HOME  ⁄  Nasional

Fadli Zon Tegaskan Wayang Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Juga Sarana Pendidikan Karakter dan Pelestarian Budaya

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Fadli Zon Tegaskan Wayang Bukan Sekadar Hiburan, tetapi Juga Sarana Pendidikan Karakter dan Pelestarian Budaya
Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi upaya empat dalang Dinasti Sunandar dalam melestarikan wayang (sumber: Kementerian Kebudayaan)

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa wayang bukan sekadar hiburan atau tontonan seni tradisional, melainkan juga sarana pendidikan karakter yang mengandung pesan moral, budi pekerti, serta nilai-nilai kehidupan bagi masyarakat.

Menurut Fadli, berbagai cerita yang ditampilkan dalam pertunjukan wayang memiliki nilai pendidikan yang dapat menjadi pedoman dalam membangun karakter dan memahami kehidupan.

"Wayang merupakan bukan hanya hiburan dan tontonan, tapi di dalam cerita wayang selalu ada tuntunan, karena dalang di sini adalah yang menjadi pusat perhatian. Dalang ini menjadi teladan yang memberikan cerita-cerita di dalamnya ada pesan moral," katanya dalam keterangan pers Kementerian Kebudayaan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Fadli menjelaskan bahwa dalang memiliki peran penting dalam pertunjukan wayang karena tidak hanya membawakan cerita, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai keteladanan kepada penonton.

Melalui tokoh dan lakon yang dipentaskan, pertunjukan wayang dapat menghadirkan kisah yang menghibur sekaligus memberikan pembelajaran mengenai sikap, perilaku, dan nilai kehidupan.

"Di dalam lakon wayang, ada cerita-cerita yang selain menghibur, juga cerita yang menjadi pegangan bagi kita semua," tambahnya.

Hari Wayang Nasional Jadi Momentum Pelestarian Warisan Budaya

Wayang merupakan salah satu warisan budaya takbenda Nusantara yang memiliki nilai penting dalam perjalanan sejarah, perkembangan kesenian, serta pembentukan identitas budaya Indonesia.

Pengakuan internasional terhadap kesenian wayang diberikan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada 7 November 2003.

Pada tanggal tersebut, UNESCO mengakui wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Mahakarya Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Kemanusiaan.

Pengakuan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya menjaga keberlangsungan wayang sebagai warisan budaya yang mengandung nilai seni, sejarah, pendidikan, dan identitas bangsa.

Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2018.

Peringatan Hari Wayang Nasional menjadi salah satu momentum untuk memperkuat pelestarian kesenian tradisional sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Kementerian Kebudayaan Gelar Wayang GOKUL di Balai Kota Bogor

Dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional 2026, Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan pertunjukan Wayang GOKUL yang memadukan dua kesenian tradisional, yakni Wayang Golek dan Wayang Kulit Priangan.

Pagelaran yang berlangsung di Balai Kota Bogor tersebut mengangkat lakon "Karna Tanding" dengan melibatkan empat dalang dari Dinasti Sunandar, keluarga seniman yang dikenal aktif melestarikan tradisi pewayangan.

Pertunjukan ini juga menghadirkan sejumlah seniman dan komedian, yakni Sule, Nunung, dan Kiki Juliar, untuk menambah daya tarik pagelaran bagi masyarakat.

Keterlibatan para seniman tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pertunjukan wayang yang lebih menarik dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Melalui perpaduan kesenian tradisional dan hiburan, penyelenggaraan Wayang GOKUL diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap seni pewayangan.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk ikut menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

Fadli Zon Apresiasi Empat Dalang Dinasti Sunandar

Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan apresiasi kepada empat dalang dari Dinasti Sunandar atas dedikasi mereka dalam menjaga keberlangsungan seni pertunjukan wayang.

Fadli berharap para dalang tersebut dapat terus mewariskan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kepada generasi penerus agar tradisi pewayangan tetap berkembang.

Ia juga menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara, mulai dari Sabang hingga Merauke serta dari Miangas hingga Pulau Rote.

"Kekayaan budaya kita itu mungkin yang terkaya di dunia, atau kekuatan besar yang membentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Termasuk budaya tradisi yang ada di Tanah Sunda. Ada banyak sekali tradisinya, termasuk Wayang," katanya.

Menurut Fadli, kebudayaan tradisional masyarakat Sunda merupakan salah satu bagian penting dari keragaman budaya nasional yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.

Kesenian wayang di Indonesia juga memiliki berbagai jenis dan karakteristik yang berkembang sesuai dengan tradisi masyarakat di masing-masing daerah.

"Wayang ini juga jenisnya macam-macam, misalnya wayang golek Sunda, wayang kulit, kemudian gagrak dan ceritanya juga bervariasi," tambahnya.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa seni pewayangan memiliki kekayaan bentuk pertunjukan, gaya pementasan, serta cerita yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat.

Melalui peringatan Hari Wayang Nasional 2026 dan penyelenggaraan pertunjukan Wayang GOKUL, Kementerian Kebudayaan berupaya memperkuat pelestarian seni tradisional sekaligus memperkenalkan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam wayang kepada generasi muda.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026