Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Umumkan Pembicaraan Lanjutan dengan Iran Pekan Depan, Peringatkan Konsekuensi Berat jika Gagal Sepakat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Umumkan Pembicaraan Lanjutan dengan Iran Pekan Depan, Peringatkan Konsekuensi Berat jika Gagal Sepakat
Foto: (Sumber: Foto yang diambil pada 30 Januari 2026 menunjukkan pemandangan salah satu sudut Kota Teheran, Iran. ANTARA/Xinhua)

Pantau - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pemerintahannya akan melanjutkan pembicaraan dengan Iran pada awal pekan depan, menyusul dialog tidak langsung yang digelar di Oman pada Jumat, 6 Februari 2026.

Pernyataan ini menandai langkah diplomatik lanjutan di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Iran dan pengaruh geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Trump: Iran Ingin Kesepakatan, Tapi Armada Sudah Bergerak

"Kami juga telah melakukan pembicaraan yang sangat baik soal Iran", ungkap Trump kepada wartawan dalam perjalanan menuju klub pribadinya di Mar-a-Lago, Florida, dari pesawat Air Force One.

Ia menambahkan bahwa Iran tampaknya menginginkan kesepakatan.

"Kami harus melihat seperti apa kesepakatan itu. Namun, menurut saya Iran tampaknya sangat ingin mencapai kesepakatan. Kami akan bertemu lagi awal pekan depan", kata Trump.

Meski membuka ruang diplomasi, Trump juga mengeluarkan peringatan keras.

"Jika Iran gagal mencapai kesepakatan, maka konsekuensinya sangat berat", tegasnya.

Ia menyebut bahwa militer AS telah mengerahkan armada dalam skala besar ke kawasan yang berkaitan langsung dengan isu Iran.

"Kami memiliki armada besar, dan kami memiliki armada besar yang sedang menuju ke arah sana, akan segera sampai. Jadi kita lihat saja bagaimana hasilnya", ujarnya.

Pembicaraan di Oman: Diplomasi di Tengah Ancaman

Pembicaraan tidak langsung di Oman melibatkan beberapa tokoh penting dari pihak AS, seperti utusan khusus Presiden AS Steve Witkoff, menantu sekaligus penasihat Trump Jared Kushner, serta Komandan Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper.

Hingga saat ini belum ada rincian resmi terkait isi atau hasil pembicaraan tersebut.

Namun, rencana pertemuan lanjutan mengindikasikan bahwa jalur diplomatik masih terbuka, meskipun dibayangi tekanan militer.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama menyangkut isu nuklir dan kehadiran militer AS di kawasan.

Pemerintahan Trump menegaskan bahwa meskipun bersedia berdialog, tekanan dan ancaman tetap menjadi bagian dari strategi negosiasi.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan