
Pantau - Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menyatakan Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang logistik dan perdagangan di Pulau Kalimantan, terutama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Febrian mengatakan posisi geografis Kalsel yang dekat dengan Pulau Jawa, didukung jaringan sungai serta pengalaman panjang dalam perdagangan, menjadi modal penting untuk mengembangkan peran tersebut.
"Kedekatannya dengan Pulau Jawa, jaringan sungai dan pengalaman panjang dalam perdagangan merupakan modal yang sangat berharga hingga menempati posisi strategis itu," ujarnya saat menjadi narasumber secara daring dalam diskusi publik di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Senin (2/11/2026).
Diskusi bertajuk "Membongkar Visi Nusantara Economic Superhub: Di Mana Posisi Kalsel?" tersebut membahas peluang Kalimantan Selatan dalam pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Kalimantan Selatan Dinilai Strategis Jadi Pusat Logistik dan Perdagangan
Febrian menjelaskan bahwa transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa dan Sumatera.
Menurutnya, Pulau Kalimantan memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan industri, perdagangan, dan infrastruktur.
Pembangunan IKN di Kalimantan Timur juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di lima provinsi yang berada di Pulau Kalimantan.
Febrian menyebut Kalimantan memiliki tiga peran strategis yang saling melengkapi, yakni sebagai kawasan industri, basis ekspor nasional, dan pemasok kebutuhan ekonomi regional.
"Potensinya sangat besar, pada tahun 2025, Kalimantan menyumbang 14 persen ekspor nasional," ujar Febrian.
Ia menilai Kalimantan Selatan dapat mengambil peran penting sebagai penghubung kegiatan logistik dan perdagangan antardaerah di Kalimantan.
"Nah, sekarang ini pertanyaannya di mana posisi Kalimantan Selatan?, menurut saya Kalimantan Selatan memiliki posisi strategis jadi pintu gerbang logistik dan perdagangan se-Kalimantan," ujarnya.
Ekspor Melalui Pelabuhan Trisakti Capai 12,13 Miliar Dolar AS
Febrian mengungkapkan bahwa aktivitas perdagangan melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menjadi salah satu indikator penting posisi Kalsel dalam jaringan logistik Kalimantan.
Pada 2025, nilai ekspor melalui Pelabuhan Trisakti tercatat mencapai 12,13 miliar dolar Amerika Serikat.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa besarnya nilai ekspor belum tentu secara langsung mencerminkan manfaat ekonomi yang diterima masyarakat setempat.
"Namun besarnya ekspor itu memang secara otomatis belum mencerminkan manfaat ekonomi, kita mendorong kebijakan logistik tumbuhnya industri, usaha lokal dan lapangan kerja," ujarnya.
Menurut Febrian, penguatan sektor logistik perlu diikuti pertumbuhan industri pengolahan, pengembangan usaha lokal, dan penciptaan lapangan kerja.
Dengan demikian, aktivitas perdagangan dan ekspor dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Bappenas Soroti Tiga Sektor Unggulan Ekonomi Kalsel
Febrian mengidentifikasi tiga sektor yang berpotensi menjadi andalan Kalimantan Selatan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
Sektor pertama adalah penguatan ketahanan pangan regional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung perkembangan kawasan.
Sektor kedua adalah pengembangan kawasan industri guna meningkatkan nilai tambah sumber daya dan aktivitas ekonomi daerah.
Sektor ketiga adalah peningkatan konektivitas infrastruktur untuk memperlancar distribusi barang serta mendukung pengembangan ekonomi.
Ketiga sektor tersebut dinilai dapat memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai penghubung kegiatan perdagangan dan logistik di Pulau Kalimantan.
Pembangunan IKN Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kalsel
Febrian menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berkaitan dengan pemindahan pusat pemerintahan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan.
Menurutnya, kedekatan geografis Kalsel dengan IKN harus dimanfaatkan melalui peningkatan hubungan ekonomi dan pengembangan sektor produktif.
"Masa depan Kalsel tidak hanya ditentukan dengan kedekatannya dengan IKN, tapi kesiapan memanfaatkan peluang ekonomi yang lahir dari pembangunan IKN, kita perlu mengubah kedekatan geografis menjadi keterhubungan ekonomi, mengubah kekayaan alam jadi nilai tambah, dan memastikan pertumbuhan ekonomi membawa kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Diskusi publik tersebut diselenggarakan oleh Kalimantan Post bersama Universitas Lambung Mangkurat di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa ULM Banjarmasin.
Kegiatan itu turut diikuti perwakilan Otorita IKN, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Bank Indonesia, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf




