpikir jernih sebelum mengunggah konten maupun memberikan komentar di ruang digital.
Menurutnya, sikap tersebut penting untuk menghindari kesalahpahaman dan konflik akibat aktivitas bermedia sosial.
Dadang menekankan bahwa setiap informasi perlu dipahami dengan baik sebelum disebarkan atau ditanggapi.
Pesan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter yang disampaikan kepada para siswa SMAN 82 Jakarta.
Melalui kegiatan itu, kepolisian berharap pelajar dapat menggunakan media sosial secara lebih bertanggung jawab.
Program Polisi Peduli Pendidikan Siapkan Generasi Muda Hadapi Masa Depan
Dadang menjelaskan bahwa kegiatan "Polisi Peduli Pendidikan" bertujuan mendampingi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.
Menurutnya, masa sekolah harus dimanfaatkan untuk membangun pengetahuan, keterampilan, dan karakter.
Ia menilai para pelajar memiliki peran penting sebagai generasi penerus yang akan memikul tanggung jawab terhadap masyarakat dan negara.
"Kita semua datang ke sini karena sayang sama generasi muda, adik-adik semua, karena adik-adik ini akan menggantikan kita untuk membawa negara ini menjadi lebih baik, masyarakat ini menjadi lebih baik," ujar Dadang.
Melalui kunjungan tersebut, Dadang juga memberikan motivasi kepada siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.
Polda Metro Jaya Perkuat Komunikasi dengan Lingkungan Sekolah
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan tujuan pelaksanaan program Polisi Peduli Pendidikan.
Budi mengatakan program tersebut menjadi sarana untuk membangun komunikasi yang harmonis antara kepolisian dan generasi muda.
Menurutnya, pendekatan edukatif dan humanis diperlukan dalam mendampingi perkembangan pelajar.
Kepolisian juga berkomitmen mendukung peran guru dan orang tua dalam membimbing anak-anak selama menjalani pendidikan.
Kegiatan di SMAN 82 Jakarta menjadi bagian dari upaya Polda Metro Jaya mempererat hubungan dengan lingkungan sekolah.
Melalui program tersebut, kepolisian berupaya mendorong terbentuknya generasi muda yang berilmu, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.
Program ini juga dilaksanakan sejalan dengan semangat "Kerja Melayani Jakarta" yang diusung Polda Metro Jaya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




