HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah Tipis ke Rp18.149 per Dolar AS, Investor Tunggu Data Inflasi dan Neraca Perdagangan Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Melemah Tipis ke Rp18.149 per Dolar AS, Investor Tunggu Data Inflasi dan Neraca Perdagangan Indonesia
Foto: (Sumber :Pegawai menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom..)

Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis sebesar dua poin atau 0,01 persen menjadi Rp18.149 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin (2/11/2026), di tengah sikap investor yang menunggu rilis sejumlah data ekonomi domestik.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp18.147 per dolar AS.

Analis Doo Financial Lukman Leong memperkirakan pergerakan rupiah cenderung datar karena pelaku pasar menantikan data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan dirilis pada Senin siang.

“Rupiah diperkirakan dibuka datar, dengan investor menantikan serentetan data ekonomi domestik siang ini, di antaranya inflasi dan perdagangan,” ucap Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp18.100–Rp18.200

Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan Senin.

Perkiraan tersebut mempertimbangkan sejumlah faktor domestik dan global yang memengaruhi pergerakan mata uang.

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada perkembangan inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.

Inflasi diperkirakan meningkat tipis dari 3,28 persen menjadi 3,3 persen.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia diproyeksikan mencatat surplus sebesar 1,9 miliar dolar AS.

Data tersebut menjadi perhatian pelaku pasar dalam menilai kondisi perekonomian domestik.

Aksi Jual Investor Asing Masih Membayangi Rupiah

Selain menunggu rilis data ekonomi, pergerakan rupiah juga dipengaruhi sentimen pasar keuangan domestik.

Lukman menyebut tekanan terhadap rupiah masih berasal dari aksi jual investor asing di pasar saham Indonesia.

Dalam sepekan sebelumnya, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sekitar Rp3 triliun di seluruh pasar saham.

“Sepekan lalu, asing net sell Rp3 triliun all market,” ungkap Lukman.

Aksi jual tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam memperkirakan pergerakan rupiah.

Pada saat bersamaan, sejumlah mata uang Asia juga terpantau melemah pada pembukaan perdagangan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang tidak hanya terjadi pada rupiah.

Harga Minyak Dunia Turun di Tengah Harapan Perundingan AS dan Iran

Dari sisi global, pergerakan harga minyak dunia turut menjadi perhatian pasar.

Harga minyak mengalami penurunan seiring munculnya harapan perundingan damai untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Namun, kemungkinan perundingan masih dihadapkan pada sejumlah persyaratan yang diajukan Teheran.

Mengutip laporan Sputnik, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei pada Sabtu (31/10/2026) menyatakan Iran hanya bersedia berunding apabila Amerika Serikat menerima tujuh syarat yang diajukan negaranya.

Persyaratan tersebut disebut berbeda dari ketentuan dalam nota kesepahaman Islamabad.

Rezaei juga menyampaikan bahwa Iran harus memberikan hukuman kepada Amerika Serikat atas serangan militer yang terjadi.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar negara lain tidak menganggap serangan serupa terhadap Iran dapat dilakukan tanpa konsekuensi.

Perkembangan hubungan AS dan Iran menjadi salah satu sentimen eksternal yang diperhatikan pelaku pasar keuangan.

Investor Menanti Arah Rupiah Setelah Rilis Data Ekonomi

Lukman menilai pergerakan rupiah pada awal pekan masih dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global.

Dari dalam negeri, rilis data inflasi dan perdagangan menjadi perhatian utama investor.

Sementara itu, aksi jual investor asing di pasar saham dan pelemahan sejumlah mata uang Asia masih menjadi faktor yang membayangi rupiah.

Perkembangan harga minyak dunia serta kemungkinan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran juga turut diperhitungkan.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Lukman memperkirakan rupiah bergerak relatif terbatas pada kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026