Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

UNRWA Desak Investigasi Pembunuhan 390 Staf PBB Selama Konflik Gaza

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

UNRWA Desak Investigasi Pembunuhan 390 Staf PBB Selama Konflik Gaza
Foto: (Sumber : Ilustrasi markas UNRWA di Tepi Barat, Palestina./ANTARA/Anadolu/py (ANTARA/Anadolu/py/pri))

Pantau - Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyerukan pembentukan penyelidikan internasional terkait pembunuhan 390 pekerja kemanusiaan dan staf Perserikatan Bangsa-Bangsa selama konflik bersenjata di Jalur Gaza.

Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini menyampaikan seruan tersebut menjelang berakhirnya masa jabatannya pada 31 Maret dalam konferensi pers di Jenewa.

"Saya percaya kita perlu membentuk komisi, sebuah panel ahli tingkat tinggi, untuk menyelidiki pembunuhan staf kita," kata Lazzarini.

Usulan Pembentukan Panel Ahli Internasional

Lazzarini menjelaskan isu investigasi tersebut telah dibahas oleh kantor Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta dalam dialog dengan negara-negara anggota PBB di New York.

Ia menyebutkan belum adanya penyelidikan hingga saat ini disebabkan konflik bersenjata di Gaza yang masih berlangsung.

Selain itu, ia juga menyinggung serangan Israel yang disebut masih terus terjadi di wilayah tersebut meskipun terdapat perjanjian gencatan senjata.

Menurut laporan UNRWA, lebih dari 390 pekerja kemanusiaan yang merupakan staf PBB tewas sejak konflik terbaru di Gaza pecah pada Oktober 2023.

Krisis Pendanaan dan Tekanan terhadap UNRWA

Lazzarini juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi UNRWA yang menghadapi krisis pendanaan serta berbagai tekanan politik yang dinilai berpotensi melemahkan lembaga tersebut.

Ia mengatakan situasi tersebut dapat mengancam perlindungan terhadap hak-hak rakyat Palestina yang selama ini dilayani oleh UNRWA.

Sementara itu, pada Januari 2025, Israel memberlakukan undang-undang yang melarang aktivitas UNRWA di wilayahnya.

Otoritas Israel menyatakan larangan tersebut didasarkan pada dugaan keterlibatan sejumlah karyawan badan tersebut dalam serangan 7 Oktober 2023 oleh militan Palestina serta dugaan penggunaan infrastruktur UNRWA untuk kegiatan militan.

Penulis :
Ahmad Yusuf