
Pantau - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Laut Jawa pada Rabu (4/11/2026), setelah berlangsung selama 53 hari dengan 53 korban masih dinyatakan hilang.
Penutupan operasi dilakukan setelah tim SAR gabungan berhasil menemukan 190 orang dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal, dengan rincian 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kegiatan pencarian yang telah dilaksanakan sejak kecelakaan terjadi pada 13 September 2026.
"Operasi SAR terhadap KM Virgo Transport 8 pada hari ini Rabu, 4 November 2026 telah ditutup, kemudian dilanjutkan dengan pemantauan oleh seluruh unsur," ujar I Putu dalam konferensi pers di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (4/11/2026).
Basarnas Ungkap Alasan Penutupan Operasi SAR Setelah 53 Hari
I Putu menjelaskan bahwa seluruh unsur SAR gabungan telah mengerahkan kemampuan maksimal untuk menemukan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terjadi di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, keputusan penutupan operasi mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan yang mengatur pelaksanaan operasi SAR selama tujuh hari dan memungkinkan perpanjangan berdasarkan hasil evaluasi.
Perpanjangan dapat dilakukan apabila masih ditemukan indikasi atau tanda-tanda keberadaan korban yang memungkinkan kegiatan pencarian dilanjutkan.
Dalam penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8, Basarnas telah memperpanjang operasi hingga 53 hari untuk memaksimalkan upaya pencarian terhadap seluruh korban.
Namun, hasil evaluasi menunjukkan tidak ditemukan lagi tanda-tanda keberadaan korban yang dapat ditindaklanjuti melalui pencarian di permukaan perairan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama Basarnas dalam memutuskan penutupan operasi meskipun masih terdapat 53 orang yang belum ditemukan.
Selain itu, proses salvage atau pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 masih membutuhkan tahapan lebih lanjut sehingga belum dapat menjadi dasar untuk melanjutkan operasi SAR saat keputusan penutupan diambil.
Tim SAR Gabungan Kerahkan Pesawat, Kapal, dan Penyelam
Selama 53 hari pelaksanaan operasi, Basarnas mengerahkan personel dan peralatan gabungan dari berbagai instansi untuk memperluas jangkauan pencarian korban.
Operasi tersebut melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sejumlah instansi dan potensi SAR lainnya juga turut berpartisipasi dalam mendukung pencarian serta penanganan korban kecelakaan kapal.
Tim SAR gabungan menerapkan tiga metode utama pencarian, yakni pengamatan melalui udara, penyisiran permukaan laut, dan penyelaman di bawah permukaan air.
Untuk pencarian udara, petugas mengerahkan helikopter serta pesawat Boeing dan Cessna guna memperluas pengamatan terhadap wilayah perairan yang menjadi lokasi operasi.
Sementara itu, penyisiran permukaan laut dilakukan menggunakan kapal milik Basarnas, TNI Angkatan Laut, Kementerian Perhubungan, serta unsur perusahaan yang terlibat.
Pencarian bawah air dilaksanakan melalui penyelaman oleh personel gabungan Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan Polri dengan tetap memperhatikan kemampuan personel, ketersediaan peralatan, serta batas keselamatan.
Wilayah pencarian juga diperluas hingga melintasi perairan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk meningkatkan peluang ditemukannya korban.
Bahkan, jangkauan operasi mencapai wilayah kerja Kantor SAR Pontianak di Kalimantan Barat sebagai bagian dari upaya memperluas penyisiran.
Selain melakukan pencarian di perairan terbuka, tim gabungan menyisir kawasan pantai dan pulau-pulau tidak berpenghuni yang berada dalam jangkauan operasi.
Berbagai metode tersebut dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, serta potensi SAR lainnya.
Basarnas Siap Buka Kembali Pencarian Jika Ada Petunjuk Baru
Meskipun operasi SAR resmi ditutup, Basarnas memastikan pemantauan terhadap kemungkinan ditemukannya korban KM Virgo Transport 8 tetap dilaksanakan.
Pemantauan dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menindaklanjuti informasi atau petunjuk baru yang dapat dipertanggungjawabkan.
Basarnas juga membuka kemungkinan pengaktifan kembali operasi pencarian apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban atau terdapat perkembangan dalam proses pengangkatan bangkai kapal.
"Basarnas siap membuka kembali operasi SAR apabila di kemudian hari terdapat tanda-tanda keberadaan korban dan proses pengangkatan kapal memungkinkan dilaksanakan, dengan terlebih dahulu berkoordinasi bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, serta seluruh unsur terkait lainnya," tegas I Putu.
Menurutnya, koordinasi dengan seluruh instansi terkait menjadi bagian penting apabila terdapat perkembangan yang memungkinkan operasi SAR kembali dilaksanakan.
Dengan penutupan tersebut, operasi SAR kecelakaan KM Virgo Transport 8 berakhir setelah berlangsung selama 53 hari dengan hasil 108 orang selamat, 82 orang meninggal dunia, dan 53 orang masih hilang.
Basarnas bersama seluruh unsur terkait tetap melanjutkan pemantauan dan siap menindaklanjuti petunjuk baru yang memungkinkan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan kembali dilakukan.
- Penulis :
- Leon Weldrick




