
Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyebut sektor digital menjadi salah satu potensi baru dalam pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Cirebon, Jawa Barat, seiring munculnya inovasi aplikasi yang mendukung aktivitas penulis dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Potensi tersebut dinilai dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif daerah yang selama ini telah ditopang berbagai subsektor, mulai dari fesyen, kuliner, kriya, hingga kerajinan.
Riefky menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri kegiatan IDE.IND di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).
"Kami melihat bahwa banyak sekali potensi yang luar biasa, tidak hanya yang saat ini sudah berkembang seperti fesyennya, kuliner, kriya, kerajinan, tetapi juga sektor yang berbasis digital," kata Riefky.
Menurutnya, perkembangan ekonomi kreatif di Cirebon tidak hanya bergantung pada sektor konvensional, tetapi juga mulai menunjukkan peluang baru melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi digital.
Inovasi Aplikasi Digital Buka Peluang Ekonomi Kreatif Cirebon
Riefky mengungkapkan bahwa salah satu potensi yang ditemukan dalam kegiatan IDE.IND adalah kehadiran aplikasi digital yang dirancang untuk membantu aktivitas para penulis.
Selain itu, terdapat inovasi aplikasi yang dikembangkan untuk mendukung pelaku UMKM dalam menjalankan dan mengembangkan kegiatan usahanya.
Kemunculan berbagai inovasi tersebut menunjukkan peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi yang dapat melengkapi subsektor kreatif lainnya di Kota Cirebon.
Riefky menilai potensi tersebut semakin kuat dengan keberadaan komunitas dan para pegiat kreatif yang terus berkembang serta berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi kreatif daerah.
"Kami juga melihat bahwa potensi dari Kota Cirebon terhadap ekonomi kreatif dan komunitas-komunitas berkembang itu cukup besar," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa IDE.IND merupakan salah satu program turunan dari Kreatif, Baik Indonesia, yang digagas Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memperkuat komunitas kreatif, mendorong lahirnya inovasi, serta membantu para pelaku usaha mengembangkan ide menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Kemenekraf Siapkan Pendampingan untuk Mendorong UMKM Naik Kelas
Selain mendorong inovasi digital, Kemenekraf juga menjalankan berbagai program pendampingan untuk membantu pelaku ekonomi kreatif meningkatkan kapasitas dan daya saing usahanya.
Pendampingan tersebut mencakup peningkatan kemampuan pelaku usaha, kemudahan akses pendanaan, perluasan pasar, promosi produk, serta pengurusan legalitas dan hak kekayaan intelektual (HaKI).
Menurut Riefky, dukungan tersebut diperlukan agar pelaku ekonomi kreatif tidak hanya mampu menghasilkan produk inovatif, tetapi juga dapat mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa kemampuan mengomersialisasikan kekayaan intelektual atau intellectual property menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong UMKM meningkatkan skala usahanya.
"UMKM naik kelas itu lebih kepada mereka yang sudah bisa mengomersialisasikan kekayaan intelektualnya, sudah didaftarkan HaKI-nya, kemudian meningkatkan akses pasar dan pendanaannya," kata Riefky.
Riefky menjelaskan bahwa peningkatan kelas UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui pengembangan produk, tetapi juga membutuhkan pengelolaan kekayaan intelektual yang telah didaftarkan secara resmi.
Dengan perlindungan hukum terhadap karya dan inovasi, pelaku usaha memiliki dasar untuk mengembangkan produk serta memperluas peluang komersialisasi.
Menekraf Tekankan Pentingnya Legalitas dan Komersialisasi Produk Kreatif
Riefky menegaskan bahwa pengembangan usaha ekonomi kreatif perlu dilakukan melalui tahapan yang berkesinambungan, mulai dari penciptaan ide hingga pemasaran produk.
Tahapan tersebut meliputi pengembangan kreativitas, pengurusan legalitas usaha dan kekayaan intelektual, peningkatan kualitas produk, serta proses komersialisasi.
Menurutnya, setiap tahapan memiliki peran penting dalam membantu pelaku usaha mengubah ide kreatif menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu bersaing di pasar.
"Idenya menghasilkan kreativitas, kemudian legalitasnya didaftarkan, dan dikomersialisasikan secara berkelanjutan serta meningkatkan kualitas produk," tuturnya.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berupaya mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya menghasilkan karya kreatif, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi produk secara berkelanjutan.
Pengembangan sektor digital di Kota Cirebon menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas kegiatan ekonomi kreatif, terutama melalui inovasi aplikasi dan pemanfaatan teknologi dalam aktivitas usaha.
Kemenekraf terus mendorong penguatan komunitas kreatif, pendampingan UMKM, serta pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.
- Penulis :
- Shila Glorya




