HOME  ⁄  Ekonomi

Investasi Kota Bandung Tembus Rp9,4 Triliun hingga Triwulan III 2026, Pemkot Kejar Target Rp12 Triliun

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Investasi Kota Bandung Tembus Rp9,4 Triliun hingga Triwulan III 2026, Pemkot Kejar Target Rp12 Triliun
Foto: Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, Eric Mohamad Atthauriq saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin 2/11/2026 (sumber: ANTARA/Rubby Jovan)

Pantau - Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, mencatat realisasi investasi mencapai Rp9,4 triliun hingga triwulan III 2026 atau sekitar 78,3 persen dari target penanaman modal sepanjang tahun sebesar Rp12 triliun.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kota Bandung masih membutuhkan tambahan investasi sekitar Rp2,6 triliun untuk memenuhi target yang telah ditetapkan hingga akhir 2026.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, Eric Mohamad Atthauriq, mengungkapkan bahwa realisasi investasi daerah menunjukkan tren peningkatan selama tiga triwulan pertama tahun ini.

Menurut Eric, pertumbuhan investasi terjadi secara bertahap sejak triwulan I hingga triwulan III, termasuk peningkatan realisasi penanaman modal dari triwulan II menuju triwulan III.

“Tren realisasi investasi Kota Bandung relatif meningkat dari triwulan I sampai triwulan III. Posisi sekarang sekitar Rp9,4 triliun,” kata Eric di Bandung, Senin.

Pemerintah Kota Bandung terus mendorong peningkatan investasi melalui kemudahan layanan perizinan, pendampingan pelaku usaha, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan promosi investasi untuk menarik minat penanam modal.

Investasi Dalam Negeri Dominasi Realisasi Penanaman Modal Bandung

Berdasarkan sumber penanaman modal, investasi dalam negeri menjadi penyumbang terbesar terhadap total realisasi investasi Kota Bandung hingga triwulan III 2026.

Eric mengungkapkan bahwa realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp8,1 triliun dari keseluruhan investasi yang tercatat sebesar Rp9,4 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa investor domestik memberikan kontribusi terbesar terhadap aktivitas penanaman modal di Kota Bandung sepanjang tiga triwulan pertama 2026.

Sementara itu, realisasi penanaman modal asing (PMA) dilaporkan mencapai Rp1,3 miliar berdasarkan angka yang disampaikan dalam laporan.

Besarnya kontribusi PMDN menunjukkan peran pelaku usaha dalam negeri dalam mendukung pertumbuhan investasi daerah.

Eric menjelaskan bahwa terdapat sejumlah faktor yang mendorong minat investor untuk mengembangkan kegiatan usaha di Kota Bandung, baik dari kalangan penanam modal domestik maupun asing.

Salah satu faktor utama adalah kemudahan pelayanan perizinan dan investasi yang terus dikembangkan DPMPTSP Kota Bandung.

Pemerintah daerah berupaya menyederhanakan akses pelayanan administrasi agar proses pengurusan perizinan usaha dapat dilakukan secara lebih mudah oleh masyarakat dan calon investor.

Pemkot Bandung Permudah Perizinan Lewat OSS dan Layanan Sakedap

Untuk mendukung peningkatan investasi, DPMPTSP Kota Bandung menyediakan berbagai fasilitas pendampingan perizinan bagi pelaku usaha.

Salah satu layanan yang disediakan adalah pendampingan penggunaan sistem Online Single Submission (OSS) untuk membantu masyarakat mengurus perizinan berusaha secara elektronik.

Melalui layanan tersebut, pelaku usaha yang mengalami kendala dalam penggunaan sistem OSS dapat memperoleh bantuan dalam memenuhi kebutuhan administrasi perizinan.

Selain pendampingan OSS, Pemerintah Kota Bandung juga menyediakan layanan Sakedap atau Sarana Anjungan Kemudahan Perizinan.

Layanan Sakedap ditempatkan di sejumlah kecamatan serta sentra industri dan pasar untuk mendekatkan pelayanan perizinan kepada masyarakat.

Fasilitas tersebut terutama ditujukan bagi pelaku usaha mikro yang membutuhkan bantuan dalam mengurus dokumen dan memenuhi persyaratan administrasi usaha.

"Kami juga memberikan layanan perbantuan OSS, layanan Sakedap (Sarana Anjungan Kemudahan Perizinan) di kecamatan dan sentra-sentra industri pasar bagi pelaku usaha mikro," kata Eric.

Eric menilai kemudahan akses pelayanan perizinan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya tarik Kota Bandung sebagai tujuan investasi.

Peningkatan kualitas pelayanan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung pertumbuhan kegiatan usaha dan memperluas kesempatan penanaman modal.

Pemkot Bandung Andalkan Trilogi Investasi untuk Tarik Investor

Selain memperbaiki pelayanan perizinan, Pemerintah Kota Bandung mengembangkan berbagai inovasi promosi investasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Salah satu strategi yang dijalankan DPMPTSP Kota Bandung adalah program trilogi investasi yang mulai digagas sejak 2025.

Program tersebut terdiri atas tiga kegiatan utama, yakni Bandung Investment Forum, Investor Day, dan Bandung Investment Summit.

Ketiga kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan calon investor sekaligus memperkenalkan berbagai potensi penanaman modal di Kota Bandung.

Melalui Bandung Investment Forum, pemerintah menyediakan ruang komunikasi dan pertemuan untuk membahas peluang investasi serta memperkuat hubungan dengan kalangan penanam modal.

Sementara itu, kegiatan Investor Day diarahkan untuk membangun komunikasi dengan investor dan memperkenalkan berbagai peluang pengembangan usaha yang tersedia di Kota Bandung.

Adapun Bandung Investment Summit menjadi salah satu agenda promosi investasi yang digunakan pemerintah daerah untuk menawarkan potensi penanaman modal kepada calon investor.

Eric menjelaskan bahwa program trilogi investasi yang telah dimulai sejak 2025 kembali dilaksanakan pada 2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan investasi daerah.

Pemerintah Kota Bandung juga merencanakan penyelenggaraan kegiatan dalam rangkaian program tersebut pada Desember 2026.

“Di tahun 2026 ini kami kembali melaksanakan trilogi investasi. Rencananya Desember yang akan datang kami juga akan melaksanakan kegiatan ini,” ujar Eric.

Pemkot Bandung Kejar Tambahan Investasi Rp2,6 Triliun

Dengan realisasi investasi sebesar Rp9,4 triliun hingga triwulan III, Pemerintah Kota Bandung masih harus mengejar sekitar 21,7 persen dari target investasi tahunan.

Tambahan penanaman modal sebesar Rp2,6 triliun diperlukan agar target investasi Rp12 triliun dapat tercapai pada akhir 2026.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, pemerintah daerah terus mengoptimalkan kemudahan layanan perizinan, pendampingan pelaku usaha, dan promosi berbagai peluang investasi.

Pelaksanaan program trilogi investasi juga menjadi salah satu langkah untuk memperluas pertemuan dengan calon penanam modal serta meningkatkan ketertarikan investor terhadap potensi usaha di Kota Bandung.

Pemerintah Kota Bandung berharap berbagai strategi tersebut dapat mendorong tambahan realisasi investasi pada triwulan IV sekaligus mempertahankan tren pertumbuhan penanaman modal yang telah berlangsung sejak awal 2026.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026