HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkab Kuningan Targetkan Perluasan Lahan Singkong hingga 3.500 Hektare, Siapkan Pengembangan Industri Tapioka

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemkab Kuningan Targetkan Perluasan Lahan Singkong hingga 3.500 Hektare, Siapkan Pengembangan Industri Tapioka
Foto: Kepala Diskatan Kuningan Wahyu Hidayah saat memberikan keterangan di Kuningan, Jawa Barat, Sabtu 7/11/2026 (sumber: ANTARA/Fathnur Rohman)

Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, Jawa Barat, menargetkan perluasan areal tanam singkong minimal 1.800 hektare pada 2026 dengan sasaran peningkatan hingga 3.500 hektare untuk memperkuat produksi pangan non-beras sekaligus mendukung pengembangan industri pengolahan hasil pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, mengatakan target perluasan lahan tersebut merupakan arahan langsung dari Kementerian Pertanian untuk mendorong pengembangan komoditas pangan alternatif di daerah.

"Untuk singkong kami ditarget oleh Pak Menteri Pertanian itu juga luasan minimal 1.800 hektare," kata Wahyu di Kuningan, Sabtu (7/11/2026).

Meski target minimal ditetapkan sebesar 1.800 hektare, Pemkab Kuningan berupaya meningkatkan luas areal tanam hingga sekitar 3.500 hektare agar kapasitas produksi singkong dapat berkembang lebih besar.

Langkah tersebut juga diarahkan untuk memperkuat posisi Kabupaten Kuningan sebagai salah satu daerah sentra produksi singkong yang mampu memenuhi kebutuhan pasar dan industri pengolahan.

Pemkab Kuningan Dorong Pembangunan Pabrik Tepung Tapioka

Wahyu menjelaskan bahwa pengembangan tanaman singkong tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil panen, tetapi juga menyediakan bahan baku bagi industri pengolahan hasil pertanian.

Salah satu sektor yang berpotensi memperoleh manfaat dari peningkatan produksi tersebut adalah industri tepung tapioka yang menggunakan singkong sebagai bahan baku utama.

Pemkab Kuningan turut melihat peluang pengembangan industri pengolahan melalui rencana pembangunan pabrik tepung tapioka di wilayah tersebut.

Rencana pembangunan pabrik tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan perluasan areal tanam singkong sehingga peningkatan produksi pertanian memiliki dukungan industri pengolahan.

Pengembangan industri tapioka juga menjadi bagian dari upaya hilirisasi pertanian untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil panen dibandingkan pemasaran singkong dalam bentuk bahan mentah.

Menurut Wahyu, pengembangan singkong merupakan bagian dari strategi diversifikasi pertanian agar produksi pangan Kabupaten Kuningan tidak hanya bergantung pada padi atau beras.

Selain Singkong, Kuningan Targetkan Penanaman Ubi Jalar 2.500 Hektare

Selain memperluas areal tanam singkong, Pemkab Kuningan juga memperoleh target pengembangan tanaman ubi jalar sekitar 2.500 hektare pada 2026.

Komoditas ubi jalar menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena memiliki potensi sebagai sumber pangan alternatif sekaligus produk pertanian yang dapat dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Wahyu menyampaikan bahwa Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar sebelumnya telah meluncurkan program gerakan menanam boled, sebutan lokal untuk ubi jalar, sebagai bagian dari pengembangan komoditas pertanian daerah.

"Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar sebelumnya telah meluncurkan program gerakan menanam boled (ubi jalar) sebagai salah satu kegiatan penanaman komoditas pertanian di daerah," katanya.

Program gerakan menanam boled tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kegiatan budidaya ubi jalar serta memperluas sumber produksi pangan masyarakat.

Melalui pengembangan singkong dan ubi jalar secara bersamaan, Pemkab Kuningan berharap kontribusi sektor pertanian terhadap penyediaan komoditas pangan non-beras semakin meningkat.

Peningkatan produksi kedua komoditas tersebut juga diharapkan dapat menjadikan Kabupaten Kuningan sebagai salah satu daerah pemasok singkong dan ubi jalar untuk memenuhi kebutuhan pasar di Jawa Barat.

Perluasan Lahan Pertanian Diharapkan Tingkatkan Nilai Ekonomi Hasil Panen

Pengembangan areal tanam singkong dan ubi jalar dinilai berpotensi membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi pertanian, terutama apabila hasil panen dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pengolahan.

Pemerintah daerah berharap peningkatan produksi tidak hanya memperbesar jumlah hasil pertanian, tetapi juga mendorong terciptanya produk olahan yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi.

"Pengembangan singkong dan komoditas pangan lainnya tersebut diharapkan dapat memperluas sumber produksi pertanian daerah sekaligus membuka peluang pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah," ucap Wahyu.

Dengan target minimal 1.800 hektare singkong yang diupayakan meningkat hingga 3.500 hektare serta perluasan ubi jalar sekitar 2.500 hektare, Pemkab Kuningan berupaya memperkuat diversifikasi pangan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi pertanian daerah.

Pengembangan kedua komoditas tersebut juga diarahkan untuk mendukung ketersediaan bahan baku industri, memperluas peluang pemasaran hasil panen, serta memperkuat peran Kabupaten Kuningan sebagai daerah penghasil pangan alternatif di Jawa Barat.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026