
Pantau - Pemerintah telah menyalurkan kredit program prioritas senilai Rp10,82 triliun di Provinsi Bali hingga triwulan III-2026 untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat, mendukung pelaku usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Penyaluran kredit tersebut meningkat hampir 35 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada 2025, dengan jumlah penerima mencapai 119.835 debitur yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Bali.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Bali Arinto Setyo Mulyawan menyampaikan perkembangan realisasi kredit prioritas tersebut di Denpasar pada Senin.
"Realisasi itu meningkat hampir 35 persen secara tahunan," kata Arinto.
Program pembiayaan prioritas pemerintah tersebut mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Program Perumahan (KPP), pembiayaan ultra mikro, serta kredit usaha alat sistem pertanian.
Berbagai skema pembiayaan tersebut diarahkan untuk memperluas akses permodalan bagi masyarakat dan pelaku usaha sekaligus memperkuat aktivitas sektor produktif di Bali.
Penyaluran Kredit Prioritas di Bali Jangkau 119.835 Debitur
Arinto menjelaskan bahwa jumlah penerima kredit program prioritas pemerintah di Bali mencapai 119.835 debitur hingga akhir triwulan III-2026.
Jumlah tersebut meningkat sebesar 5,46 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Peningkatan jumlah debitur tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan program pembiayaan pemerintah kepada masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah Bali.
Kredit prioritas pemerintah disalurkan melalui sejumlah skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta karakteristik kegiatan usaha.
KUR menjadi salah satu instrumen pembiayaan yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat, sedangkan pembiayaan ultra mikro diarahkan untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha berskala sangat kecil.
Selain itu, pemerintah menyediakan Kredit Program Perumahan dan kredit usaha alat sistem pertanian untuk mendukung kebutuhan pembiayaan pada sektor terkait.
Penyaluran berbagai jenis kredit tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga aktivitas ekonomi dan memperkuat akses pembiayaan di tingkat daerah.
Denpasar Catat Penyaluran Kredit Tertinggi, Buleleng Terbanyak Debitur
Berdasarkan wilayah penyaluran, Kota Denpasar menjadi daerah dengan nilai kredit program prioritas pemerintah tertinggi di Provinsi Bali hingga triwulan III-2026.
Total pembiayaan yang disalurkan di Denpasar mencapai Rp1,89 triliun dengan jumlah penerima sebanyak 15.360 debitur.
Sementara itu, Kabupaten Buleleng mencatatkan jumlah penerima kredit prioritas terbanyak di Bali, yakni mencapai 21.713 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp1,29 triliun.
Arinto, yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Bali dan Nusa Tenggara, turut memaparkan perkembangan penyaluran kredit di sejumlah kabupaten lainnya.
Kabupaten Badung mencatatkan penyaluran kredit prioritas sebesar Rp1,59 triliun yang dimanfaatkan oleh 13.406 debitur.
Di Kabupaten Gianyar, nilai kredit yang disalurkan mencapai Rp1,54 triliun dengan jumlah penerima sebanyak 15.203 debitur.
Kabupaten Tabanan memperoleh penyaluran kredit sebesar Rp1,28 triliun kepada 14.023 debitur.
Sementara itu, Kabupaten Karangasem mencatatkan penyaluran kredit prioritas sebesar Rp1,12 triliun yang dimanfaatkan oleh 14.133 debitur.
Berikut rincian penyaluran kredit program prioritas pemerintah di enam kabupaten dan kota di Bali hingga triwulan III-2026.
| Kabupaten/Kota | Nilai Kredit | Jumlah Debitur |
|---|---|---|
| Denpasar | Rp1,89 triliun | 15.360 |
| Badung | Rp1,59 triliun | 13.406 |
| Gianyar | Rp1,54 triliun | 15.203 |
| Buleleng | Rp1,29 triliun | 21.713 |
| Tabanan | Rp1,28 triliun | 14.023 |
| Karangasem | Rp1,12 triliun | 14.133 |
Data tersebut menunjukkan bahwa Denpasar memiliki nilai penyaluran kredit tertinggi, sedangkan Buleleng menjadi wilayah dengan jumlah debitur terbanyak di antara daerah yang dipaparkan.
Sektor Perdagangan dan Pertanian Dominasi Penyaluran Kredit
Dari sisi kegiatan ekonomi, sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penerima pembiayaan paling dominan dalam penyaluran kredit program prioritas pemerintah di Bali.
Sektor pertanian menjadi salah satu sektor dengan penyerapan pembiayaan terbesar berikutnya setelah perdagangan besar dan eceran.
Selain kedua sektor tersebut, penyaluran kredit juga menjangkau kegiatan jasa kemasyarakatan, sosial, budaya, dan hiburan yang menjadi bagian dari aktivitas perekonomian masyarakat Bali.
Sektor industri pengolahan turut memperoleh dukungan permodalan melalui berbagai program kredit prioritas pemerintah.
Pembiayaan juga disalurkan kepada sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas pariwisata di Bali.
Penyaluran kredit kepada berbagai sektor tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam menjaga keberlangsungan kegiatan usaha dan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi daerah.
Melalui perluasan akses pembiayaan, pemerintah berupaya memastikan pelaku usaha di berbagai sektor dapat memperoleh dukungan permodalan sesuai dengan kebutuhan kegiatan ekonominya.
Ekonomi Bali Tumbuh 5,78 Persen, BI Proyeksikan Capai 5,9 Persen pada 2026
Di tengah peningkatan penyaluran kredit program prioritas, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali masih menunjukkan kinerja positif meskipun mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada triwulan II-2026, pertumbuhan ekonomi Bali tercatat sebesar 5,78 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2025 yang mencapai 5,95 persen.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Bali mengalami perlambatan sebesar 0,17 poin persentase secara tahunan.
Meski mengalami perlambatan, prospek perekonomian Bali sepanjang 2026 masih diperkirakan berada pada tingkat pertumbuhan positif.
Bank Indonesia Provinsi Bali memproyeksikan pertumbuhan ekonomi daerah tersebut dapat mencapai 5,9 persen sepanjang 2026.
Dukungan pembiayaan melalui program kredit prioritas pemerintah menjadi salah satu instrumen yang diarahkan untuk menjaga aktivitas ekonomi dan mendukung sektor-sektor produktif di Bali.
Penyaluran kredit kepada sektor perdagangan, pertanian, industri pengolahan, serta kegiatan usaha yang berkaitan dengan pariwisata diharapkan dapat memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat.
Dengan realisasi pembiayaan mencapai Rp10,82 triliun hingga triwulan III-2026, pemerintah terus memperluas dukungan permodalan bagi masyarakat dan pelaku usaha sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi Bali secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Shila Glorya




