
Pantau - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menggelar kompetisi bercerita bertajuk Youth Storytelling Competition for International School Students 2026 yang diikuti 844 pendaftar sebagai upaya mendorong kreativitas generasi muda sekaligus memperluas promosi kebudayaan Indonesia.
Kompetisi yang mengusung tema "Cerita untuk Dunia: Toleransi, Kemanusiaan, dan Perdamaian" tersebut memasuki acara puncak pada 7–8 November 2026 di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta Pusat.
Direktur Promosi Kebudayaan Kemenbud, Wawan Yogaswara, membuka kegiatan tersebut pada Sabtu (7/11/2026) dengan menekankan pentingnya keterlibatan anak-anak dalam memperkenalkan nilai budaya melalui karya kreatif.
"Direktorat Promosi Kebudayaan menyelenggarakan Youth Storytelling Competition for International School Students 2026 sebagai salah satu upaya untuk memperluas partisipasi generasi muda dalam promosi kebudayaan," ujar Wawan.
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Promosi Kebudayaan Kemenbud tersebut memberikan kesempatan kepada pelajar untuk menjadi pencerita muda yang mampu menyampaikan gagasan, pengalaman, dan nilai budaya melalui berbagai bentuk karya.
Kompetisi Bercerita Kemenbud Hadirkan Empat Kategori Perlombaan
Kementerian Kebudayaan menghadirkan empat kategori perlombaan untuk mengakomodasi beragam minat dan kemampuan peserta dalam menyampaikan cerita.
Keempat kategori tersebut meliputi narasi lisan atau mendongeng, narasi tulisan, narasi visual atau gambar, serta narasi film.
Kategori narasi lisan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan cerita secara langsung melalui kemampuan berbicara dan bertutur di hadapan pendengar.
Sementara itu, kategori narasi tulisan menjadi wadah bagi pelajar untuk menuangkan gagasan, pengalaman, dan pesan kebudayaan dalam bentuk karya tertulis.
Pada kategori narasi visual, peserta dapat menyampaikan kisah melalui gambar dan karya seni visual yang menggambarkan pesan tertentu.
Adapun kategori narasi film memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan cerita melalui media audiovisual.
Melalui empat kategori tersebut, Kemenbud berupaya memperluas pemahaman bahwa kegiatan bercerita tidak hanya dilakukan secara lisan, tetapi juga dapat dikembangkan melalui tulisan, gambar, dan film.
Kompetisi ini sekaligus diharapkan menjadi sarana pertukaran pengetahuan budaya di lingkungan pendidikan dengan latar belakang peserta yang beragam.
Sebanyak 844 Peserta Mendaftar dan 762 Karya Diterima Panitia
Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan, sebanyak 844 peserta tercatat mendaftarkan diri untuk mengikuti Youth Storytelling Competition for International School Students 2026.
Dari jumlah tersebut, panitia menerima 762 karya yang dikirimkan peserta melalui berbagai kategori perlombaan.
Direktur Promosi Kebudayaan Kemenbud, Wawan Yogaswara, mengapresiasi partisipasi para pelajar yang telah menuangkan kreativitas dan gagasan mereka dalam karya bercerita.
"Setiap karya yang dihasilkan merupakan wujud kreativitas, keberanian berekspresi, dan kepedulian generasi muda terhadap kebudayaan," ungkap Wawan.
Kementerian Kebudayaan memandang karya peserta bukan sekadar hasil perlombaan, tetapi juga bentuk keterlibatan generasi muda dalam memperkenalkan nilai toleransi, kemanusiaan, perdamaian, dan keberagaman budaya.
Melalui kompetisi tersebut, anak-anak diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berekspresi sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap kebudayaan Indonesia.
Kemenbud Gelar Pameran Karya hingga Lokakarya Bercerita
Selain perlombaan, rangkaian acara puncak kompetisi turut menghadirkan berbagai kegiatan yang dapat diikuti dan dinikmati masyarakat.
Penyelenggara menyediakan ruang pameran untuk menampilkan karya-karya para nominator dari berbagai kategori kompetisi.
Pameran tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menyaksikan hasil kreativitas pelajar dalam menyampaikan cerita melalui beragam media.
Kegiatan juga dilengkapi instalasi seni interaktif yang dapat dinikmati masyarakat di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta Pusat.
Selain pameran dan instalasi seni, penyelenggara menghadirkan seminar yang membahas kegiatan bercerita atau storytelling.
Diskusi komunitas turut diselenggarakan untuk mempertemukan para peminat kegiatan bercerita agar dapat bertukar pandangan, pengalaman, dan pengetahuan.
Panitia juga menyediakan lokakarya sebagai wadah pembelajaran bagi peserta maupun masyarakat yang ingin mengembangkan keterampilan bercerita.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar kompetisi tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang interaksi, pembelajaran, dan pertukaran pengetahuan budaya.
Kemenbud Dorong Kolaborasi Berkelanjutan untuk Promosi Budaya
Wawan Yogaswara menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan berharap penyelenggaraan kompetisi dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan kegiatan bercerita di Indonesia.
Menurutnya, kegiatan tersebut perlu menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama antara pemerintah, sekolah, komunitas, pendongeng, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap kebudayaan.
"Kami berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, sekolah, komunitas, pendongeng, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem storytelling yang berkelanjutan," kata Wawan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem bercerita sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas.
Keterlibatan sekolah dan komunitas juga dinilai penting untuk memperluas akses anak-anak terhadap kegiatan yang mendorong pemahaman nilai budaya dan keberagaman.
Melalui penyelenggaraan Youth Storytelling Competition for International School Students 2026, Kementerian Kebudayaan berupaya menjadikan kegiatan bercerita sebagai salah satu sarana promosi budaya Indonesia yang melibatkan generasi muda secara aktif.
Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi awal kerja sama berkelanjutan dalam mengembangkan kreativitas pelajar, memperluas pertukaran pengetahuan budaya, serta memperkenalkan nilai toleransi, kemanusiaan, dan perdamaian kepada masyarakat yang lebih luas.
- Penulis :
- Leon Weldrick




