
Pantau - Pemerintah Spanyol mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari mulai Senin, 19 Januari 2026, menyusul kecelakaan kereta api tragis di selatan negeri itu yang menewaskan sedikitnya 40 orang.
Kecelakaan Maut di Jalur Malaga-Madrid
Kecelakaan terjadi pada Minggu malam, 18 Januari 2026, sekitar pukul 19.45 waktu setempat atau Senin dini hari pukul 01.45 WIB.
Kereta penumpang yang tergelincir tersebut mengangkut 317 orang dan sedang menempuh rute dari Malaga menuju Madrid.
Peristiwa nahas itu terjadi di dekat Adamuz, sekitar 20 kilometer sebelah utara Kota Kordoba.
Hingga Senin sore, otoritas setempat telah mengonfirmasi 40 korban meninggal dunia, sementara 48 lainnya masih dirawat di rumah sakit.
Banyak korban luka dalam kondisi kritis dan sedang menjalani perawatan intensif.
Presiden pemerintah regional Andalusia, Juanma Moreno, menyebut dampak kecelakaan sangat dahsyat.
"Beberapa jenazah ditemukan hingga ratusan meter dari lokasi kecelakaan, yang mengindikasikan para penumpang terlempar dari kereta", ujar Juanma Moreno.
Investigasi Dipercepat, Pemerintah Janjikan Transparansi
Perdana Menteri Pedro Sanchez langsung membatalkan seluruh agendanya dan menuju lokasi kejadian pada Senin pagi.
Dalam pernyataan resminya, ia menyebut insiden ini sebagai "hari yang penuh kepedihan" bagi bangsa Spanyol.
"Kami akan mengungkap kebenaran, kami akan menemukan jawabannya", ujar Sanchez.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan penyelidikan menyeluruh dengan komitmen transparansi kepada publik.
Sanchez juga memperingatkan bahwa jumlah korban bisa bertambah seiring proses evakuasi menggunakan alat berat yang masih berlangsung.
Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, menyatakan bahwa kecelakaan ini terasa janggal karena terjadi di jalur rel lurus.
Jalur rel tersebut baru dipasang pada Mei 2025.
Operator kereta rute Malaga-Madrid adalah perusahaan swasta Iryo, menggunakan rangkaian kereta produksi tahun 2022.
Presiden Renfe, operator kereta milik pemerintah, Alvaro Fernandez Heredia, mengatakan kepada radio pemerintah RNE bahwa faktor kesalahan manusia "hampir dapat dikesampingkan".
Ia menambahkan bahwa penyebab kecelakaan kemungkinan besar terkait dengan rangkaian kereta Iryo atau kegagalan infrastruktur.
Sementara itu, laporan media Spanyol mengungkap bahwa pada Agustus 2025, serikat pekerja masinis telah mengingatkan operator infrastruktur ADIF mengenai kerusakan di jalur yang sama.
Masalah yang dilaporkan termasuk permukaan rel yang rusak, ketidakrataan jalur, serta gangguan pada jaringan listrik aliran atas.
- Penulis :
- Shila Glorya







