HOME  ⁄  Ekonomi

PGN LNG Terima 25 Kargo LNG hingga September 2026, Penyaluran Gas Naik 34,72 Persen untuk Perkuat Pasokan Energi Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PGN LNG Terima 25 Kargo LNG hingga September 2026, Penyaluran Gas Naik 34,72 Persen untuk Perkuat Pasokan Energi Nasional
Foto: (Sumber :Ilustrasi - PT PGN LNG Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). ANTARA/HO-PT PGN (Persero) Tbk..)

Pantau - PT PGN LNG Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), menerima 25 kargo gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) setara 67,24 juta MMBTU hingga September 2026 untuk memperkuat ketahanan dan keandalan pasokan energi nasional.

Direktur Utama PGN LNG Indonesia Nofrizal mengatakan volume penyaluran gas hasil regasifikasi LNG mencapai 65,01 juta MMBTU hingga triwulan III 2026.

Jumlah tersebut meningkat 34,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kinerja operasional positif ini mempertegas komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan dan keandalan pasokan energi nasional secara berkelanjutan," ujar Nofrizal dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Penyaluran Gas PGN LNG Tumbuh 34,72 Persen

Nofrizal menjelaskan bahwa penerimaan 25 kargo LNG hingga September 2026 mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan gas bagi pelanggan.

Pasokan tersebut terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi sektor industri dan pembangkit listrik nasional.

"Penerimaan 25 kargo LNG hingga triwulan III 2026 ini menunjukkan keandalan operasional dan upaya PGN LNG dalam memastikan kestabilan pasokan energi bersih bagi industri maupun pembangkit listrik nasional. Kami terus berupaya mengoptimalkan seluruh fasilitas pendukung agar pasokan gas bumi tetap andal, aman, dan berkelanjutan," jelasnya.

Perusahaan terus mengoptimalkan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi untuk memastikan distribusi gas berlangsung sesuai kebutuhan konsumen.

Peningkatan penyaluran gas tersebut juga menjadi bagian dari upaya PGN LNG menjaga kontinuitas energi bagi kegiatan ekonomi dan industri dalam negeri.

FSRU Lampung Jadi Penopang Pasokan LNG Nasional

Kinerja operasional PGN LNG didukung fasilitas penyimpanan dan regasifikasi terapung atau Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Lampung.

Fasilitas tersebut berfungsi menyimpan LNG sekaligus mengubahnya kembali menjadi gas untuk disalurkan kepada konsumen.

PGN LNG menyatakan FSRU Lampung beroperasi secara optimal dengan menerapkan standar keselamatan kerja, kesehatan, dan lingkungan atau occupational health, safety, and environment (OHSE).

Penerapan standar tersebut ditunjukkan melalui pencapaian jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja yang menyebabkan hilangnya waktu kerja atau lost time injury (LTI).

"Pasokan gas hasil regasifikasi ini tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan energi sektor pembangkit listrik dan industri strategis, tetapi juga menjaga kontinuitas pasokan gas bumi untuk mendukung stabilitas kegiatan ekonomi, pertumbuhan industri dalam negeri, serta pengembangan solusi energi yang lebih bersih di Indonesia," lanjut Nofrizal.

Keandalan fasilitas FSRU Lampung menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga penyaluran gas bagi pelanggan PGN LNG.

Pasokan Gas Dukung Hilirisasi dan Industri Dalam Negeri

PGN LNG menilai ketersediaan gas bumi yang berkelanjutan berperan dalam mendukung program hilirisasi nasional.

Pasokan gas dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri serta operasional industri strategis.

Ketersediaan energi tersebut juga mendukung produktivitas, efisiensi operasional, dan daya saing industri nasional.

Selain melayani pelanggan berskala besar, PGN LNG terus mengembangkan layanan untuk memperluas pemanfaatan gas bumi di berbagai wilayah Indonesia.

PGN LNG Kembangkan Infrastruktur Gas Skala Kecil

Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, PGN LNG mengembangkan infrastruktur dan layanan regasifikasi untuk memperluas jangkauan distribusi gas.

Pengembangan tersebut mencakup pemanfaatan fasilitas LNG skala kecil atau small-scale LNG plant serta teknologi pencairan gas berskala mini atau mini liquefaction.

"Langkah ini bertujuan untuk memperluas pemerataan penyediaan gas atau regasifikasi di seluruh Indonesia," sebut Nofrizal.

Perluasan infrastruktur tersebut diarahkan untuk meningkatkan akses pasokan gas bagi wilayah dan konsumen yang membutuhkan layanan energi.

PGN LNG juga menyatakan dukungannya terhadap agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju penggunaan energi yang lebih rendah emisi karbon.

Upaya tersebut sejalan dengan target Indonesia mencapai emisi nol bersih atau net zero emissions (NZE) pada 2060.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026