
Pantau - Serangan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam jembatan B1 di Karaj, Provinsi Alborz, Iran utara, menyebabkan sedikitnya 13 orang tewas dan 95 lainnya luka-luka pada Kamis (2/4).
Jumlah korban tewas tersebut dilaporkan bertambah berdasarkan data terbaru yang dirilis kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Jumat (3/4).
Korban tewas terdiri dari warga sipil dari berbagai latar belakang, termasuk empat perempuan serta pegawai pemerintah kota.
"Para korban, termasuk empat perempuan, adalah warga sipil dari berbagai latar belakang, di antaranya pegawai pemerintah kota," ungkap Direktur Jenderal Yayasan Urusan Para Syuhada dan Veteran Provinsi Alborz Amir-Hossein Daneshkohan.
Jembatan Strategis Jadi Sasaran Serangan
Jembatan B1 yang menjadi target serangan merupakan salah satu jembatan tertinggi di Timur Tengah dan termasuk proyek infrastruktur paling kompleks di Iran.
Serangan dilakukan dua kali dengan menggunakan rudal pada hari yang sama sehingga menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur jembatan.
Peristiwa ini terjadi di Karaj yang merupakan ibu kota Provinsi Alborz dan memiliki peran penting dalam konektivitas wilayah tersebut.
Dampak Serangan dan Korban Luka
Selain korban tewas, serangan tersebut juga mengakibatkan 95 orang mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Laporan IRNA menyebutkan jumlah korban kemungkinan masih dapat bertambah seiring proses evakuasi dan pendataan yang продолжа dilakukan oleh otoritas setempat.
Peristiwa ini menjadi bagian dari eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








