HOME  ⁄  Nasional

RSUD NTB Berhasil Lakukan Operasi Bypass Otak, Dua Pasien Jalani Bedah Saraf Kompleks

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

RSUD NTB Berhasil Lakukan Operasi Bypass Otak, Dua Pasien Jalani Bedah Saraf Kompleks
Foto: Tim dokter melakukan rangkaian proctorship bypass otak melibatkan tim RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama rumah sakit pengampu, di antaranya RS PON Prof. Dr. Mahar Mardjono Jakarta dan RS Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Bali di RSUP NTB.

Pantau - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat berhasil melakukan operasi bedah saraf kompleks bypass Superficial Temporal Artery to Middle Cerebral Artery (STA-MCA), menjadikan NTB bagian dari 11 provinsi yang telah mampu memberikan layanan medis tingkat lanjut tersebut.

Direktur Pelayanan Klinis Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan dr. Obrin Parulian menjelaskan STA-MCA merupakan prosedur bedah mikro yang menghubungkan pembuluh darah di luar tengkorak dengan pembuluh darah di dalam otak untuk membantu melancarkan aliran darah.

"Dari 38 provinsi, baru 11 provinsi yang memberikan layanan bypass STA-MCA ini. Kalau ini berkelanjutan dan rumah sakit sudah mandiri, berarti sudah setara dengan rumah sakit pengampu," ujarnya melalui keterangan diterima di Mataram, Minggu (13/9/2026).

Kementerian Kesehatan mendorong pemerataan layanan kesehatan prioritas agar setiap provinsi memiliki rumah sakit pemerintah yang mampu memberikan pelayanan medis tersebut.

Dukungan Kemenkes juga diarahkan pada kesiapan fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam operasi, termasuk mikroskop dan perangkat bedah mikro.

Kompetensi Tenaga Medis Diperkuat melalui Rumah Sakit Pengampu

Peningkatan kompetensi tenaga medis RSUD Provinsi NTB dilakukan melalui jejaring rumah sakit pengampu agar layanan bedah saraf kompleks dapat terus dikembangkan.

Sekretaris Daerah NTB Abul Chair menyatakan layanan bypass STA-MCA menjadi bagian dari upaya memastikan perkembangan teknologi medis berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia.

Rangkaian Proctorship Bypass Otak berlangsung pada 11 hingga 12 September 2026 dengan melibatkan tim RSUD Provinsi NTB bersama sejumlah rumah sakit pengampu.

Rumah sakit yang terlibat dalam pendampingan tersebut antara lain RS PON Prof. Dr. Mahar Mardjono Jakarta dan RS Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Bali.

Pendampingan tidak hanya dilakukan ketika operasi berlangsung, tetapi juga mencakup tahap persiapan, pengambilan keputusan klinis, hingga pemantauan pasien setelah operasi.

Kemampuan tim medis yang dibangun melalui rangkaian tersebut kemudian diterapkan dalam penanganan terhadap dua pasien dengan gangguan aliran darah ke otak.

Pasien Anak dengan Moyamoya Jalani Operasi

Pasien pertama yang menjalani prosedur tersebut merupakan anak berusia 12 tahun yang telah mengalami gejala sejak sekitar usia satu tahun.

Gejala yang dialami pasien berupa kelemahan pada satu sisi tubuh serta gangguan bicara dan kognitif.

Pemeriksaan Digital Subtraction Angiography (DSA) menemukan adanya penyempitan pembuluh darah otak dan pasien kemudian didiagnosis mengalami Moyamoya.

Tim medis melakukan tindakan bypass untuk membantu membangun jalur baru bagi aliran darah menuju otak.

Prosedur tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi risiko kekurangan suplai darah ke otak serta terjadinya stroke berulang.

Pasien dengan Riwayat Stroke Juga Ditangani

Pasien kedua berusia 42 tahun dengan riwayat stroke iskemik yang menyebabkan gangguan bicara dan kelemahan pada anggota gerak.

Pemeriksaan terhadap pasien tersebut menunjukkan adanya gangguan suplai aliran darah menuju otak.

Tim medis kemudian memilih tindakan bypass untuk membantu memperbaiki aliran darah sekaligus menekan risiko kejadian serupa berulang.

Keberhasilan pelaksanaan rangkaian operasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan kemampuan RSUD Provinsi NTB dalam menyediakan layanan bedah saraf kompleks bagi masyarakat.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026