HOME  ⁄  Nasional

ITK dan BRIN Jalin Kerja Sama Strategis, Perkuat Riset Terapan dan Pengembangan SDM di Kalimantan Timur

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

ITK dan BRIN Jalin Kerja Sama Strategis, Perkuat Riset Terapan dan Pengembangan SDM di Kalimantan Timur
Foto: Kepala BRIN Prof Arif Satria di kampus Institut Teknologi Kalimantan, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu 7/11/2026 (sumber:ANTARA/novi abdi)

Pantau - Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat pengembangan riset terapan, inovasi teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dalam kegiatan OCTAGRAM 2026 yang berlangsung di Auditorium Laboratorium Terpadu ITK, Balikpapan.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor ITK Prof. Agus Rubiyanto bersama Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Edy Giri Rachman Putra.

Kepala BRIN Prof. Arif Satria yang hadir dalam kegiatan tersebut di Balikpapan, Sabtu, mengajak seluruh sivitas akademika ITK untuk memanfaatkan fasilitas riset utama BRIN guna mendukung pengembangan penelitian strategis.

"Silakan manfaatkan fasilitas riset utama kami, termasuk laboratorium genomik yang tercanggih di Asia Tenggara dan perangkat komputer berkinerja tinggi untuk menunjang kajian strategis," ujar Arif Satria.

ITK dan BRIN Fokus Kembangkan Riset yang Bermanfaat bagi Masyarakat

Kerja sama ITK dan BRIN menjadi salah satu agenda penting dalam OCTAGRAM 2026, kegiatan tahunan berupa pameran karya ilmiah dan ekosistem bisnis digital yang diselenggarakan Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI) ITK.

Rektor ITK Prof. Agus Rubiyanto mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan memastikan hasil penelitian perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurut Agus, penelitian yang dikembangkan sivitas akademika harus mampu menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan nyata, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan daerah.

"Hasil riset harus bisa diterapkan dan menyelesaikan persoalan masyarakat. Karena itu, kehadiran BRIN dan mitra strategis menjadi sangat penting bagi ITK," tegas Agus Rubiyanto.

Sebagai tindak lanjut kerja sama, ITK telah menyiapkan tiga program utama untuk memperkuat kapasitas penelitian dan pengembangan sumber daya manusia.

Ketiga program tersebut meliputi magang riset bagi mahasiswa, pendampingan penyusunan tugas akhir, serta bimbingan bagi dosen untuk meningkatkan kualitas penelitian.

Selain pengembangan SDM, ITK dan BRIN juga akan melaksanakan riset bersama dengan fokus pada bidang energi, pangan, teknologi digital, dan wilayah.

Kolaborasi pada sejumlah bidang strategis tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kalimantan Timur.

ITK Siapkan Kalimantan Living Lab untuk Uji Coba Teknologi

Selain memperkuat kegiatan penelitian, ITK juga menyiapkan pembangunan fasilitas pengujian teknologi secara langsung di lapangan yang diberi nama Kalimantan Living Lab.

Fasilitas tersebut direncanakan menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan mitra strategis dalam mengembangkan serta menguji penerapan teknologi pada kondisi nyata.

Melalui Kalimantan Living Lab, hasil penelitian diharapkan dapat diuji sebelum dikembangkan menjadi inovasi yang siap dimanfaatkan masyarakat.

Pengembangan fasilitas ini sekaligus menjadi bagian dari upaya ITK memperkuat ekosistem riset terapan yang terhubung dengan kebutuhan pembangunan di Kalimantan Timur.

Untuk mendukung berbagai program tersebut, BRIN membuka akses pendanaan melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM).

Skema pendanaan tersebut dapat dimanfaatkan dosen dan peneliti ITK untuk mengembangkan proposal penelitian serta memperluas pelaksanaan riset bersama.

BRIN juga menyatakan kesiapan meningkatkan alokasi pendanaan apabila jumlah proposal riset unggulan yang diajukan dosen ITK terus bertambah.

Dukungan fasilitas dan pendanaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas penelitian sekaligus mempercepat pemanfaatan hasil inovasi yang dikembangkan ITK.

Kepala BRIN Nilai Usia Muda ITK Jadi Keunggulan Kompetitif

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BRIN Prof. Arif Satria menilai usia ITK yang baru mencapai 14 tahun justru menjadi salah satu keunggulan kompetitif dalam mengembangkan pendidikan tinggi, penelitian, dan inovasi teknologi.

Menurut Arif, sebagai perguruan tinggi yang relatif muda, ITK memiliki fleksibilitas untuk menentukan arah pengembangan kelembagaan sesuai dengan tantangan dan kebutuhan masa depan.

Ia juga menilai lokasi kampus ITK di kawasan Karang Joang, Balikpapan, yang dikelilingi permukiman, kebun, dan ladang masyarakat bukan merupakan hambatan bagi perkembangan institusi.

Sebaliknya, kondisi tersebut dinilai tetap memberikan ruang bagi ITK untuk membangun keunggulan dan mengembangkan berbagai program penelitian yang relevan dengan kebutuhan daerah.

"ITK tidak punya beban masa lalu. ITK bisa mulai melangkah maju dari sekarang untuk masa depan," ungkap Arif Satria.

Melalui kerja sama strategis tersebut, ITK dan BRIN berupaya memperkuat ekosistem penelitian di Kalimantan Timur melalui pengembangan SDM, pemanfaatan fasilitas riset, peningkatan akses pendanaan, serta pengujian teknologi secara langsung.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi terapan yang tidak hanya memberikan kontribusi bagi dunia akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026