
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengingatkan para pencari kerja, khususnya lulusan baru atau fresh graduate, agar tidak hanya mengandalkan ijazah akademik untuk mendapatkan pekerjaan di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat.
Pemprov Jabar menegaskan bahwa pendidikan formal perlu didukung keterampilan, kompetensi industri, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, sertifikasi keahlian, hingga penguasaan bahasa asing untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja serta Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, Hendra Kusuma Sumantri, mengatakan pencari kerja harus aktif mengembangkan kemampuan dan tidak sekadar menunggu informasi lowongan pekerjaan.
"Jangan hanya menunggu lowongan pekerjaan. Para pencari kerja harus terus mengasah kompetensi dan soft skill, membangun jejaring, serta aktif mencari peluang. Manfaatkan berbagai platform dan kegiatan career expo untuk menemukan jalan menuju dunia kerja. Keaktifan meningkatkan keterampilan sangat dibutuhkan untuk menembus pasar kerja saat ini," kata Hendra di sela pembukaan bursa kerja Unpas Career Expo 2026 di Bandung, Sabtu.
Pemprov Jabar Dorong Pencari Kerja Tingkatkan Keterampilan dan Kompetensi
Hendra menjelaskan bahwa ijazah pendidikan formal bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang dalam memperoleh pekerjaan.
Menurutnya, perusahaan juga membutuhkan calon tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja.
Karena itu, pencari kerja didorong untuk meningkatkan kompetensi teknis maupun keterampilan nonteknis atau soft skill, termasuk komunikasi, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama.
Selain meningkatkan keterampilan, pencari kerja juga perlu membangun jaringan profesional dan memanfaatkan berbagai saluran informasi untuk menemukan peluang pekerjaan.
Hendra menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pembukaan Unpas Career Expo 2026 yang diselenggarakan Universitas Pasundan di Kota Bandung.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan bursa kerja tersebut karena dinilai mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, alumni, dan pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja.
"Kami mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada Unpas. Kegiatan ini menjadi kesempatan yang tepat bagi para pencari kerja untuk bertemu langsung dengan perusahaan," ujar Hendra.
Unpas Career Expo 2026 Sediakan 2.269 Lowongan dari 29 Perusahaan
Unpas Career Expo 2026 menghadirkan sebanyak 2.269 lowongan pekerjaan yang terbagi dalam 104 formasi jabatan dari 29 perusahaan berskala nasional maupun internasional.
Perusahaan yang berpartisipasi berasal dari berbagai sektor industri, mulai dari perbankan, teknologi, manufaktur, hingga industri kreatif.
Selain menghadirkan perusahaan nasional dan internasional, kegiatan tersebut juga melibatkan 10 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Pasundan.
Bursa kerja ini terbuka bagi lulusan perguruan tinggi, alumni Universitas Pasundan, lulusan baru, serta masyarakat umum yang sedang mencari pekerjaan.
Melalui kegiatan tersebut, pencari kerja dapat berkomunikasi secara langsung dengan perwakilan perusahaan untuk memperoleh informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dan peluang karier yang tersedia.
Ketua Divisi Career Development Center (CDC) Unpas sekaligus Ketua Panitia Unpas Career Expo 2026, Dewi Yuliati Indah, bersama Sekretaris CDC Unpas, Dini Nadila, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
"Melalui career expo ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada para pencari kerja untuk berkomunikasi langsung, membangun jejaring, dan menemukan peluang karier. Kami juga ingin menjadi wadah bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta unggul yang berkarakter dan siap bekerja," ujar Dewi.
Panitia Pastikan Legalitas Perusahaan dan Targetkan Lebih dari 3.000 Peserta
Untuk memberikan keamanan dan kepastian kepada pelamar, penyelenggaraan Unpas Career Expo 2026 turut melibatkan sejumlah instansi pemerintah dan organisasi terkait.
Instansi yang terlibat meliputi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Disnakertrans Jawa Barat, Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, Ikatan Alumni Universitas Pasundan (IKA Unpas), serta sejumlah organisasi mahasiswa.
Panitia memastikan bahwa seluruh perusahaan yang berpartisipasi telah melalui proses verifikasi legalitas bersama pemerintah dan instansi terkait.
Verifikasi tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian kepada pencari kerja mengenai legalitas perusahaan yang menawarkan lowongan dalam kegiatan bursa kerja.
Selain mempertemukan perusahaan dengan calon tenaga kerja, penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memperluas jaringan profesional dan meningkatkan kesiapan pencari kerja memasuki dunia industri.
Panitia Unpas Career Expo 2026 juga menargetkan jumlah pengunjung dapat melampaui 3.000 peserta.
"Kami berharap jumlah peserta bisa melampaui 3.000 orang. Kami mengajak alumni, fresh graduate, dan masyarakat umum memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Perusahaan yang hadir telah melalui proses verifikasi legalitas bersama pemerintah dan instansi terkait," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Jabar dan Universitas Pasundan berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri dapat terus diperkuat untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.
- Penulis :
- Shila Glorya




