HOME  ⁄  Ekonomi

Kementerian UMKM dan BEI Siapkan 200 UKM Melantai di Bursa, Buka Peluang Pendanaan Lewat IPO

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kementerian UMKM dan BEI Siapkan 200 UKM Melantai di Bursa, Buka Peluang Pendanaan Lewat IPO
Foto: Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan program Go Public Academy for SMEs guna memperkuat kesiapan usaha kecil dan menengah (UKM) mengakses pendanaan melalui pasar modal di Jakarta, Senin 2/11/2026 (sumber: ANTARA/Shofi Ayudiana)

Pantau - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan sekitar 200 usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengikuti program Go Public Academy for SMEs guna memperkuat kesiapan perusahaan mengakses pendanaan melalui pasar modal.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas bisnis, memperbaiki tata kelola perusahaan, serta mempersiapkan UKM memenuhi persyaratan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Deputi Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menjelaskan bahwa sebanyak 200 perusahaan tersebut merupakan hasil seleksi dari sekitar 3.300 usaha yang sebelumnya telah dipetakan oleh kementeriannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Bagus di Jakarta, Senin, saat menjelaskan langkah pemerintah memperluas akses pembiayaan bagi perusahaan berskala kecil dan menengah.

Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan, prospek pengembangan bisnis, serta kesiapan mengakses sumber pembiayaan melalui pasar modal.

Dari ribuan perusahaan yang telah diidentifikasi, sebanyak 200 UKM dinilai memiliki potensi untuk mengikuti tahapan pembinaan lebih lanjut sebelum memasuki pasar modal.

Kementerian UMKM Gandeng Bank Himbara Persiapkan UKM Menuju IPO

Kementerian UMKM turut mendorong keterlibatan perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mendukung persiapan UKM menjadi perusahaan terbuka.

Sejumlah bank yang diharapkan berpartisipasi dalam program tersebut meliputi Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI).

Dukungan perbankan diharapkan dapat diberikan melalui perusahaan sekuritas masing-masing bank, terutama dalam mendampingi UKM menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk melakukan IPO.

Salah satu dokumen penting yang menjadi perhatian adalah prospektus, yakni dokumen yang memuat informasi mengenai kondisi perusahaan, kinerja keuangan, kegiatan usaha, serta berbagai aspek bisnis yang perlu diketahui calon investor.

Pendampingan penyusunan prospektus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan perusahaan sebelum menawarkan saham kepada masyarakat.

Bagus berharap sekitar 200 perusahaan yang mengikuti program Go Public Academy for SMEs nantinya dapat menjadi contoh bagi pelaku UKM lainnya dalam memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.

Melalui program tersebut, pemerintah ingin mendorong semakin banyak perusahaan berskala kecil dan menengah untuk memperluas usaha tanpa hanya bergantung pada pembiayaan perbankan.

Sebanyak 42 UKM Berhasil Raih Pendanaan Rp2 Triliun dari Pasar Modal

Bagus mengungkapkan bahwa pasar modal telah menunjukkan potensinya sebagai alternatif pembiayaan bagi perusahaan kategori UKM.

Saat ini, terdapat 42 emiten kategori UKM yang telah mencatatkan saham di Papan Akselerasi BEI, yaitu papan pencatatan yang disediakan bagi perusahaan dengan aset berskala kecil dan menengah.

Dari jumlah tersebut, perusahaan-perusahaan yang telah melantai di bursa berhasil memperoleh tambahan permodalan dari investor dengan nilai keseluruhan mencapai Rp2 triliun.

"42 perusahaan yang sudah tercatat ini bisa mendapatkan pembiayaan, permodalan dari investor itu totalnya Rp2 triliun. Jadi ini sangat bagus sekali," ucap Bagus.

Capaian pendanaan tersebut memperlihatkan peluang perusahaan kategori UKM untuk memperoleh tambahan modal melalui mekanisme penawaran saham kepada publik.

Selain mendapatkan pembiayaan, sejumlah perusahaan juga menunjukkan perkembangan setelah mencatatkan saham di BEI.

Bagus menyebut satu perusahaan yang sebelumnya tercatat di Papan Akselerasi telah berhasil berpindah ke Papan Pengembangan BEI.

Sementara itu, sekitar delapan perusahaan lainnya telah naik ke Papan Utama BEI.

Perpindahan tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan perusahaan dalam memenuhi kriteria pencatatan pada papan bursa yang lebih tinggi.

Bagus menilai perkembangan itu menunjukkan bahwa akses pasar modal dapat mendukung pertumbuhan perusahaan sekaligus membuka peluang peningkatan skala usaha.

BEI Catat 33,4 Juta Investor dan 962 Perusahaan Tercatat

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa pasar modal dapat menjadi alternatif pembiayaan bagi perusahaan yang membutuhkan tambahan modal dalam jumlah lebih besar.

Menurutnya, kebutuhan pendanaan perusahaan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan kegiatan usaha dan pengembangan bisnis.

Dalam kondisi tersebut, pasar modal dapat menjadi salah satu pilihan perusahaan untuk memperoleh pendanaan dari investor.

Jeffrey mengungkapkan bahwa pasar modal Indonesia saat ini memiliki sekitar 33,4 juta investor.

Selain memiliki basis investor yang besar, BEI juga mencatat sebanyak 962 perusahaan telah terdaftar di pasar modal Indonesia.

Jumlah investor dan perusahaan tercatat tersebut menjadi bagian dari potensi pasar modal dalam mendukung kebutuhan pembiayaan dunia usaha.

Melalui program Go Public Academy for SMEs, BEI bersama Kementerian UMKM berupaya memperluas kesempatan bagi perusahaan berskala kecil dan menengah untuk memanfaatkan potensi tersebut.

Program Go Public Academy Perkuat Tata Kelola dan Transparansi Keuangan UKM

Program Go Public Academy for SMEs merupakan pengembangan kerja sama antara Kementerian UMKM dan BEI yang sebelumnya telah dijalankan melalui program RISE To IPO sejak 2025.

Melalui pengembangan tersebut, pemerintah bersama BEI memperluas pendampingan agar semakin banyak UKM memiliki kesiapan untuk menjadi perusahaan terbuka.

Perusahaan yang mengikuti program akan memperoleh pembinaan untuk memperkuat fundamental bisnis sebagai salah satu persyaratan penting sebelum memasuki pasar modal.

Pembinaan juga mencakup peningkatan kualitas tata kelola perusahaan agar kegiatan usaha dapat dijalankan secara lebih terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan terbuka.

Selain itu, peserta akan mendapatkan pendampingan dalam meningkatkan kualitas dan transparansi informasi keuangan.

Transparansi laporan keuangan menjadi salah satu aspek penting bagi investor dalam menilai kondisi keuangan, kinerja, serta prospek pertumbuhan perusahaan.

Peserta program juga akan memperoleh pemahaman mengenai tahapan dan mekanisme IPO, termasuk berbagai persiapan yang harus dilakukan sebelum mencatatkan saham di BEI.

Melalui kolaborasi Kementerian UMKM, BEI, serta dukungan perusahaan sekuritas perbankan Himbara, pemerintah berharap kesiapan UKM dalam memenuhi persyaratan pasar modal dapat semakin meningkat.

Penyiapan sekitar 200 UKM tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi perusahaan berskala kecil dan menengah sekaligus mendorong lebih banyak pelaku usaha berkembang menjadi perusahaan terbuka.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026