
Pantau - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap lima individu dan 10 perusahaan dari sejumlah negara yang diduga terlibat dalam mendukung armada bayangan Iran sebagai bagian dari upaya Washington membatasi sumber pendapatan Teheran.
Sanksi tersebut diumumkan pada Rabu (4/11/2026) dan menyasar individu serta perusahaan yang diduga membantu aktivitas Iran melalui jaringan transportasi dan perdagangan internasional.
Pemerintah AS menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari kampanye tekanan ekonomi terhadap Iran dan pihak-pihak yang dianggap memberikan dukungan kepada negara tersebut.
Lima Individu dan 10 Perusahaan Masuk Daftar Sanksi
Departemen Keuangan AS memasukkan lima individu ke dalam daftar sanksi terkait Iran, termasuk warga negara Rusia asal Tajikistan bernama Alisher Domullozhanov.
Empat individu lainnya merupakan warga negara India yang juga dikenai pembatasan oleh pemerintah Amerika Serikat.
Selain individu, sebanyak 10 perusahaan yang berbasis di India, Singapura, dan Turkiye turut menjadi sasaran sanksi.
Perusahaan-perusahaan tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan yang mendukung armada bayangan Iran.
Penetapan sanksi ini merupakan bagian dari upaya Washington menekan pihak-pihak yang dianggap membantu aktivitas ekonomi Iran.
Menteri Keuangan AS Ancam Pihak yang Mendukung Iran
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus mengambil tindakan terhadap individu maupun perusahaan yang memberikan bantuan kepada Iran.
Melalui akun media sosial X, Bessent menyampaikan peringatan kepada pihak-pihak yang masih menjalin kerja sama dengan jaringan yang menjadi sasaran kebijakan sanksi Washington.
"Seperti yang sudah kami sampaikan berkali-kali, di bawah Operation Economic Outcast, Anda berada di pihak kami atau melawan kami. Kami tahu di mana Anda berada, dan kami akan menjatuhkan sanksi kepada mereka yang terus mendukung rezim Iran baik melalui jalur darat, laut, ataupun udara," katanya di platform X.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah AS menargetkan dukungan terhadap Iran melalui berbagai jalur transportasi.
Washington juga menyatakan akan melanjutkan pengawasan terhadap jaringan internasional yang diduga membantu aktivitas ekonomi Teheran.
AS Lanjutkan Kampanye Isolasi Ekonomi Iran
Sebelumnya, pada Agustus 2026, Scott Bessent telah memaparkan kampanye isolasi ekonomi yang ditujukan kepada Iran dan negara-negara yang dianggap mendukungnya.
Kampanye tersebut dikenal dengan nama Operation Economic Outcast dan diarahkan untuk membatasi akses Iran terhadap sumber pendapatan.
Pemerintah AS berupaya menghambat aliran dana yang dinilai berpotensi mendukung aktivitas Teheran.
Penjatuhan sanksi terhadap lima individu dan 10 perusahaan menjadi langkah lanjutan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.
Melalui kebijakan ini, Washington menegaskan komitmennya untuk memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran dan jaringan internasional yang diduga membantu negara tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan




