HOME  ⁄  Ekonomi

Danantara Siapkan Gerbang Ekspor Tunggal Sawit pada Januari 2027 untuk Perkuat Kepercayaan Pasar Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Danantara Siapkan Gerbang Ekspor Tunggal Sawit pada Januari 2027 untuk Perkuat Kepercayaan Pasar Global
Foto: (Sumber :CEO PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) Luke Mahony memberikan pemaparan dalam sebuah Dialog Khusus (Special Dialogue) di ajang Konferensi Tahunan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RT2026), di Jakarta, 3-4 November 2026. ANTARA/HO-RSPO.)

Pantau - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menyiapkan penerapan sistem Gerbang Ekspor Tunggal (Single Export Gate) pada Januari 2027 untuk memperkuat transparansi, kepatuhan regulasi, dan kepercayaan pasar internasional terhadap minyak sawit Indonesia.

CEO DSI Luke Mahony mengatakan sistem tersebut dirancang untuk menata pengelolaan ekspor sawit nasional sekaligus memastikan aspek keberlanjutan menjadi bagian dari perdagangan komoditas strategis Indonesia.

"Kami hadir untuk menegakkan standar industri, mempermudah kepatuhan regulasi, serta memperkuat kepercayaan dunia terhadap minyak sawit Indonesia,” ujar Mahony dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Mahony mengikuti Dialog Khusus dalam Konferensi Tahunan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) atau RT2026 yang berlangsung di Jakarta pada 3–4 November 2026.

Gerbang Ekspor Tunggal Sawit Mulai Diterapkan Januari 2027

Mahony menjelaskan bahwa sistem Gerbang Ekspor Tunggal akan menggunakan model perantara untuk mendukung pengelolaan ekspor minyak sawit Indonesia.

Dalam skema tersebut, pembeli dan penjual tetap mempertahankan hubungan bisnis yang telah terjalin.

Sementara itu, DSI akan berperan dalam menjaga kesinambungan ekspor dan memastikan ketertelusuran rantai pasok komoditas.

Menurut Mahony, mandat utama DSI adalah memfasilitasi kegiatan ekspor minyak sawit Indonesia, bukan menghambat perdagangan.

DSI juga berupaya meningkatkan kredibilitas pasar komoditas nasional melalui pemanfaatan data dalam ekosistem perdagangan.

Informasi tersebut akan dipadukan dengan kondisi pasar, termasuk pasokan, harga, produksi, dan aspek keberlanjutan.

DSI Gandeng RSPO Perkuat Standar Sawit Berkelanjutan

DSI menyambut baik dialog dengan RSPO untuk menyelaraskan kepentingan perdagangan dengan penerapan standar keberlanjutan.

Mahony menilai akses pasar internasional dan keberlanjutan industri sawit perlu berjalan secara bersamaan.

Melalui kerja sama dan pertukaran informasi, DSI berupaya memastikan pengelolaan ekspor sawit dapat memenuhi tuntutan pasar global.

PT Danantara Sumberdaya Indonesia sendiri didirikan pada 2026 oleh Danantara Indonesia sebagai badan usaha yang bertugas mengawasi dan mengelola ekspor komoditas strategis.

Pembentukan perusahaan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan kredibilitas perdagangan komoditas Indonesia.

RSPO Catat 0,8 Persen Lahan Terbakar Berada di Konsesi Bersertifikat

Dalam konferensi yang sama, RSPO memaparkan hasil pemantauan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026.

CEO RSPO Joseph D’Cruz mengatakan data menunjukkan bahwa konsesi perkebunan bersertifikat RSPO mengalami kebakaran dengan tingkat lebih rendah dibandingkan rata-rata industri.

Berdasarkan pemantauan satelit Nusantara Atlas dan TreeMap, total luas lahan yang terbakar mencapai 1,9 juta hektare.

Dari jumlah tersebut, sekitar 14.500 hektare atau 0,8 persen terkonfirmasi berada di wilayah konsesi bersertifikat RSPO.

Data tersebut disampaikan Joseph dalam pembukaan RT2026 pada Selasa (3/11/2026).

RSPO Selidiki Indikasi Kebakaran di Konsesi Perkebunan

Joseph menegaskan bahwa RSPO akan melakukan pemeriksaan terhadap indikasi kebakaran yang tidak lazim di wilayah perkebunan bersertifikat.

“Apabila ditemukan indikasi kebakaran yang tidak lazim di konsesi tertentu, kami akan mengidentifikasi dan melakukan investigasi. Salah satu konsesi tersebut saat ini telah menjadi subjek pengaduan melalui Sistem Pengaduan RSPO, dan kami akan mencermati konsesi lainnya secara saksama," ujarnya.

Menurut Joseph, salah satu konsesi telah masuk dalam proses pengaduan melalui mekanisme resmi RSPO.

Selain itu, hasil analisis RSPO menunjukkan tidak ditemukan lahan terbakar di area perkebunan petani swadaya yang telah memperoleh sertifikasi RSPO.

Temuan tersebut diperoleh meskipun sejumlah kelompok petani bersertifikat tinggal dan menjalankan aktivitas pertanian di wilayah yang terdampak kebakaran.

DSI dan RSPO menempatkan transparansi perdagangan serta pengelolaan lingkungan sebagai aspek penting dalam memperkuat kepercayaan pasar terhadap industri minyak sawit Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026