HOME  ⁄  Ekonomi

Patra Logistik Perluas Distribusi BBM, LPG, dan Avtur ke Kalimantan, Jawa Timur, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Patra Logistik Perluas Distribusi BBM, LPG, dan Avtur ke Kalimantan, Jawa Timur, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi
Foto: PT Patra Logistik mengelola 11 KSO aviation fuel terminal milik PT Pertamina Patra Niaga (sumber: Pertamina)

Pantau - PT Patra Logistik memperluas layanan pengelolaan distribusi bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), dan avtur di sejumlah wilayah Indonesia untuk memperkuat rantai pasok energi nasional serta meningkatkan kelancaran distribusi.

Perluasan layanan tersebut mencakup pengelolaan distribusi BBM dan LPG di Kalimantan serta pengembangan distribusi avtur di Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

Direktur Utama Patra Logistik Yock Yorlando mengatakan pengembangan wilayah operasional tersebut merupakan bentuk kepercayaan PT Pertamina Patra Niaga kepada perusahaan dalam mendukung pengelolaan logistik energi nasional.

"Kepercayaan yang diberikan oleh PT Pertamina Patra Niaga menjadi kesempatan bagi kami untuk terus bertumbuh dan memperluas kontribusi dalam rantai pasok energi nasional," ujar Direktur Utama Patra Logistik Yock Yorlando dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Patra Logistik Kelola Lima Terminal BBM dan Tiga Terminal LPG di Kalimantan

Pada sektor distribusi BBM, Patra Logistik yang sebelumnya telah menjalankan pengelolaan distribusi di Pulau Jawa kini memperoleh tambahan wilayah operasional hingga Pulau Kalimantan.

Perluasan pengelolaan distribusi BBM di Kalimantan tersebut mencakup lima terminal BBM dengan dukungan sarana operasional hingga 100 unit mobil tangki.

Penambahan wilayah dan armada operasional tersebut dilakukan untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengelola distribusi bahan bakar sekaligus mendukung kelancaran pasokan energi di wilayah operasionalnya.

Selain BBM, Patra Logistik juga memperluas cakupan bisnis distribusi LPG yang sebelumnya telah dikelola di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Melalui pengembangan tersebut, perusahaan mendapatkan tambahan pengelolaan layanan LPG di tiga lokasi terminal yang berada di wilayah Kalimantan.

Perluasan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan logistik energi dan memperkuat dukungan terhadap kebutuhan distribusi LPG di berbagai daerah.

Yock Yorlando menegaskan bahwa penambahan wilayah operasional merupakan langkah penting untuk meningkatkan kemampuan perusahaan sekaligus memperluas cakupan bisnis di sektor energi.

"Perluasan pengelolaan BBM dan LPG, serta pengembangan layanan aviasi, menjadi langkah penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas cakupan bisnis," ujarnya.

Distribusi Avtur Diperluas ke Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi

Pada sektor aviasi, Patra Logistik turut mengembangkan layanan pengelolaan distribusi avtur untuk mendukung kebutuhan bahan bakar penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia.

Pengembangan layanan tersebut mencakup Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi sebagai bagian dari perluasan portofolio bisnis perusahaan di sektor logistik energi.

Saat ini, Patra Logistik juga telah mengelola sebanyak 11 kerja sama operasi (KSO) aviation fuel terminal milik PT Pertamina Patra Niaga.

Pengelolaan terminal bahan bakar penerbangan tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung keberlangsungan distribusi energi untuk kebutuhan operasional sektor aviasi.

Selain memperluas cakupan wilayah, perusahaan terus meningkatkan kesiapan sumber daya manusia dan sarana pendukung agar kegiatan distribusi dapat berjalan secara optimal.

Patra Logistik Gunakan Sistem RTC untuk Pantau Armada Selama 24 Jam

Dalam mendukung kegiatan operasional, Patra Logistik memanfaatkan sistem road traffic control (RTC) sebagai pusat kendali untuk memantau pergerakan armada mobil tangki secara langsung atau real time selama 24 jam.

Penggunaan teknologi tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas pengawasan operasional sekaligus memastikan aspek keselamatan dan keamanan selama proses distribusi energi berlangsung.

Direktur Pemasaran dan Operasi Patra Logistik Joko Priyambodo mengatakan kesiapan personel, ketersediaan sarana operasional, serta koordinasi dengan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan perluasan layanan perusahaan.

Menurutnya, seluruh fasilitas dan sumber daya operasional terus dipersiapkan untuk menjaga kelancaran distribusi energi tanpa mengabaikan standar keselamatan dan keamanan.

"Kami terus memastikan kesiapan personel dan sarana operasional agar setiap layanan dapat berjalan dengan baik. Aspek keselamatan dan keamanan yang kami pantau melalui RTC serta keandalan operasional tetap menjadi prioritas dalam seluruh kegiatan," ujarnya.

Patra Logistik juga menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip health, safety, security, and environment (HSSE), yang mencakup kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan dalam seluruh kegiatan operasional.

Melalui perluasan pengelolaan distribusi BBM, LPG, dan avtur, perusahaan berupaya memperkuat posisinya sebagai mitra PT Pertamina Patra Niaga dalam menjaga keandalan layanan logistik serta mendukung keberlangsungan rantai pasok energi nasional.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026