
Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah menyalurkan bantuan sosial senilai Rp811,5 juta kepada masyarakat Kabupaten Jembrana sepanjang 2026 untuk penanganan dampak bencana dan penguatan ekonomi warga.
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengatakan bantuan tersebut disalurkan secara bertahap sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap masyarakat yang mengalami kerugian akibat bencana.
"Ini adalah wujud implementasi program Gubernur Bali, salah satunya dalam penanganan bencana, atas nama Pemprov Bali kami memberikan bantuan sesuai dengan kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana," kata Giri dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Minggu (8/11/2026).
Berdasarkan data Pemprov Bali, bantuan senilai Rp811,5 juta tersebut telah disalurkan melalui 10 tahap sejak awal tahun hingga November 2026.
Sebelum penyerahan tahap kesepuluh, pemerintah daerah telah melaksanakan sembilan kali penyaluran bantuan dengan nilai keseluruhan Rp507,5 juta.
Jumlah tersebut bertambah setelah penyaluran bantuan tahap kesepuluh sebesar Rp304 juta pada Kamis (5/11/2026).
Tiga Korban Kebakaran Terima Bantuan Perbaikan Rumah
Pada penyaluran tahap kesepuluh, Pemprov Bali mengalokasikan Rp98 juta untuk membantu perbaikan rumah tiga warga yang terdampak kebakaran.
Besaran bantuan ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan yang dialami masing-masing penerima.
Bantuan terbesar diberikan kepada I Kadek Dwi Loka Wijaya, warga Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, sebesar Rp50 juta.
Dana tersebut diperuntukkan bagi renovasi rumah dan balai sari yang mengalami kerusakan berat akibat kebakaran.
Penerima berikutnya adalah Ahmad Kurniawan, warga Banjar Anyar, Desa Air Kuning, yang memperoleh bantuan Rp25 juta untuk memperbaiki rumah dengan kategori kerusakan sedang.
Sementara itu, I Ketut Sumerta, warga Banjar Ketiman, Desa Manistutu, menerima bantuan Rp23 juta untuk perbaikan rumah yang juga mengalami kerusakan sedang.
Selain bantuan pemerintah, Giri Prasta menyerahkan bantuan tambahan secara pribadi sebesar Rp2 juta kepada I Ketut Sumerta.
Bantuan Ditujukan untuk Memulihkan Kehidupan Warga
Giri mengatakan penyaluran bantuan secara berkelanjutan merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah.
Menurutnya, bantuan perbaikan rumah diharapkan dapat mempercepat pemulihan tempat tinggal sehingga warga kembali memiliki lingkungan yang aman dan nyaman.
"Bantuan ini sudah dipergunakan untuk membangun kembali rumah yang sebelumnya terkena bencana, semoga rumah yang dibangun ini bisa dijadikan tempat beraktivitas yang aman dan nyaman," ujar wagub.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang harus memperbaiki rumah setelah mengalami kerusakan akibat bencana.
Pemulihan tempat tinggal juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung kelanjutan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Sebanyak 27 Warga Terima Bantuan Penguatan Ekonomi
Selain bantuan perbaikan rumah, Pemprov Bali mengalokasikan Rp206 juta untuk program penguatan ekonomi masyarakat Kabupaten Jembrana.
Dana tersebut disalurkan kepada 27 penerima manfaat guna mendukung keberlanjutan usaha dan kehidupan ekonomi setelah terdampak bencana.
Alokasi penguatan ekonomi menjadi bagian terbesar dari bantuan tahap kesepuluh yang mencapai Rp304 juta.
Melalui bantuan tersebut, Pemprov Bali berupaya mendukung pemulihan kondisi sosial dan ekonomi warga secara berkelanjutan.
Total penyaluran bantuan sepanjang 2026 yang mencapai Rp811,5 juta mencakup dukungan penanganan dampak bencana sekaligus penguatan kegiatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jembrana.
- Penulis :
- Gerry Eka




