
Pantau - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat kesiapan keselamatan pelayaran dengan menyiapkan 224 kapal di 37 pelabuhan untuk menghadapi angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru 2026/2027).
Penguatan tersebut dilakukan melalui pemeriksaan armada secara berkala, peningkatan kesiapsiagaan awak kapal, pertemuan keselamatan (safety meeting), serta pemeliharaan kapal untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama perusahaan dalam setiap penyelenggaraan layanan penyeberangan.
"Keselamatan adalah fondasi utama pelayanan ASDP. Kami menerapkan prinsip 3S, yaitu safety, service, dan security, melalui pemeriksaan kesiapan kapal, pemeliharaan armada, serta penguatan kompetensi dan kesiapsiagaan awak kapal," kata Heru saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Prinsip 3S yang mencakup keselamatan, pelayanan, dan keamanan tersebut menjadi landasan ASDP dalam meningkatkan kualitas layanan penyeberangan, terutama menjelang periode dengan mobilitas penumpang dan kendaraan yang tinggi.
ASDP Perkuat Pemeriksaan Armada dan Kesiapsiagaan Awak Kapal
ASDP menetapkan 18 lintasan pantauan nasional yang berada dalam cakupan 15 cabang untuk memastikan penyelenggaraan layanan penyeberangan selama Nataru berlangsung aman, tertib, dan andal.
Selain menyiapkan armada, perusahaan secara rutin menggelar pertemuan keselamatan setiap bulan di seluruh cabang sebagai bagian dari evaluasi operasional dan penguatan budaya keselamatan.
"Kami juga melaksanakan safety meeting bulanan di seluruh cabang sebagai bagian dari evaluasi dan peningkatan budaya keselamatan secara berkelanjutan," ujar Heru.
Penguatan keselamatan armada juga dilakukan melalui perawatan kapal di galangan (docking) secara terjadwal guna memastikan kondisi teknis kapal memenuhi persyaratan operasional.
ASDP turut melaksanakan pemeliharaan teknis di luar jadwal perawatan galangan untuk menjaga kesiapan armada dalam melayani penyeberangan penumpang dan kendaraan.
Pemeriksaan serta pembaruan perlengkapan keselamatan menjadi perhatian perusahaan agar seluruh fasilitas penyelamatan di atas kapal berada dalam kondisi siap digunakan.
Sementara itu, kesiapsiagaan awak kapal ditingkatkan melalui latihan tanggap darurat, termasuk simulasi penanganan kebakaran dan evakuasi penumpang.
Seluruh langkah tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan keselamatan pelayaran nasional serta standar internasional yang berlaku.
ASDP Proyeksikan 3,7 Juta Penumpang dan 982 Ribu Kendaraan
Dari sisi operasional, ASDP memproyeksikan sebanyak 3,7 juta penumpang akan menggunakan layanan penyeberangan selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Jumlah tersebut diperkirakan meningkat sekitar 5,0 persen dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya.
Sementara itu, pergerakan kendaraan diproyeksikan mencapai sekitar 982 ribu unit atau meningkat 4,9 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, ASDP menyiapkan pengaturan kapasitas kapal dan dermaga agar pelayanan penyeberangan tetap berjalan optimal.
Perusahaan juga menyiagakan personel posko operasional dan memperkuat pemantauan kondisi cuaca untuk mendukung keselamatan serta kelancaran perjalanan kapal.
Pemanfaatan teknologi digital turut diperkuat melalui sistem pemesanan tiket Ferizy, Port Operation Control Center (POCC), serta kamera pengawas CCTV.
Sistem tersebut digunakan untuk mendukung pengelolaan layanan penyeberangan, pemantauan kegiatan operasional, dan pengawasan aktivitas di kawasan pelabuhan.
Heru menambahkan bahwa kesiapan operasional perusahaan juga diperkuat melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Koordinasi tersebut terutama difokuskan pada lintasan dengan mobilitas tinggi, termasuk Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.
"Komitmen kami memastikan setiap perjalanan penyeberangan berlangsung dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa," tegas Heru.
Kemenhub Jadwalkan Pemeriksaan Kelaiklautan 2.140 Kapal
Sejalan dengan penguatan keselamatan yang dilakukan ASDP, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut merencanakan pemeriksaan kelaiklautan terhadap 2.140 kapal menjelang angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1–30 November 2026 dengan sasaran berbagai jenis kapal, termasuk 460 kapal Ro-Ro penyeberangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Samsuddin menegaskan bahwa keselamatan menjadi aspek utama yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan angkutan laut selama libur akhir tahun.
"Dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, keselamatan pelayaran menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar," ujar Samsuddin.
Pemeriksaan kelaiklautan dilakukan untuk memastikan kondisi teknis kapal, pengawakan, pemuatan, serta kelengkapan perlengkapan keselamatan memenuhi seluruh persyaratan sebelum kapal dioperasikan.
Dari sisi teknis, pemeriksaan diarahkan untuk memastikan armada berada dalam kondisi layak melayani angkutan penumpang maupun kendaraan.
Sementara dari aspek pengawakan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan personel kapal memiliki kesiapan dalam menjalankan tugas sesuai ketentuan keselamatan pelayaran.
Kementerian Perhubungan juga memeriksa perlengkapan keselamatan jiwa, peralatan pemadam kebakaran, serta jalur evakuasi untuk memastikan kesiapan penanganan keadaan darurat di atas kapal.
Kesiapan armada menghadapi cuaca buruk turut menjadi perhatian karena kondisi cuaca merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keselamatan pelayaran.
ASDP Perkuat Koordinasi untuk Menjaga Kelancaran Penyeberangan
ASDP menyatakan kesiapan menghadapi angkutan Nataru 2026/2027 melalui penguatan armada, peningkatan budaya keselamatan, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk melindungi keselamatan penumpang dan awak kapal, tetapi juga menjaga kelancaran arus kendaraan pada lintasan penyeberangan utama.
Pengaturan operasional dan pemeriksaan kelaiklautan kapal diharapkan dapat mendukung layanan penyeberangan yang aman, tertib, dan lancar selama periode libur akhir tahun.
Selain mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat, kesiapan layanan penyeberangan juga ditujukan untuk menjaga konektivitas antardaerah dan mendukung kelancaran distribusi logistik nasional.
ASDP bersama Kementerian Perhubungan terus memperkuat aspek keselamatan dan kesiapan operasional guna menghadapi potensi peningkatan pergerakan penumpang maupun kendaraan selama Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
- Penulis :
- Leon Weldrick




