HOME  ⁄  Ekonomi

Bank Indonesia Sebut Banyumas Raya Sumbang 15 Persen Ekonomi Jawa Tengah, Dorong Penguatan UMKM dan Digitalisasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bank Indonesia Sebut Banyumas Raya Sumbang 15 Persen Ekonomi Jawa Tengah, Dorong Penguatan UMKM dan Digitalisasi

Pantau - Bank Indonesia (BI) menyebut kawasan Banyumas Raya yang mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara menjadi salah satu penopang perekonomian Jawa Tengah dengan kontribusi sekitar 15 persen terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M Juhro mengatakan kontribusi tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi Banyumas Raya yang dapat terus dikembangkan melalui penguatan berbagai sektor usaha.

Pernyataan itu disampaikan Solikin dalam Upacara Pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (6/11/2026).

"Kalau kita lihat Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara ini menyumbang 15 persen terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah," katanya.

Menurut Solikin, keberagaman potensi ekonomi dan keterhubungan antarsektor menjadi modal penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan Banyumas Raya.

Banyumas Raya Jadi Salah Satu Penopang Ekonomi Jawa Tengah

Solikin menjelaskan bahwa Banyumas Raya memiliki potensi ekonomi yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari industri, pertanian, perdagangan, hingga pariwisata.

Keberagaman tersebut dinilai menjadi kekuatan kawasan apabila setiap sektor dapat dikembangkan secara terintegrasi.

Bank Indonesia mendorong pembangunan ekonomi Banyumas Raya melalui pendekatan ekosistem yang menghubungkan kegiatan usaha antarsektor dan antarwilayah.

Menurut Solikin, pengembangan ekonomi tidak seharusnya dilakukan secara terpisah berdasarkan batas administrasi daerah maupun jenis kegiatan usaha.

Keterhubungan antarwilayah diperlukan agar potensi ekonomi yang dimiliki Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara dapat saling mendukung.

Pendekatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat rantai produksi, pengolahan, distribusi, dan pemasaran hasil usaha masyarakat.

BI Dorong Industri Terhubung dengan UMKM dan Sektor Pertanian

Solikin menekankan pentingnya membangun hubungan yang lebih kuat antara sektor industri dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, pelaku UMKM perlu mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari kegiatan industri yang berkembang di kawasan Banyumas Raya.

Penguatan hubungan tersebut dapat dilakukan dengan memperluas keterlibatan usaha kecil dalam rantai pasok dan kegiatan ekonomi daerah.

Selain industri dan UMKM, sektor pertanian juga menjadi perhatian Bank Indonesia karena memiliki potensi yang beragam di empat kabupaten tersebut.

Solikin mendorong agar hasil pertanian tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga terhubung dengan kegiatan pengolahan dan distribusi.

Langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan memberikan manfaat ekonomi lebih besar kepada masyarakat.

Di sektor pariwisata, Bank Indonesia mendorong pengembangan destinasi dan kegiatan wisata yang dapat mendukung pertumbuhan usaha jasa serta perjalanan.

Dengan keterhubungan tersebut, pertumbuhan satu sektor diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kegiatan ekonomi lainnya.

Inflasi Purwokerto Terjaga di Bawah 3 Persen

Selain membahas pertumbuhan ekonomi, Solikin menyoroti kondisi inflasi di Purwokerto yang masih berada pada tingkat terkendali.

Ia menyebut inflasi di wilayah tersebut tercatat berada di bawah 3 persen.

“Kondisi inflasi di Purwokerto masih terjaga di bawah 3 persen. Capaian tersebut perlu dipertahankan melalui penguatan koordinasi dan sinergi antarpemangku kepentingan,” katanya.

Solikin menilai pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan pihak terkait.

Koordinasi diperlukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan ekonomi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan melalui pemantauan dan penilaian bersama terhadap kondisi sektor pertanian.

Upaya tersebut perlu disesuaikan dengan karakteristik dan potensi pertanian yang berbeda di setiap wilayah Banyumas Raya.

Digitalisasi Ekonomi Banyumas Raya Masih Berpeluang Diperluas

Bank Indonesia melihat peluang pengembangan ekonomi dan keuangan digital di Banyumas Raya masih terbuka lebar.

Solikin mengatakan pemanfaatan teknologi digital perlu diperluas agar kegiatan ekonomi masyarakat semakin terhubung.

Digitalisasi dinilai dapat mendukung kemudahan transaksi dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi serta keuangan.

Pengembangan teknologi juga menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi ekonomi daerah.

Selain memperkuat hubungan antarsektor di Banyumas Raya, Solikin mendorong peningkatan konektivitas dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi lainnya.

Beberapa kawasan yang disebut memiliki peran penting dalam penguatan hubungan ekonomi tersebut adalah Semarang, Solo, dan Yogyakarta.

"Jadi inilah esensi dari ekosistem Banyumas Raya. Semua harus kita satukan karena potensi itu tidak bisa berdiri sendiri-sendiri," katanya.

Solikin berharap keterhubungan antarkawasan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih terpadu, inklusif, dan berkelanjutan.

BI Kukuhkan Aswin Gantina sebagai Kepala Perwakilan Purwokerto

Dalam kegiatan yang sama, Bank Indonesia mengukuhkan Aswin Gantina sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto.

Aswin menggantikan Christoveny yang mendapat penugasan baru sebagai Kepala Divisi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.

Sebelum menjabat di Purwokerto, Aswin bertugas sebagai Kepala Divisi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.

Solikin berharap kepemimpinan baru tersebut dapat memperkuat koordinasi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan di Banyumas Raya.

Kolaborasi dengan dunia usaha, akademisi, perbankan, media, dan masyarakat dinilai penting untuk mendorong pengembangan ekonomi kawasan.

Bank Indonesia menegaskan perlunya kerja sama lintas sektor agar potensi Banyumas Raya dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Jawa Tengah.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026