HOME  ⁄  Ekonomi

Ekspor Mebel Jati dan Briket Kelapa Blora Tembus Rp70,04 Miliar, Naik 70,9 Persen hingga Triwulan III 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ekspor Mebel Jati dan Briket Kelapa Blora Tembus Rp70,04 Miliar, Naik 70,9 Persen hingga Triwulan III 2026
Foto: (Sumber :Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora Kiswoyo. ANTARA/Gunawan. ANTARA/Gunawan..)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencatat nilai ekspor produk unggulan daerah mencapai Rp70,04 miliar atau setara 3,9 juta dolar Amerika Serikat hingga triwulan III 2026, meningkat 70,9 persen dibandingkan capaian hingga triwulan sebelumnya.

Kenaikan tersebut ditopang oleh ekspor dua komoditas utama, yakni mebel berbahan kayu jati dan briket arang dari batok kelapa.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora Kiswoyo mengatakan aktivitas ekspor tersebut melibatkan sejumlah pelaku usaha lokal yang telah menjangkau pasar internasional.

"Nilai ekspor sebesar itu, berasal dari enam pelaku usaha di Kabupaten Blora," kata Kiswoyo di Blora, Selasa (3/11/2026).

Ekspor Blora Naik Rp29,06 Miliar dalam Satu Triwulan

Berdasarkan data Dindagkop UKM Blora, nilai ekspor produk unggulan daerah menunjukkan peningkatan sepanjang 2026.

Pada triwulan I 2026, nilai ekspor tercatat sebesar Rp23,81 miliar atau sekitar 1,4 juta dolar AS.

Capaian tersebut meningkat 75,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 795.809 dolar AS atau sekitar Rp13,06 miliar.

Hingga triwulan II 2026, nilai ekspor kumulatif Blora bertambah menjadi Rp40,98 miliar atau setara 2,4 juta dolar AS.

Memasuki triwulan III, nilai ekspor kembali meningkat menjadi Rp70,04 miliar atau sekitar 3,9 juta dolar AS.

Dengan demikian, terjadi penambahan nilai ekspor sebesar Rp29,06 miliar atau 70,9 persen dibandingkan capaian kumulatif hingga triwulan II.

"Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator positif bagi perkembangan produk unggulan daerah, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pemasaran ke negara tujuan ekspor lainnya," ujarnya.

Mebel Jati dan Briket Kelapa Jadi Andalan Ekspor

Kiswoyo menjelaskan bahwa aktivitas ekspor Blora masih didominasi produk mebel berbahan kayu jati dan briket arang dari batok kelapa.

Mebel kayu jati menjadi salah satu komoditas unggulan karena bahan bakunya dikenal memiliki kekuatan, ketahanan, dan nilai jual yang tinggi.

Sementara itu, briket arang batok kelapa digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk bahan bakar pemanggang makanan, penghangat ruangan, dan keperluan rokok.

Kedua komoditas tersebut telah dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Lebanon, Turki, negara-negara Eropa, serta beberapa negara Arab.

Menurut Kiswoyo, keberhasilan enam pelaku usaha menembus pasar internasional menunjukkan potensi daya saing produk lokal Blora.

Pemkab Blora Dorong Lebih Banyak Pelaku Usaha Masuk Pasar Ekspor

Pemerintah Kabupaten Blora berharap peningkatan ekspor dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain memperbesar nilai perdagangan, kegiatan ekspor diharapkan dapat memperluas pasar produk lokal dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.

Kiswoyo juga mendorong pelaku usaha lainnya untuk meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar luar negeri.

"Semakin banyak pelaku usaha di Blora yang mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produknya sehingga dapat mengikuti jejak enam pelaku usaha yang telah menembus pasar internasional," imbuhnya.

Pemerintah daerah menargetkan semakin banyak produk unggulan Blora dapat menjangkau negara tujuan ekspor lainnya melalui peningkatan kualitas dan daya saing usaha lokal.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026