
Pantau - Kelompok Houthi di Yaman mengisyaratkan kesiapan untuk melancarkan aksi militer lanjutan di tengah meningkatnya konflik kawasan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Dalam pernyataan resmi, Houthi menyebut serangan terhadap Israel sebagai hak yang sah dalam menghadapi agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta kawasan sekitarnya.
Kelompok tersebut menuduh adanya "rencana Zionis yang mengancam kawasan dan bertujuan membentuk apa yang disebut sebagai Israel Raya dan Timur Tengah baru,".
Houthi juga menyerukan persatuan negara-negara Islam dalam menghadapi situasi tersebut.
Mereka menegaskan bahwa operasi militernya hanya menyasar "musuh yaitu Israel dan Amerika,".
Kelompok itu juga menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi dengan negara Arab dan Islam guna mencegah kesalahpahaman.
Sebelumnya, Houthi mengklaim telah meluncurkan rudal balistik ke "situs militer sensitif Israel" di wilayah selatan Israel.
Serangan tersebut disebut sebagai yang pertama sejak Israel dan Amerika Serikat memulai serangan besar terhadap Iran pada 28 Februari.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengecam pernyataan tersebut.
Pemerintah memperingatkan bahwa langkah itu berpotensi menyeret Yaman ke konflik regional yang lebih luas.
Peneliti Salah Ali Salah menilai keterlibatan Houthi sebagai langkah berisiko tinggi.
Ia menyebut ancaman terhadap pelayaran di Laut Merah dapat "memicu intervensi langsung Amerika,".
Houthi telah menguasai Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara sejak akhir 2014.
Kelompok tersebut sebelumnya mendukung Iran dalam konflik selama 12 hari antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada tahun sebelumnya.
- Penulis :
- Gerry Eka







