HOME  ⁄  Ekonomi

BMKG Peringatkan Hujan Petir, Gelombang hingga 4 Meter, dan Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Peringatkan Hujan Petir, Gelombang hingga 4 Meter, dan Banjir Rob di Sejumlah Wilayah Indonesia
Foto: (Sumber :Seorang warga di Belitung menampung air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di Tanjungpandan, Selasa (27/10/2026). ANTARA/Apriliansyah.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai petir, gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter, serta banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu, 4 November 2026.

BMKG mengimbau masyarakat, nelayan, pelaku pelayaran, serta pemangku kepentingan terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Prakirawan BMKG Ranika mengatakan kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh sirkulasi siklonik yang terbentuk di Samudra Pasifik sebelah utara Pulau Biak.

Sirkulasi tersebut memicu terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, terutama di kawasan perairan Laut Filipina.

BMKG juga mendeteksi sebaran awan kumulonimbus di sejumlah wilayah yang berpotensi menimbulkan cuaca signifikan dan memengaruhi aktivitas penerbangan.

BMKG Waspadai Hujan Petir di Nabire dan Jayawijaya

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, potensi hujan disertai petir perlu diwaspadai masyarakat di wilayah Nabire dan Jayawijaya, Papua.

Sementara itu, hujan ringan diprakirakan terjadi di sejumlah kota besar di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan meliputi Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung.

Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Serang, Jakarta, Semarang, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Mamuju, Manado, Sorong, dan Jayapura.

Adapun Surabaya, Kupang, Makassar, dan Manokwari diprakirakan mengalami kondisi berawan tebal.

BMKG juga memperkirakan potensi udara kabur atau berkabut di Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Tanjung Selor, Samarinda, Palu, Gorontalo, Kendari, Ambon, Merauke, dan Ternate.

Masyarakat di wilayah tersebut diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Awan Kumulonimbus Berpotensi Ganggu Aktivitas Penerbangan

BMKG mengeluarkan peringatan dini mengenai sebaran awan kumulonimbus yang berpotensi menimbulkan cuaca signifikan di berbagai wilayah Indonesia.

Wilayah yang perlu diwaspadai mencakup Samudra Hindia barat Bengkulu dan Kepulauan Mentawai, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, serta Sumatera Selatan.

Potensi pertumbuhan awan kumulonimbus juga terpantau di kawasan Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Di wilayah timur Indonesia, kondisi serupa berpotensi terjadi di Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Keberadaan awan kumulonimbus dapat berkaitan dengan hujan lebat, petir, dan turbulensi yang perlu diperhatikan dalam operasional penerbangan.

BMKG mengimbau maskapai penerbangan dan otoritas bandara untuk terus memantau pembaruan data cuaca demi menjaga keselamatan penerbangan.

Gelombang Laut Berpotensi Capai 4 Meter di Samudra Hindia

Dalam peringatan dini maritim, BMKG mencatat potensi gelombang tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia.

Gelombang tinggi tersebut diprakirakan terjadi di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu.

Potensi serupa juga perlu diwaspadai di perairan barat Lampung hingga Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

Kondisi gelombang tersebut dapat meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran, terutama kapal berukuran kecil dan kegiatan penangkapan ikan.

BMKG meminta masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas kelautan memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum melaut.

Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Lima Wilayah Pesisir

Selain hujan petir dan gelombang tinggi, BMKG mengingatkan adanya potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah daerah.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

Peringatan serupa juga berlaku bagi kawasan pesisir Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan naiknya air laut ke daratan.

BMKG menekankan pentingnya pemantauan informasi cuaca terkini mengingat kondisi atmosfer dan perairan dapat berubah selama masa peralihan musim.

Informasi prakiraan dan peringatan dini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG untuk mendukung keselamatan aktivitas masyarakat di darat, laut, maupun udara.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026