HOME  ⁄  Ekonomi

42 Emiten UKM di BEI Himpun Dana Rp2 Triliun Lewat IPO, Sebanyak 23 Perusahaan Disiapkan Melantai pada 2027

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

42 Emiten UKM di BEI Himpun Dana Rp2 Triliun Lewat IPO, Sebanyak 23 Perusahaan Disiapkan Melantai pada 2027
Foto: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan Kementerian UMKM dan PT Surveyor Indonesia mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) dapat naik kelas melalui Initial Public Offering (IPO) di Main Hall BEI, Jakarta, Senin 2/11/2026 (sumber: ANTARA/Muhammad Heriyanto)

Pantau - Sebanyak 42 emiten Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang tercatat di Papan Akselerasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil menghimpun dana mencapai Rp2 triliun melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Capaian tersebut menunjukkan semakin besarnya peran pasar modal Indonesia sebagai alternatif sumber pembiayaan bagi perusahaan skala kecil dan menengah untuk mengembangkan kegiatan usaha.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Bagus Rachman, menyampaikan capaian tersebut berdasarkan laporan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Bagus menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat 43 perusahaan UKM yang tercatat di Papan Akselerasi BEI, tetapi satu perusahaan telah berhasil naik ke Papan Pengembangan sehingga tersisa 42 emiten.

"Tadi sampaikan Pak Dirut (Jeffrey Hendrik), sudah ada satu dari 43 (UKM) yang naik ke Papan Pengembangan, kita harapkan jadi Papan Utama. Dan Papan Akselerasi ini ada 42 perusahaan yang sudah emiten, ini bisa mendapatkan pembiayaan permodalan dari investor itu, totalnya Rp2 triliun," ujar Bagus Rachman.

Pemerintah berharap perusahaan yang berhasil naik ke Papan Pengembangan dapat terus meningkatkan kinerja dan kualitas pengelolaan usaha sehingga berpeluang masuk ke Papan Utama BEI.

BEI Siapkan 23 UKM Melantai di Bursa pada 2027

Selain mencatat keberhasilan penghimpunan dana Rp2 triliun, BEI bersama Kementerian UMKM tengah menjalankan program klinik pelatihan atau coaching clinic bagi 23 UKM yang dipersiapkan untuk memasuki pasar modal Indonesia.

Program pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan perusahaan dalam memenuhi berbagai persyaratan untuk melaksanakan IPO dan menjadi perusahaan terbuka.

BEI optimistis sebanyak 23 UKM peserta program tersebut dapat mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia pada 2027.

Selain pendampingan terhadap 23 perusahaan, BEI bersama Kementerian UMKM juga menyiapkan sekitar 200 UKM untuk mengikuti program Go Public Academy for SMEs.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman pelaku UKM mengenai mekanisme pasar modal, persyaratan pencatatan saham, serta kesiapan perusahaan dalam mengakses pendanaan dari investor.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menilai keberhasilan UKM menghimpun dana melalui IPO menunjukkan besarnya potensi pasar modal sebagai sumber pembiayaan alternatif bagi dunia usaha.

Menurut Jeffrey, akses pendanaan melalui pasar modal dapat membantu perusahaan skala menengah memperluas kegiatan bisnis, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperkuat daya saing.

Pasar modal juga dinilai memiliki peran strategis dalam membantu perusahaan mengatasi keterbatasan akses pembiayaan yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan usaha.

BEI Fokus Tingkatkan Kualitas Emiten dan Tata Kelola Perusahaan

Jeffrey menegaskan bahwa pengembangan pasar modal Indonesia tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah perusahaan yang melakukan IPO, tetapi juga pada kualitas fundamental dan tata kelola perusahaan.

"Fokus kami bukan hanya sekadar meningkatkan jumlah IPO, tetapi melahirkan perusahaan publik dengan fundamental kuat, tata kelola yang baik, berdaya saing, dan berkelanjutan," ujar Jeffrey.

BEI mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 33,4 juta dengan total 962 perusahaan tercatat.

Besarnya jumlah investor dan perusahaan tercatat tersebut menunjukkan potensi pasar modal dalam menyediakan sumber pendanaan jangka panjang bagi perusahaan nasional.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, BEI mengembangkan empat inisiatif strategis guna memperluas akses pembiayaan dan meningkatkan kesiapan perusahaan menjadi emiten.

Keempat inisiatif itu meliputi kerja sama dengan Kementerian UMKM, kolaborasi dengan PT Surveyor Indonesia, peluncuran National GoPublic Academy for Small Medium Enterprises, serta kajian insentif perpajakan bagi perusahaan tercatat.

Kerja sama dengan Kementerian UMKM diarahkan untuk memperluas kesempatan perusahaan skala menengah mendapatkan pembinaan sebelum memasuki pasar modal.

Sementara itu, keterlibatan PT Surveyor Indonesia menjadi bagian dari upaya BEI memperkuat ekosistem perusahaan yang memiliki potensi untuk mencatatkan saham di bursa.

BEI Kaji Insentif Pajak untuk Perusahaan Tercatat

BEI juga melakukan kajian mengenai insentif perpajakan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan manfaat bagi perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di pasar modal.

Kajian tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan ekosistem pasar modal yang diharapkan dapat mendorong semakin banyak perusahaan memanfaatkan pembiayaan melalui bursa.

Di sisi lain, peluncuran National GoPublic Academy for Small Medium Enterprises diharapkan memperluas jangkauan edukasi dan pendampingan kepada UKM yang ingin bertransformasi menjadi perusahaan publik.

Melalui berbagai program tersebut, BEI mendorong perusahaan skala menengah untuk meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat fundamental bisnis, serta membangun model usaha yang berkelanjutan.

Pengembangan ekosistem pasar modal juga diarahkan untuk membantu perusahaan nasional tumbuh secara bertahap, mulai dari perusahaan yang beroperasi di tingkat lokal hingga berkembang menjadi perusahaan berskala nasional.

Dalam jangka panjang, BEI berharap semakin banyak perusahaan Indonesia mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat daya saing, dan mengembangkan bisnis hingga mampu bersaing di pasar global.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026