HOME  ⁄  Food & Travel

Ahli Gizi Ungkap Konsumsi Gula Tambahan Berlebih Dapat Mengganggu Kesehatan Usus

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ahli Gizi Ungkap Konsumsi Gula Tambahan Berlebih Dapat Mengganggu Kesehatan Usus
Foto: Ilustrasi - Makanan manis dengan kadar gula tambahan tinggi.

Pantau - Konsumsi gula tambahan secara berlebihan dan rutin dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, menurut ahli gizi yang dikutip dari Eating Well.

Gula Tambahan Memengaruhi Keseimbangan Mikrobioma

Ahli gizi Kara Hochreiter, M.S., RDN, LD menjelaskan gula tambahan merupakan gula yang ditambahkan ke dalam makanan selama proses pengolahan, seperti gula tebu, dekstrosa, madu, sirup mapel, sirup beras merah, dan sirup jagung.

Hochreiter menyampaikan konsumsi gula tambahan secara konsisten dalam jumlah berlebih dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus sehingga mikroba yang kurang bermanfaat berkembang lebih banyak dibandingkan mikroba baik.

Kondisi tersebut dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan, peradangan, disfungsi metabolisme, hingga perubahan suasana hati.

Diet Tinggi Gula Dapat Menurunkan Bakteri Baik

Ahli gizi Jessie Wong, M.Acc., RDN, LD mengatakan, "Penelitian menunjukkan gula tambahan dapat memperkaya bakteri yang memanfaatkan gula sekaligus mengurangi bakteri yang menghasilkan asam lemak rantai pendek yang bermanfaat seperti butirat."

Wong menjelaskan berkurangnya produksi asam lemak rantai pendek dapat meningkatkan risiko disbiosis dan permeabilitas usus.

Ia mengatakan, "Gula tambahan berlebih dari makanan, terutama minuman manis dan makanan ultra-olahan, seringkali kekurangan serat, air, mikronutrien, dan senyawa protektif dari tumbuhan yang membantu menyehatkan mikrobioma usus."

Menurut Wong, mengganti makanan tinggi gula tambahan dengan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan makanan berserat dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus.

Penulis :
Gerry Eka