
Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meninjau tanggul sungai yang terdampak banjir susulan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, sekaligus mendorong percepatan pembangunan tanggul dan pengerukan sungai untuk mencegah banjir kembali merendam permukiman warga.
Peninjauan dilakukan Tito selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera pada Selasa, 3 November 2026.
Banjir susulan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan kembali merusak sejumlah infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan yang sebelumnya telah diperbaiki.
Selain itu, sejumlah permukiman warga yang telah dibersihkan setelah bencana sebelumnya kembali tertutup lumpur akibat banjir.
Tito mengatakan curah hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah Sumatera menjadi salah satu penyebab banjir terus berulang.
"Di daerah Aceh, Sumatera Utara bagian barat, selain bagian timur, Sumatera Barat, itu curah hujan masih tinggi terus. Bahkan di musim kemarau kemarin tetap juga tinggi, sehingga mengakibatkan banjir lagi, banjir lagi," kata Tito dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.
Tito Karnavian Tinjau Tanggul Sungai Krueng Meureudu dan Alue Keutapang
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Pidie Jaya, Tito meninjau sejumlah lokasi yang terdampak banjir susulan untuk mengetahui kondisi infrastruktur dan kebutuhan penanganan.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah tanggul Sungai Krueng Meureudu di Desa Dayah Usen.
Tito bersama rombongan menyusuri kawasan tanggul dan berdialog langsung dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Asyari.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi tanggul dan menentukan langkah yang diperlukan guna melindungi permukiman di sekitar aliran sungai.
Selain Sungai Krueng Meureudu, Tito juga mendatangi tanggul Sungai Alue Keutapang yang turut terdampak banjir susulan.
Ia kemudian meninjau lahan persawahan yang mengalami kerusakan berat di Desa Beuringen.
Lahan pertanian tersebut kini telah ditanami jagung setelah sebelumnya terdampak bencana.
Sebanyak 137 Sungai di Sumatera Mengalami Sedimentasi
Berdasarkan hasil peninjauan, Tito menilai pembangunan tanggul perlu dipercepat agar luapan sungai tidak kembali menggenangi permukiman masyarakat.
Selain pembangunan tanggul, pemerintah juga perlu melakukan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan akibat penumpukan material sedimen.
Menurut catatan Satgas PRR, sebanyak 137 sungai di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami sedimentasi setelah bencana yang terjadi pada November 2025.
Kondisi sedimentasi tersebut ditemukan pada sungai dengan panjang yang berbeda-beda di ketiga provinsi.
Pengerukan diperlukan untuk menangani penumpukan material yang dapat mengurangi kapasitas aliran sungai.
Tito menyampaikan bahwa pekerjaan pengerukan tidak hanya akan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Tentara Nasional Indonesia.
Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan.
"Pengerukan tidak hanya kami serahkan kepada PU (Kementerian Pekerjaan Umum), TNI. Tapi juga di antaranya melalui mekanisme kerja sama dengan pihak ketiga. Enggak apa-apa, win-win solution," ujarnya.
Pemerintah Salurkan Bantuan Tunai Rp400 Juta untuk Dua Desa
Selain meninjau infrastruktur, Tito menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya dan wilayah sekitarnya.
Bantuan tersebut meliputi uang tunai, kebutuhan pokok, serta peralatan pendukung penanganan banjir.
Satgas PRR menyerahkan bantuan tunai masing-masing Rp200 juta untuk Desa Dayah Usen dan Desa Alue Keutapang di Kabupaten Pidie Jaya.
Dengan demikian, total bantuan tunai yang disalurkan kepada kedua desa tersebut mencapai Rp400 juta.
Pemerintah juga menyerahkan satu unit kendaraan penyedia air multifungsi dari Satgas PRR.
Selain itu, sembilan unit pompa air disalurkan untuk mendukung penanganan banjir di Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, dan Aceh Utara.
Kementerian Sosial turut memberikan bantuan berupa paket sembako dan logistik darurat bagi masyarakat terdampak.
"Tadi kami sudah memberikan bantuan, baik tunai maupun non-tunai kepada warga yang terdampak, sembari kami mencari solusi. Jangan sampai terulang lagi banjir yang sama, caranya cepat-cepat pembangunan bendungannya, tanggulnya," kata Tito.
Bupati Pidie Jaya Benarkan Banjir Susulan Kembali Rendam Permukiman
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi membenarkan bahwa banjir susulan dalam beberapa pekan terakhir telah berdampak terhadap permukiman masyarakat.
Menurutnya, kawasan permukiman yang berada dekat aliran sungai menjadi salah satu wilayah yang terdampak banjir.
Sibral juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mendagri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera.
Ia menilai kunjungan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.
Sementara itu, Satgas PRR terus memetakan kebutuhan pembangunan tanggul, pengerukan sungai, dan pemulihan infrastruktur yang kembali terdampak banjir.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




