HOME  ⁄  Ekonomi

KAI Targetkan KRL INKA Rangkaian Kedelapan Beroperasi 1 Desember 2026, Siap Perkuat Layanan Jabodetabek

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

KAI Targetkan KRL INKA Rangkaian Kedelapan Beroperasi 1 Desember 2026, Siap Perkuat Layanan Jabodetabek
Foto: Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin meninjau langsung kesiapan KRL produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA rangkaian kedelapan di Depo Pemeliharaan KRL Depok, Jawa Barat, Sabtu 7/11/2026 (sumber: KAI)

Pantau - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menargetkan Kereta Rel Listrik (KRL) produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA rangkaian kedelapan mulai melayani masyarakat Jabodetabek pada 1 Desember 2026.

Pengoperasian KRL produksi dalam negeri tersebut menjadi bagian dari langkah KAI meningkatkan kapasitas, kualitas, dan keandalan layanan Commuter Line di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Bobby menyampaikan bahwa KRL INKA rangkaian kedelapan dijadwalkan menjalani pengujian akhir pada 11 November 2026 sebelum memasuki tahap pengoperasian komersial.

"Rangkaian tersebut dijadwalkan menjalani pengujian akhir pada 11 November 2026, dengan target mulai beroperasi pada 1 Desember 2026," kata Bobby Rasyidin.

Untuk memastikan kesiapan sarana, Bobby melakukan peninjauan langsung terhadap KRL produksi INKA rangkaian kedelapan di Depo Pemeliharaan KRL Depok.

Peninjauan tersebut mencakup pemeriksaan komponen utama kereta serta evaluasi hasil pengujian teknis untuk memastikan kualitas, keselamatan, dan kesiapan operasional sebelum digunakan masyarakat.

KRL INKA Rangkaian Kedelapan Jalani Pengujian Teknis dan Penyempurnaan Komponen

Bobby menjelaskan bahwa KRL tipe CLI-225 trainset kedelapan telah melewati sejumlah tahapan pengujian teknis dengan hasil yang menunjukkan kemajuan dibandingkan pengujian sebelumnya.

Dalam proses penyempurnaan sarana, INKA telah melakukan berbagai perbaikan dan penyesuaian terhadap sejumlah komponen penting, termasuk sistem pintu, coil spring, air spring, serta desain bogie atau perangkat roda kereta.

Perbaikan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keandalan, stabilitas, kualitas, dan keselamatan operasional KRL sebelum digunakan dalam pelayanan transportasi harian.

Salah satu komponen yang menjadi perhatian utama adalah sistem pintu kereta yang telah menjalani pengujian sebanyak 500 kali untuk setiap pintu dengan hasil yang dinyatakan baik.

Selain sistem pintu, seluruh komponen coil spring atau pegas koil telah diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan kualitas dan keselamatannya sesuai dengan kebutuhan operasional.

"Kami melihat banyak kemajuan dari hasil pengujian sebelumnya. Sistem pintu telah menjalani pengujian sebanyak 500 kali per pintu dengan hasil baik. Komponen coil spring juga telah diperiksa seluruhnya untuk memastikan kualitas dan keselamatan," ungkap Bobby.

KAI memastikan pemeriksaan dan evaluasi teknis terus dilakukan untuk memastikan seluruh komponen KRL memenuhi persyaratan keselamatan dan standar kesiapan operasional.

Koordinasi dengan INKA juga terus diperkuat agar seluruh tahapan pengujian dapat diselesaikan sesuai jadwal sebelum target pengoperasian pada awal Desember 2026.

Commuter Line Jabodetabek Layani Lebih dari 303 Juta Pelanggan

Persiapan pengoperasian KRL INKA rangkaian kedelapan dilakukan di tengah tingginya kebutuhan transportasi masyarakat Jabodetabek yang setiap hari mengandalkan layanan Commuter Line.

Berdasarkan data KAI, sepanjang Januari hingga Oktober 2026, layanan Commuter Line Jabodetabek telah mengangkut sebanyak 303.792.024 pelanggan.

Dari jumlah tersebut, rata-rata volume pengguna mencapai 999.316 pelanggan per hari, yang menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel.

Tingginya jumlah pengguna mendorong KAI bersama KAI Commuter dan INKA untuk terus meningkatkan kualitas sarana, keandalan operasional, serta pelayanan transportasi kepada masyarakat.

Kehadiran KRL produksi INKA rangkaian kedelapan diharapkan dapat memperkuat kesiapan armada dalam memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat yang terus tinggi.

Peningkatan kualitas layanan juga menjadi perhatian perusahaan untuk memastikan transportasi berbasis rel tetap menjadi pilihan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

KAI Dorong Penguatan Industri Kereta Api Nasional melalui Produk INKA

Selain meningkatkan pelayanan transportasi, KAI menempatkan penggunaan KRL produksi dalam negeri sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan industri perkeretaapian nasional.

Bobby menilai pengoperasian KRL buatan INKA tidak hanya memberikan manfaat bagi pengguna transportasi, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kemampuan manufaktur nasional.

Pengembangan sarana perkeretaapian produksi dalam negeri juga dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap industri nasional, termasuk membuka peluang lapangan kerja.

"Kami ingin produk dalam negeri semakin berkualitas dan dapat diandalkan masyarakat. Kehadiran KRL produksi INKA juga memberikan manfaat bagi industri nasional, membuka lapangan kerja, dan menjadi kebanggaan bagi anak bangsa," ujar Bobby.

KAI bersama INKA terus melakukan koordinasi untuk menyelesaikan seluruh tahapan pengujian dan evaluasi teknis terhadap KRL rangkaian kedelapan.

Selain mempersiapkan rangkaian tersebut, kedua perusahaan juga mulai melakukan persiapan terhadap rangkaian KRL berikutnya sebagai bagian dari proses penyiapan armada secara bertahap.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan Commuter Line sekaligus memperkuat kesiapan sarana transportasi dalam menghadapi tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat Jabodetabek.

Melalui pengujian teknis, penyempurnaan komponen, dan koordinasi antara KAI, KAI Commuter, serta INKA, perusahaan berupaya memastikan KRL produksi dalam negeri dapat memberikan layanan yang aman, nyaman, dan andal.

Dengan target pengoperasian pada 1 Desember 2026, KRL INKA rangkaian kedelapan diharapkan dapat memperkuat layanan Commuter Line Jabodetabek sekaligus mendukung pengembangan industri perkeretaapian nasional.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026