Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

AS Tarik Sepenuhnya Pasukan dari Pangkalan Al-Tanf di Suriah Setelah Hampir Satu Dekade

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

AS Tarik Sepenuhnya Pasukan dari Pangkalan Al-Tanf di Suriah Setelah Hampir Satu Dekade
Foto: (Sumber: Personel militer mempersiapkan meriam artileri M777A2 Howitzer dalam sebuah latihan militer yang dipimpin Amerika Serikat di Oksbol, Denmark, pada 30 Maret 2023. /ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Militer Amerika Serikat menyelesaikan penarikan seluruh pasukan dari pangkalan al-Tanf di Suriah selatan setelah hampir satu dasawarsa keberadaan mereka di wilayah tersebut.

Konfirmasi penarikan tersebut disampaikan oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Kamis (12/2).

Bagian dari Transisi Operasi Anti-ISIS

CENTCOM menyebutkan penarikan dari Garnisun al-Tanf telah rampung pada 11 Februari.

Penarikan itu merupakan bagian dari transisi yang disengaja dan berbasis kondisi di bawah Satuan Tugas Gabungan Operasi Inherent Resolve (CJTF-OIR).

CJTF-OIR dibentuk pada 2014 dengan tujuan memerangi kelompok teroris ISIS.

Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper menyatakan, "Pasukan AS tetap siap merespons setiap ancaman ISIS yang muncul di kawasan ini, seraya mendukung upaya yang dipimpin mitra untuk mencegah kebangkitan kembali jaringan teroris tersebut,".

Ia menambahkan, "Menjaga tekanan terhadap ISIS sangat penting untuk melindungi tanah air AS dan memperkuat keamanan regional,".

Suriah Ambil Alih Pangkalan Strategis

Sumber pemerintah Suriah kepada kantor berita Anadolu pada Rabu (11/2) menyampaikan bahwa pemerintah Suriah telah mengambil alih pangkalan strategis tersebut setelah penarikan pasukan AS.

Pangkalan al-Tanf terletak di persimpangan perbatasan Irak dan Yordania sehingga memiliki posisi strategis.

Unit Tentara Suriah dilaporkan telah dikerahkan ke lokasi pangkalan setelah diambil alih.

Sebelumnya, Amerika Serikat menggunakan pangkalan al-Tanf yang diperluas pada 2017 dan 2018 untuk memantau aktivitas militer kelompok-kelompok yang didukung Iran serta organisasi teroris ISIS.

AS juga menempatkan balon pengintai di pangkalan tersebut untuk memantau wilayah sepanjang ratusan kilometer antara perbatasan Yordania dan Sungai Efrat.

Penulis :
Ahmad Yusuf