HOME  ⁄  Ekonomi

Inflasi Jakarta Oktober 2026 Capai 0,13 Persen, Harga Cabai Merah dan Makanan Restoran Jadi Pemicu

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Inflasi Jakarta Oktober 2026 Capai 0,13 Persen, Harga Cabai Merah dan Makanan Restoran Jadi Pemicu
Foto: Tangkapan layar - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Kadarmanto dalam kegiatan rilis berita statistik di Jakarta, Senin 2/10/2026

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat inflasi Jakarta pada Oktober 2026 sebesar 0,13 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm), terutama dipengaruhi kenaikan harga cabai merah, makanan restoran, serta sejumlah kebutuhan masyarakat.

Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto menyampaikan bahwa kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran menjadi kelompok pengeluaran dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi Jakarta pada Oktober 2026.

Kelompok tersebut memberikan andil inflasi sebesar 0,03 poin persentase, dengan sate, martabak, dan pizza sebagai komoditas penyumbang kenaikan harga.

"Kelompok penyediaan makanan dan minuman restoran memiliki andil inflasi sebesar 0,03 persen. Adapun komoditas penyumbang inflasi pada kelompok ini adalah sate, martabak dan pizza," kata Kadarmanto di Jakarta, Senin, 2 November 2026.

Sementara itu, cabai merah menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi umum Jakarta, yakni mencapai 0,06 poin persentase.

BPS mencatat harga rata-rata cabai merah pada Oktober 2026 mencapai Rp66.822 per kilogram setelah mengalami kenaikan sebesar 24,1 persen.

Harga Sate, Martabak, dan Pizza Dorong Inflasi Restoran

BPS DKI Jakarta mencatat kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran memberikan kontribusi sebesar 0,03 poin persentase terhadap inflasi bulanan Jakarta.

Kenaikan harga sejumlah makanan siap saji menjadi faktor utama yang mendorong inflasi pada kelompok pengeluaran tersebut.

Berdasarkan rincian BPS, sate memberikan andil inflasi sebesar 0,01 poin persentase pada Oktober 2026.

Martabak juga mencatatkan kontribusi inflasi sebesar 0,01 poin persentase.

Sementara itu, pizza turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga pada kelompok restoran, meskipun andilnya tercatat kurang dari 0,01 poin persentase.

Pergerakan harga ketiga komoditas tersebut menjadi bagian dari perubahan harga makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat di luar rumah.

Selain kelompok restoran, BPS mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok pengeluaran dengan kontribusi inflasi tertinggi kedua pada Oktober 2026.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,02 poin persentase terhadap inflasi bulanan Jakarta.

Sejumlah komoditas yang memengaruhi pergerakan harga dalam kelompok tersebut meliputi cabai merah, cabai rawit, tomat, ikan kembung, dan ikan mas.

Cabai Merah Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar di Jakarta

Dari sisi komoditas, cabai merah tercatat sebagai penyumbang inflasi terbesar di Jakarta pada Oktober 2026.

BPS DKI Jakarta mencatat harga rata-rata cabai merah mencapai Rp66.822 per kilogram dengan kenaikan sebesar 24,1 persen.

Kenaikan harga tersebut menyebabkan cabai merah memberikan andil inflasi sebesar 0,06 poin persentase terhadap inflasi umum Jakarta.

"Peningkatan harga cabai merah secara rata-rata mendorong inflasi sebesar 24,1 persen, yang pada gilirannya akan memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen," ungkap Kadarmanto.

Selain cabai merah, sejumlah komoditas lain turut memberikan kontribusi terhadap inflasi Jakarta, mulai dari biaya kontrak rumah hingga perangkat elektronik.

Kontrak rumah menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar berikutnya dengan andil sebesar 0,02 poin persentase.

Komoditas laptop atau notebook juga memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,02 poin persentase.

Sementara itu, tarif rumah sakit menyumbang inflasi sebesar 0,01 poin persentase, disusul sate dengan kontribusi sebesar 0,01 poin persentase.

Berikut lima komoditas dengan andil inflasi terbesar di Jakarta pada Oktober 2026 berdasarkan data BPS DKI Jakarta.

KomoditasAndil Inflasi
Cabai merah0,06 poin persentase
Kontrak rumah0,02 poin persentase
Laptop/notebook0,02 poin persentase
Tarif rumah sakit0,01 poin persentase
Sate0,01 poin persentase

Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga cabai merah memberikan kontribusi paling besar terhadap inflasi umum Jakarta dibandingkan komoditas lainnya.

Perubahan harga pada sektor perumahan, barang elektronik, layanan kesehatan, dan makanan siap saji juga turut memengaruhi pergerakan inflasi sepanjang Oktober 2026.

Inflasi Jakarta Lebih Rendah Dibandingkan Nasional

BPS mencatat tingkat inflasi bulanan secara nasional pada Oktober 2026 mencapai 0,22 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi bulanan Jakarta yang tercatat sebesar 0,13 persen pada periode yang sama.

Dengan demikian, terdapat selisih sebesar 0,09 poin persentase antara tingkat inflasi Jakarta dan inflasi nasional pada Oktober 2026.

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga konsumen secara bulanan di Jakarta lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi nasional.

Meski demikian, sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat di Jakarta tetap mengalami kenaikan harga, terutama cabai merah dan makanan yang dijual di restoran.

Kenaikan harga juga terjadi pada komponen pengeluaran lainnya, seperti kontrak rumah, perangkat elektronik, serta layanan kesehatan.

Berdasarkan data BPS DKI Jakarta, inflasi Oktober 2026 dipengaruhi oleh perubahan harga pada berbagai kelompok pengeluaran, dengan kelompok restoran memberikan andil terbesar berdasarkan kelompok pengeluaran.

Sementara itu, cabai merah menjadi komoditas individual dengan kontribusi paling dominan terhadap inflasi umum Jakarta.

Secara keseluruhan, inflasi Jakarta sebesar 0,13 persen pada Oktober 2026 menunjukkan adanya kenaikan harga sejumlah barang dan jasa, meskipun tingkat inflasinya masih berada di bawah angka nasional sebesar 0,22 persen.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026