HOME  ⁄  Geopolitik

Guterres Desak Dunia Turunkan Emisi di Tengah Periode Terpanas Sepanjang Sejarah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Guterres Desak Dunia Turunkan Emisi di Tengah Periode Terpanas Sepanjang Sejarah
Foto: (Sumber : Arsip foto - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak seluruh negara dan pemangku kepentingan untuk menurunkan emisi secara signifikan di tengah periode terpanas sepanjang sejarah yang terjadi dalam 11 tahun terakhir.

PBB Soroti Dampak Krisis Iklim yang Kian Memburuk

Dalam pesan pidato yang dirilis secara daring pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jumat (5/6), Guterres menegaskan bahwa dunia sedang menghadapi kondisi iklim yang semakin mengkhawatirkan.

“Sebelas tahun terakhir tercatat sebagai periode terpanas sepanjang sejarah,” ungkap Guterres.

Menurutnya, dampak kerusakan lingkungan tidak hanya terlihat dari kenaikan suhu bumi, tetapi juga melalui pencemaran udara, degradasi lahan, kerusakan ekosistem, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Ia menyebut berbagai kerusakan tersebut mengancam kesehatan masyarakat, menghancurkan tempat tinggal, serta memperparah krisis pangan dan kelaparan di berbagai wilayah dunia.

Guterres mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang menuju lonjakan suhu sementara yang melampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius.

Ia menegaskan bahwa setiap kenaikan suhu sekecil apa pun akan membawa dampak yang lebih besar, terutama bagi kelompok masyarakat yang paling rentan.

Dorong Energi Terbarukan dan Pendanaan Iklim

Guterres menekankan pentingnya menekan lonjakan suhu agar berlangsung sesingkat mungkin dan segera mengembalikan kondisi bumi ke tingkat yang aman.

“Untuk itu berarti kita harus menurunkan emisi secara signifikan,” katanya.

Ia juga mendorong percepatan transisi yang adil dari penggunaan bahan bakar fosil menuju energi terbarukan sebagai solusi berkelanjutan untuk menekan biaya dan memperkuat ketahanan energi.

Selain itu, Guterres menyerukan pengurangan emisi gas metana yang dinilai sebagai salah satu langkah tercepat dan paling murah untuk membatasi pemanasan global dalam jangka pendek.

Ia turut menyoroti pentingnya perlindungan terhadap hutan, lahan, dan lautan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan global.

Guterres juga meminta negara-negara maju memenuhi komitmen pendanaan iklim untuk membantu negara berkembang beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim yang sudah terjadi.

“Dan itu berarti memenuhi janji pendanaan iklim kepada negara-negara berkembang: untuk menyelamatkan nyawa, melindungi mata pencaharian, dan memperkuat perekonomian. Inilah saatnya untuk bertindak, demi lingkungan dan masa depan kita bersama,” tegasnya.

Penulis :
Aditya Yohan