HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Kirim Proposal Perdamaian Revisi kepada Iran dengan Persyaratan Lebih Ketat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Trump Kirim Proposal Perdamaian Revisi kepada Iran dengan Persyaratan Lebih Ketat
Foto: (Sumber: Ilustrasi- Amerika Serikat dan Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mengirimkan versi revisi kerangka perdamaian kepada Iran dengan persyaratan yang lebih ketat sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Informasi tersebut dilaporkan harian The New York Times yang mengutip tiga pejabat yang mengetahui proses negosiasi antara Washington dan Teheran.

Menurut laporan tersebut, Trump mengubah sejumlah bagian dalam rancangan perjanjian sebelum mengirimkannya kembali kepada Iran untuk dipertimbangkan.

Namun, laporan itu tidak menjelaskan secara rinci perubahan apa saja yang dimasukkan ke dalam dokumen revisi tersebut.

Salah satu perhatian utama Trump disebut berkaitan dengan kemungkinan pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.

Isu tersebut sebelumnya juga menjadi salah satu kritik Trump terhadap perjanjian nuklir Iran yang disepakati pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama pada 2015.

AS Tingkatkan Tekanan dalam Proses Negosiasi

Trump dilaporkan semakin frustrasi terhadap lambatnya respons Iran terhadap berbagai proposal yang diajukan Amerika Serikat melalui jalur diplomatik tidak langsung.

Salah satu pihak yang disebut terlibat dalam penyampaian pesan dan negosiasi adalah pejabat dari Pakistan.

Seorang pejabat yang dikutip dalam laporan menyebut revisi proposal bertujuan meningkatkan tekanan terhadap Teheran agar menerima kerangka kesepakatan yang telah diajukan sebelumnya.

Kerangka kesepakatan tersebut dilaporkan telah disampaikan kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, untuk memperoleh persetujuan.

Laporan itu juga menyebut komunikasi dengan pimpinan tertinggi Iran tidak mudah dilakukan sehingga berpotensi menambah waktu dalam proses negosiasi.

Apabila terdapat perubahan lanjutan terhadap dokumen yang disebut sebagai nota kesepahaman tersebut, pembahasan diperkirakan akan berlangsung lebih lama.

Program Nuklir Iran Masih Jadi Isu Utama

Sejumlah isu yang lebih sensitif, termasuk masa depan program nuklir Iran, disebut belum dibahas secara final dan akan menjadi agenda dalam putaran negosiasi berikutnya.

Situs berita Axios melaporkan bahwa Trump telah menerima informasi bahwa Iran kemungkinan membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk memberikan tanggapan resmi.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan, "Mereka benar-benar berada di dalam fasilitas bawah tanah dan tidak menggunakan email."

Pejabat tersebut juga menyampaikan, "Akan ada kesepakatan. Seberapa cepatnya, kita lihat nanti. Kami bersedia menunggu agar presiden mendapatkan apa yang dimintanya. Bisa seminggu, bisa kurang, bisa juga lebih lama. Pada pergantian pekan, kami berharap akan ada sesuatu."

Pada Jumat, Trump mengadakan pertemuan selama dua jam bersama para penasihat seniornya di Ruang Situasi Gedung Putih untuk membahas upaya mengakhiri konflik.

Setelah pertemuan tersebut, pemerintah Amerika Serikat tidak mengeluarkan pengumuman resmi mengenai hasil pembahasan.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung, namun proses menuju kesepakatan akhir masih menghadapi berbagai kendala diplomatik dan perbedaan kepentingan yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Penulis :
Gerry Eka