HOME  ⁄  Nasional

Gunung Dukono Erupsi Dua Kali Senin Pagi, Abu Vulkanik Capai 950 Meter dan Warga Dilarang Mendekati Kawah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Gunung Dukono Erupsi Dua Kali Senin Pagi, Abu Vulkanik Capai 950 Meter dan Warga Dilarang Mendekati Kawah
Foto: (Sumber :Arsip foto - Warga melihat abu vulkanik keluar dari Gunung Dukono yang terlihat di area bekas banjir lahar dingin Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Maluku Utara, Selasa (12/5/2026). ANTARA FOTO/Andri Saputra/foc..)

Pantau - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami dua kali erupsi pada Senin (2/11/2026) pagi, dengan letusan pertama menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 950 meter di atas puncak.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan kedua erupsi terjadi pada pukul 09.11 WIT dan 09.53 WIT.

Aktivitas vulkanik tersebut tercatat melalui alat pemantauan kegempaan dengan amplitudo dan durasi yang berbeda pada setiap letusan.

Hingga Senin pagi, status aktivitas Gunung Dukono masih berada pada Level II atau Waspada.

Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang.

Erupsi Pertama Gunung Dukono Semburkan Abu Setinggi 950 Meter

Lana Saria menjelaskan erupsi pertama Gunung Dukono terjadi pada pukul 09.11 WIT.

Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 950 meter di atas puncak gunung.

Dengan ketinggian tersebut, kolom abu mencapai sekitar 2.037 meter di atas permukaan laut.

Abu vulkanik yang keluar dari kawah teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal.

Berdasarkan hasil pengamatan, kolom abu bergerak condong ke arah barat.

"Kolom abu dari letusan tersebut teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak condong ke arah barat. Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi gempa tercatat selama 38,57 detik," kata Lana di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas erupsi pertama terekam oleh peralatan pemantauan Gunung Dukono.

Letusan Kedua Terjadi 42 Menit Kemudian

Gunung Dukono kembali mengalami erupsi pada pukul 09.53 WIT atau sekitar 42 menit setelah letusan pertama.

Pada erupsi kedua, petugas tidak dapat mengamati ketinggian kolom abu secara visual.

Kondisi tersebut disebabkan oleh awan atau kabut yang menutupi area pengamatan.

Meski demikian, aktivitas letusan tetap tercatat melalui alat pemantauan kegempaan.

Berdasarkan rekaman seismogram, erupsi kedua memiliki amplitudo maksimum sebesar 31 milimeter.

Durasi gempa letusan kedua tercatat selama 44,76 detik.

Angka tersebut lebih besar dibandingkan erupsi pertama yang memiliki amplitudo maksimum 18 milimeter dan durasi 38,57 detik.

Hasil pemantauan itu menjadi bagian dari informasi aktivitas vulkanik yang disampaikan Badan Geologi kepada masyarakat.

Status Gunung Dukono Masih Waspada, Radius Empat Kilometer Dilarang Dimasuki

Badan Geologi memastikan tingkat aktivitas Gunung Dukono masih berada pada Level II atau Waspada.

Sehubungan dengan status tersebut, masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan di sekitar kawasan gunung api.

Badan Geologi melarang masyarakat, pengunjung, dan wisatawan melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang.

Larangan tersebut juga mencakup kegiatan pendakian maupun upaya mendekati kawah aktif.

Rekomendasi tersebut dikeluarkan untuk mengurangi risiko paparan bahaya akibat aktivitas erupsi Gunung Dukono.

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung diimbau terus memperhatikan perkembangan aktivitas vulkanik.

Warga Diminta Siapkan Masker untuk Antisipasi Abu Vulkanik

Lana Saria mengingatkan bahwa Gunung Dukono kerap mengalami letusan yang disertai sebaran abu vulkanik secara berkala.

Menurutnya, arah penyebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin.

Kecepatan dan arah angin menjadi faktor yang memengaruhi wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik.

Karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono diminta selalu mengantisipasi kemungkinan terjadinya hujan abu.

Badan Geologi menyarankan warga menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut.

Perlengkapan tersebut diperlukan untuk membantu mengurangi paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernapasan.

Warga juga diimbau tidak mengabaikan batas aman yang telah ditetapkan di sekitar kawah aktif.

Hingga laporan disampaikan, Gunung Dukono masih berstatus Waspada dengan rekomendasi pembatasan aktivitas sejauh empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026