HOME  ⁄  Ekonomi

GREAT Institute Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2–5,4 Persen pada Kuartal III 2026, Ditopang Manufaktur dan Investasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

GREAT Institute Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2–5,4 Persen pada Kuartal III 2026, Ditopang Manufaktur dan Investasi
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Deretan derek raksasa (crane) melakukan bongkar muat kontainer dari kapal kargo yang bersandar di kawasan pelabuhan. ANTARA/HO-IPC Terminal Petikemas/aa..)

Pantau - GREAT Institute memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 mencapai 5,2–5,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy), didukung penguatan aktivitas manufaktur, peningkatan investasi, penyaluran kredit, serta pertumbuhan sektor pariwisata.

Peneliti GREAT Institute Adhamaski Pangeran mengatakan proyeksi tersebut didasarkan pada sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan aktivitas produksi dan permintaan domestik tetap berjalan sepanjang Juli hingga September 2026.

Menurutnya, perkembangan berbagai indikator tersebut memperlihatkan bahwa perekonomian Indonesia masih memiliki ketahanan di tengah dinamika ekonomi global.

GREAT Institute menilai penguatan aktivitas industri dan investasi menjadi faktor penting yang mendukung proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional.

Aktivitas Manufaktur Indonesia Masih Berada di Zona Ekspansi

Adhamaski menjelaskan bahwa aktivitas manufaktur Indonesia menunjukkan perkembangan positif selama kuartal III 2026.

Kondisi tersebut tercermin dari indeks manajer pembelian atau Purchasing Managers' Index (PMI) yang berada di atas angka 50.

Berdasarkan data Bank Indonesia, PMI manufaktur tercatat mencapai 52,28.

Sementara itu, PMI manufaktur versi S&P Global berada pada level 52,4.

Kedua indikator tersebut menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur Indonesia masih berada dalam zona ekspansi.

Dalam pengukuran PMI, angka di atas 50 menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur, sedangkan angka di bawah 50 mengindikasikan kontraksi.

GREAT Institute menilai kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang mendukung aktivitas produksi nasional sepanjang Juli hingga September 2026.

Investasi Tumbuh 7,6 Persen Menjadi Rp528,7 Triliun

Selain manufaktur, perkembangan investasi turut menjadi dasar proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026.

GREAT Institute mencatat realisasi investasi mengalami pertumbuhan sebesar 7,6 persen.

Dengan pertumbuhan tersebut, nilai investasi mencapai Rp528,7 triliun.

Menurut Adhamaski, peningkatan investasi mencerminkan berlanjutnya aktivitas pengembangan usaha dan kapasitas produksi.

Perkembangan investasi tersebut juga diikuti pertumbuhan penyaluran kredit perbankan.

Kredit investasi tercatat meningkat sebesar 23,20 persen.

Sementara itu, kredit modal kerja mengalami pertumbuhan sebesar 11,89 persen.

Adhamaski menilai perkembangan investasi dan pembiayaan tersebut mendukung keberlangsungan kegiatan usaha di berbagai sektor ekonomi.

Penyaluran kredit investasi menjadi salah satu indikator pembiayaan untuk pengembangan kapasitas produksi.

Adapun kredit modal kerja berkaitan dengan kebutuhan pembiayaan operasional kegiatan usaha.

Pariwisata Ikut Mendukung Aktivitas Ekonomi Nasional

GREAT Institute juga menyoroti peningkatan mobilitas masyarakat sebagai salah satu indikator positif perekonomian Indonesia.

Sepanjang periode yang diamati, perjalanan wisatawan nusantara tercatat tumbuh sebesar 9,28 persen.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mengalami peningkatan sebesar 4,63 persen.

Pertumbuhan tersebut memberikan gambaran mengenai berlanjutnya aktivitas ekonomi di sektor pariwisata dan jasa.

Peningkatan perjalanan wisatawan menunjukkan adanya pergerakan masyarakat yang turut berkaitan dengan kegiatan ekonomi di berbagai daerah.

Menurut GREAT Institute, perkembangan sektor pariwisata menjadi salah satu indikator yang mendukung proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026.

GREAT Institute Nilai Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh

Adhamaski Pangeran menilai sejumlah indikator ekonomi sepanjang Juli hingga September 2026 menunjukkan perkembangan yang mendukung pertumbuhan nasional.

Dari sisi produksi, aktivitas manufaktur masih berada dalam zona ekspansi.

Sementara itu, peningkatan investasi dan pertumbuhan kredit menunjukkan berlanjutnya pembiayaan kegiatan usaha.

Di sektor jasa, pertumbuhan perjalanan wisatawan domestik dan kunjungan wisatawan asing turut menjadi indikator aktivitas ekonomi.

Berdasarkan perkembangan tersebut, GREAT Institute memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 berada dalam rentang 5,2–5,4 persen secara tahunan.

Angka tersebut masih merupakan proyeksi lembaga riset dan bukan hasil resmi pertumbuhan ekonomi yang telah diumumkan pemerintah.

GREAT Institute menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan meskipun perekonomian global menghadapi berbagai dinamika.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026