
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa meningkatnya konflik di wilayah perbatasan Sudan dengan negara tetangga mengancam keselamatan warga sipil sekaligus mengganggu operasi bantuan kemanusiaan.
Konflik Meluas dan Picu Pengungsian
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bentrokan di sepanjang perbatasan Sudan dengan Chad dan Ethiopia telah menimbulkan korban sipil serta memaksa warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Selain itu, serangan drone yang terjadi di Sudan selatan juga dilaporkan menyebabkan korban di kalangan sipil.
Di Negara Bagian Nil Biru, kekerasan di dekat perbatasan Ethiopia mengancam akses ke sejumlah wilayah penting seperti Kurmuk, Sali, dan Dindraw. Warga terpaksa mengungsi ke daerah lebih aman atau menyeberang ke Ethiopia.
Perebutan Wilayah dan Krisis Kemanusiaan
Pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) dilaporkan telah menguasai kota strategis Kurmuk setelah pertempuran sengit dengan Angkatan Bersenjata Sudan (SAF).
Di sisi lain, kondisi di lokasi pengungsian semakin memprihatinkan. OCHA mencatat meningkatnya insiden kebakaran akibat kepadatan tinggi, suhu panas, dan penggunaan bahan yang mudah terbakar.
Salah satu kebakaran di wilayah utara Sudan menewaskan seorang anak berusia tiga tahun dan memaksa belasan keluarga mengungsi, sementara kejadian lain di Kordofan Utara membuat puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal.
PBB pun mendesak semua pihak untuk segera meredakan ketegangan, melindungi warga sipil, serta memastikan akses bantuan kemanusiaan dapat berjalan dengan aman dan tanpa hambatan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf







