HOME  ⁄  Ekonomi

Sumur Baru Pertamina Hulu Mahakam Produksi 250 Barel Minyak per Hari, Gas Lampaui Target 110 Persen

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Sumur Baru Pertamina Hulu Mahakam Produksi 250 Barel Minyak per Hari, Gas Lampaui Target 110 Persen
Foto: Ilustrasi - Sumur-sumur minyak yang dikelola PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur di Lapangan Sepinggan, lepas pantai Balikpapan, Kalimantan Timur (sumber: ANTARA/Novi Abdi)

Pantau - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menambah produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional melalui pengoperasian sumur baru JUM-101 di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur, dengan produksi minyak mencapai 250 barel per hari dan gas sebesar 3,3 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).

Produksi gas dari sumur tersebut mencapai 110 persen dari target awal sebesar 3 MMscfd atau melampaui target sekitar 10 persen.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyambut positif keberhasilan tersebut karena memberikan tambahan pasokan energi bagi industri hulu migas nasional.

"Keberhasilan sumur JUM-101 yang mampu menghasilkan gas sebesar 3,3 MMscfd atau 110 persen dari target, serta tambahan produksi minyak sebesar 250 BOPD, merupakan kabar baik bagi industri hulu migas nasional," ujar Djoko Siswanto dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Keberhasilan pengoperasian sumur JUM-101 menjadi bagian dari upaya peningkatan produksi migas dalam negeri untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Sumur JUM-101 Mulai Berproduksi pada 7 November 2026

Kegiatan pengeboran sumur JUM-101 dilaksanakan Pertamina Hulu Mahakam pada 20 Juli hingga 4 Agustus 2026 menggunakan fasilitas pengeboran Jack Up Rig Tasha.

Setelah pengeboran selesai, sumur tersebut menjalani sejumlah tahapan pekerjaan teknis untuk memastikan kesiapan fasilitas sebelum memasuki fase produksi.

Pekerjaan tersebut meliputi cement log, Coiled Tubing (CT) Unload, initial perforation, hingga pemasangan Thru Tubing Ceramic Screen.

Seluruh tahapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penyelesaian sumur guna mendukung kelancaran dan keamanan kegiatan produksi minyak dan gas bumi.

Setelah melalui rangkaian persiapan teknis, sumur JUM-101 resmi memasuki tahap Put on Production (PoP) atau mulai berproduksi pada Sabtu (7/11/2026).

Pelaksanaan tahap awal produksi sumur tersebut dilakukan dengan menggunakan fasilitas Barge AWB Bayu Cakrawala.

Berdasarkan hasil pengujian pembersihan sumur atau clean up pada bukaan choke 36/64 inci, sumur JUM-101 mampu menghasilkan aliran gas sebesar 3,3 MMscfd dan minyak sebanyak 250 barel minyak per hari (BOPD).

Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan produksi gas sumur JUM-101 melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Tambahan produksi tersebut sekaligus memperkuat kontribusi Wilayah Kerja Mahakam terhadap pasokan minyak dan gas bumi nasional.

SKK Migas Apresiasi Keberhasilan Pertamina Hulu Mahakam

Djoko Siswanto menilai keberhasilan pengoperasian sumur JUM-101 merupakan hasil kerja keras dan koordinasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan operasional hulu migas.

Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan pengelola wilayah kerja, regulator, dan berbagai pihak terkait menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran kegiatan pengeboran hingga produksi.

"Kami mengapresiasi upaya PHM dan seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga sumur ini dapat berproduksi sesuai harapan, bahkan melampaui target," ujar Djoko Siswanto.

SKK Migas memandang optimalisasi produksi dari sumur-sumur baru sebagai salah satu langkah strategis untuk menjaga sekaligus meningkatkan kinerja produksi migas nasional.

Penambahan produksi dari sumur baru juga memiliki peran penting dalam mempertahankan pasokan energi domestik di tengah kebutuhan minyak dan gas bumi yang terus berkembang.

Keberhasilan sumur JUM-101 diharapkan dapat menjadi momentum bagi Pertamina Hulu Mahakam untuk meningkatkan kinerja operasional dan mengoptimalkan potensi sumber daya migas di Kalimantan Timur.

SKK Migas Dorong Percepatan Pengeboran Sumur Baru

SKK Migas terus mendorong seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk meningkatkan kinerja operasional dan mempercepat pelaksanaan program pengeboran yang telah direncanakan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya minyak dan gas bumi di setiap wilayah kerja sekaligus menjaga kesinambungan produksi nasional.

Djoko menegaskan bahwa setiap tambahan produksi dari sumur baru memiliki peran dalam mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan dan kemandirian energi.

"SKK Migas terus mendorong KKKS untuk meningkatkan kinerja operasi, mempercepat realisasi pengeboran, serta mengoptimalkan potensi setiap wilayah kerja. Setiap tambahan produksi, baik minyak maupun gas, memiliki arti penting dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," ucap dia.

Selain percepatan pengeboran, SKK Migas bersama KKKS juga memperkuat sinergi dalam pelaksanaan kegiatan hulu migas untuk meningkatkan efektivitas pengembangan sumur-sumur baru.

Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mendukung pencapaian target lifting minyak dan gas bumi nasional.

Pertamina Hulu Mahakam diharapkan terus mengembangkan potensi migas yang tersedia di Wilayah Kerja Mahakam agar dapat memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap pasokan energi Indonesia.

Dengan tambahan produksi minyak sebesar 250 BOPD dan gas mencapai 3,3 MMscfd dari sumur JUM-101, PHM diharapkan mampu memperkuat kinerja industri hulu migas nasional sekaligus mendukung ketahanan energi dalam negeri.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026